Minggu, 12 Januari 2014

Kekaisaran Rusia (2)

Pyotr I

Memerintah 7 Mei 1682 – 8 Februari 1725 (42 tahun, 277 hari)
Koronasi 25 Juni 1682
Pendahulu Feodor III
Pengganti Katarina I

Pasangan Eudoxia Lopukhina
Martha Skavronskaya
Anak
Alexei Petrovich
Alexander Petrovich
Anna Petrovna
Elizabeth dari Rusia
Natalia Petrovna
Wangsa Wangsa Romanov
Ayah Alexis dari Rusia
Ibu Nataliya Naryshkina
Lahir 9 Juni 1672
Moskwa
Meninggal 8 Februari 1725 (umur 52)
Tanda tangan Tanda tangan Pyotr I dari Rusia

Pyotr I yang Agung atau Pyotr Alexeyevich Romanov (bahasa Rusia: Пётр Алексе́евич Рома́нов, Пётр I, Pyotr I, atau Пётр Вели́кий, Pyotr Velikiy)
(9 Juni [K.J.: 30 Mei] 1672 – 8 Februari [K.J.: 28 Januari] 1725) adalah seorang Czar Rusia yang berkuasa dari 7 Mei [K.J.: 27 April] 1682 hingga kematiannya.
Ia melancarkan kebijakan modernisasi dan ekspansi yang mengubah Ketsaran Rusia menjadi Kekaisaran Rusia dengan luas sebesar 3 miliar are.

 Peta kuno St. Petersburg dan Kronstadt; kota-kota yang dibangun Tsar Peter.

Sumber
=========================================================================

Nikolai II

Memerintah 1 November [K.J.: 20 Oktober] 1894 – 15 Maret 1917
Koronasi 26 Mei [K.J.: 14 Mei] 1896[1]
Pendahulu Alexander III
Pengganti Monarki dihapuskan
De facto :
Georgy Lvov (ketua pemerintahan sementara)

Pasangan Alix dari Hesse
Anak
Nama lengkap
Nikolay Alexandrovich Romanov
Wangsa Wangsa Holstein-Gottorp-Romanov
Ayah Alexander III dari Rusia
Ibu Maria Feodorovna
(Dagmar dari Denmark)
Lahir 18 Mei [K.J.: 6 Mei] 1868
Tsarskoye Selo, Saint Petersburg, Kekaisaran Rusia, Istana Alexander
Meninggal 17 Juli 1918 (umur 50)
Yekaterinburg, RSFS Rusia
Tanda tangan Tanda tangan Nikolai II dari Rusia
Agama Ortodoks Rusia

Nikolai II juga dikenal dengan nama Nikolas II (bahasa Rusia Николáй Алексáндрович; Nikolai Aleksandrovich 6 Mei/18 Mei 186817 Juli 1918) ialah Tsar terakhir Kekaisaran Rusia. Pendukung politik damai di Eropa. Pada masa pemerintahannya terjadi peningkatan teror, perlawanan, dan kekacauan. Ia dipaksa untuk memberlakukan sebuah konstitusi bagi negerinya, namun membatasi pengaruh dan kekuasaan Majelis Perwakilan. Ia dipaksa turun tahta pada 1917 saat Revolusi Bolshevik dan dipenjarakan beserta seluruh keluarganya, kemudian semuanya dieksekusi.

  1. ^ Robert D. Warth, Nicholas II, The Life and Reign of Russia's Last Monarch, 26

 Portrait photograph, 1914

 Nikolai II


 Sumber

Kekaisaran Rusia (1)

Россійская Имперія (Rusia pra-reformasi)
Российская империя (Rusia-Sirilik)
Rossiyskaya Imperiya (Transliterasi)


 

Motto
S nami Bog!
Съ нами Богъ!
"Tuhan bersama kita!"
Lagu kebangsaan
Tidak ada
Lagu kekaisaran
Bozhe, Tsarya khrani!
Боже, Царя храни!
"Tuhan Melindungi Tsar!"


 Wilayah Rusia pada 1866.
██ Wilayah[a] ██ Jangkauan pengaruh




Ibukota St. Petersburg
(1721–1728)
Moskwa
(1728–1730)
St. Petersburg[b]
(1730–1917)
Bahasa Bahasa resmi:
Rusia
Bahasa daerah:
Finlandia, Swedia, Polandia, Jerman, Rumania
Agama Agama resmi:
Ortodoks Rusia
Agama minoritas:
Katolik Roma, Protestan, Yudaisme, Islam, Kepercayaan kuno, Buddhisme, Paganisme
Pemerintahan Monarki absolut
Monarki konstitusional
(dari tahun 1906)
Kaisar
 -  1721–1725 Peter I
 -  1894–1917 Nicholas II
Ketua Dewan Menteri
 -  1905–1906 Sergei Witte
 -  1917 Nikolai Golitsyn
Badan legislatif Senat
 -  Majelis tinggi Dewan Negara
 -  Majelis rendah Duma Negara
Sejarah
 -  Penobatan Pyotr I 7 Mei [K.J.: 27 April] 1682
 -  Proklamasi kekaisaran 22 Oktober [K.J.: 11 Oktober] 1721 1721
 -  Pemberontakan Desember 26 Desember [K.J.: 14 Desember] 1825
 -  Penghapusan feudalisme 3 Maret [K.J.: 19 Februari] 1861
 -  Revolusi 1905 Januari–Desember 1905
 -  Konstitusi 23 April [K.J.: 6 Mei] 1906
 -  Revolusi Februari 15 Maret [K.J.: 2 Maret] 1917 1917
 -  Revolusi Oktober 7 November [K.J.: 25 Oktober] 1917
Luas
 -  1866 22.800.000 km² (8.803.129 mil²)
 -  1916 21.799.825 km² (8.416.959 mil²)
Populasi
 -  perk. 1916 181.537.800 
Mata uang Rubel
Didahului oleh Digantikan oleh
Ketsaran Rusia
Pemerintahan Sementara Rusia
Ober Ost
Prefektur Karafuto
Departmen Alaska
Kaukasus Utara
Negara Buryat-Mongolia
Sekarang bagian dari
a. ^pada 1866, Alaska dijual pada Amerika Serikat, tetapi Rusia juga mendapat Batum, Kars, Pamir, dan Transcaspia.
b. ^ Dimamai Petrograd pada 1914.
c. ^Rusia menggunakan Kalender Julian hingga jatuhnya kekaisaran pada akhir tahun 1917.
 ============================================================================================================
 
Kekaisaran Rusia (bahasa Rusia: Россійская Имперія (lama), Российская Империя (modern); Rossiyskaya Imperiya) adalah kekaisaran yang pernah ada sejak tahun 1721-1917. Kekaisaran ini adalah penerus Ketsaran Rusia dan pendahulu Uni Soviet.
Kekaisaran Rusia adalah salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada dalam sejarah dunia dengan luas daratan yang hanya bisa dilampaui oleh Imperium Britania dan Kekaisaran Mongolia. Pada tahun 1866, wilayah Kekaisaran Rusia membentang dari Eropa Timur ke Asia hingga Amerika Utara. Pada awal abad ke-19, Rusia adalah kerajaan terbesar di dunia yang membentang dari Samudra Arktik di utara ke Laut Hitam di selatan dan dari Laut Baltik di barat hingga Samudra Pasifik di timur. Dengan penduduk sebanyak 176,4 juta jiwa, kerajaan ini memiliki penduduk terbesar ketiga di dunia pada masanya setelah Dinasti Qing di Cina dan Imperium Britania.
Kekaisaran Rusia diperintah oleh seorang kaisar dan menjadi salah satu kerajaan terakhir di Eropa yang meninggalkan sistem monarki absolut.




Sumber

Dekolonisasi dan Protektorat

1. Dekolonisasi

Dekolonisasi merujuk pada tercapainya kemerdekaan oleh berbagai koloni dan protektorat Barat di Asia dan Afrika seusai Perang Dunia II. Hal ini timbul seiring dengan gerakan intelektual yang dikenal dengan Post-Kolonialisme. Periode dekolonisasi yang sangat aktif terutama terjadi antara 1945 sampai 1960, dimulai dengan kemerdekaan Pakistan dan India dari Britania Raya pada tahun 1947 dan Perang Indochina Pertama. Meskipun demikian, gerakan pembebasan nasional sering telah terbentuk sebelum perang (Kongres Nasional India terbentuk pada 1885; Perang Filipina-Amerika). Dekolonisasi dapat tercapai dengan pernyataan kemerdekaan, mengintegrasikan diri dengan kekuasaan penguasa atau negara lain, atau menciptakan status "asosiasi bebas" (free association). Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menyatakan bahwa dalam proses dekolonisasi tidak ada alternatif selain prinsip kebebasan menentukan (self-determination). Dekolonisasi mungkin melibatkan negosiasi damai dan atau revolusi dengan kekerasan atau pertikaian senjata oleh penduduk asli.

Sumber

2. Protektorat

Menurut hukum internasional, protektorat adalah negara atau wilayah yang dikontrol, bukan dimiliki, oleh negara lain yang lebih kuat. Sebuah protektorat biasanya berstatus otonomi dan berwenang mengurus masalah dalam negeri. Pemimpin pribumi biasanya diperbolehkan untuk memegang jabatan kepala negara, walupun hanya sebatas nominal saja. Negara pengontrol mengurus hubungan luar negeri dan pertahanan protektoratnya, seperti yang tertulis dalam perjanjian. Singkat kata, protektorat merupakan salah satu jenis wilayah dependensi.


Sumber

Kolonialisme

1898

Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.
Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh sukses pasca-kolonialisme.
Peneori ketergantungan seperti Andre Gunder Frank, berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju ke pemindahan kekayaan dari daerah yang dikolonisasi ke daerah pengkolonisasi, dan menghambat kesuksesan pengembangan ekonomi.
Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi.
Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti "mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan".
Lihat juga neokolonialisme sebagai kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama).

Definisi

Collins English Dictionary mendefinisikan kolonialisme sebagai "kebijakan dan praktek kekuatan dalam memperluas kontrol atas masyarakat lemah atau daerah." The Merriam-Webster Dictionary menawarkan empat definisi, termasuk "karakteristik sesuatu koloni" dan "kontrol oleh satu kekuatan di daerah yang bergantung atau orang-orang ". The Encyclopedia 2.006 Stanford Filsafat "menggunakan istilah 'kolonialisme' untuk menggambarkan proses penyelesaian Eropa dan kontrol politik atas seluruh dunia, termasuk Amerika, Australia, dan sebagian Afrika dan Asia." Ini membahas perbedaan antara kolonialisme dan imperialisme dan menyatakan bahwa "mengingat kesulitan konsisten membedakan antara dua istilah, entri ini akan menggunakan kolonialisme sebagai suatu konsep umum yang mengacu pada proyek dominasi politik Eropa dari keenam belas hingga abad kedua puluh yang berakhir dengan gerakan-gerakan pembebasan nasional dari tahun 1960-an ". Dalam pengantarnya untuk Jürgen Osterhammel yang Kolonialisme: Sebuah Tinjauan Teoritis, Roger Tignor mengatakan, "Untuk Osterhammel, esensi kolonialisme adalah adanya koloni, yang secara definisi diatur berbeda dari wilayah lain seperti protektorat atau bola informal pengaruh." Dalam buku tersebut, Osterhammel bertanya, "Bagaimana bisa 'kolonialisme' didefinisikan secara independen dari 'koloni?'" Ia menempel pada definisi tiga-kalimat: Kolonialisme adalah hubungan antara mayoritas (atau paksa diimpor) adat dan minoritas penyerbu asing. Keputusan fundamental yang mempengaruhi kehidupan masyarakat terjajah yang dibuat dan dilaksanakan oleh penguasa kolonial demi kepentingan yang sering didefinisikan dalam sebuah metropolis yang jauh. Menolak kompromi budaya dengan penduduk terjajah, penjajah yakin superioritas mereka sendiri dan mandat mereka dihabiskan untuk memerintah.

 Sumber

 Kolonisasi dan imperialisme pada akhir Perang Dunia II (1945)



 Sumber

Imperialisme

Imperialisme ialah sebuah [kebijakan] di mana sebuah negara besar dapat memegang kendali atau pemerintahan atas daerah lain agar negara itu bisa dipelihara atau berkembang. Sebuah contoh imperialisme terjadi saat negara-negara itu menaklukkan atau menempati tanah-tanah itu.

Timbulnya Kata Imperialisme

Perkataan Imperialisme pertama kali Inggris pada akhir abad XIX. Disraeli, perdana menteri Inggris, ketika itu menjelmakan politik yang ditujukan pada perluasan kerajaan Inggris hingga suatu "impire" yang meliputi seluruh dunia. Politik Disraeli ini mendapat opisisi yang kuat. Golongan oposisi takut kalau-kalau politik Disraeli itu akan menimbulkan krisis-krisis internasional. Karena itu mereka menghendaki pemusatan perhatian pemerintah pada pembangunan dalam negeri dari pada berkecipuhan dalam sola-soal luar negeri. Golongan oposisi ini disebut golongan " !" dan golongan Disraeli (Joseph Chamberlain, Cecil Rhodes) disebut golongan "Empire" atau golongan "Imperialisme". Timbulnya perkataan imperialis atau imperialisme, mula-mula hanya untuk membeda-bedakan golangan Disraeli dari golongan oposisinya, kemudian mendapat isi lain hingga mengandung arti seperti yang kita kenal sekarang.

Asal Mula Kata Imperialisme

Perkataan imperialisme berasal dari kata Latin "imperare" yang artinya "memerintah". Hak untuk memerintah (imperare) disebut "imperium". Orang yang diberi hak itu (diberi imperium) disebut "imperator". Yang lazimnya diberi imperium itu ialah raja, dan karena itu lambat-laun raja disebut imperator dan kerajaannya (ialah daerah dimana imperiumnya berlaku) disebut imperium. Pada zaman dahulu kebesaran seorang raja diukur menurut luas daerahnya, maka raja suatu negara ingin selalu memperluas kerajaannya dengan merebut negara-negara lain. Tindakan raja inilah yang disebut imperialisme oleh orang-orang sekarang, dan kemudian ditambah dengan pengertian-pengertian lain hingga perkataan imperialisme mendapat arti-kata yang kita kenal sekarang ini. hingga kata imperealisme ini bisa digunakan untuk dan menetap dimana saja.

Arti Kata Imperialisme

Imperialisme ialah politik untuk menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya. "Menguasai" disini tidak perlu berarti merebut dengan kekuatan senjata, tetapi dapat dijalankan dengan kekuatan ekonomi, kultur, agama dan ideologi, asal saja dengan paksaan. Imperium disini tidak perlu berarti suatu gabungan dari jajahan-jajahan, tetapi dapat berupa daerah-daerah pengaruh, asal saja untuk kepentingan diri sendiri. Apakah beda antara imperialisme dan kolonialisme ? Imperialisme ialah politik yang dijalankan mengenai seluruh imperium. Kolonialisme ialah politik yang dijalankan mengenai suatu koloni, sesuatu bagian dari imperium jika imperium itu merupakan gabungan jajahan-jajahan.
Lazimnya imperialisme dibagi menjadi dua:
  1. Imperialisme Kuno (Ancient Imperialism). Inti dari imperialisme kuno adalah semboyan gold, gospel, and glory (kekayaan, penyebaran agama dan kejayaan). Suatu negara merebut negara lain untuk menyebarkan agama, mendapatkan kekayaan dan menambah kejayaannya. Imperialisme ini berlangsung sebelum revolusi industri dan dipelopori oleh Spanyol dan Portugal.
  2. Imperialisme Modern (Modern Imperialism). Inti dari imperialisme modern ialah kemajuan ekonomi. Imperialisme modern timbul sesudah revolusi industri. Industri besar-besaran (akibat revolusi industri) membutuhkan bahan mentah yang banyak dan pasar yang luas. Mereka mencari jajahan untuk dijadikan sumber bahan mentah dan pasar bagi hasil-hasil industri, kemudian juga sebgai tempat penanaman modal bagi kapital surplus.
Pembagian imperialisme dalam imperialisme kuno dan imperialisme modern ini didasakan pada soal untuk apa si imperialis merebut orang lain.
Jika mendasarkan pendangan kita pada sektor apa yang ingin direbut si imperialis, maka kita akan mendapatkan pembagian macam imperialisme yang lain, yaitu:
  1. Imperialisme politik. Si imperialis hendak mengusai segala-galnya dari suatu negara lain. Negara yang direbutnya itu merupakan jajahan dalam arti yang sesungguhnya. Bentuk imperialisme politik ini tidak umum ditemui di zaman modern karena pada zaman modern paham nasionalisme sudah berkembang. Imperialisme politik ini biasanya bersembunyi dalam bentuk protectorate dan mandate.
  2. Imperialisme Ekonomi. Si imperialis hendak menguasai hanya ekonominya saja dari suatu negara lain. Jika sesuatu negara tidak mungkin dapat dikuasai dengan jalan imperialisme politik, maka negara itu masih dapat dikuasai juga jika ekonomi negara itu dapat dikuasai si imperialis. Imperialisme ekonomi inilah yang sekarang sangat disukai oleh negara-negara imperialis untuk menggantikan imperialisme politik.
  3. Imperialisme Kebudayaan. Si imperialis hendak menguasai jiwa (de geest, the mind) dari suatu negara lain. Dalam kebudayaan terletak jiwa dari suatu bangsa. Jika kebudayaannya dapat diubah, berubahlah jiwa dari bangsa itu. Si imperialis hendak melenyapkan kebudayaan dari suatu bangsa dan menggantikannya dengan kebudayaan si imperialis, hingga jiwa bangsa jajahan itu menjadi sama atau menjadi satu dengan jiwa si penjajah. Menguasai jiwa suatu bangsa berarti mengusai segala-galanya dari bangsa itu. Imperialisme kebudayaan ini adalah imperialisme yang sangat berbahaya, karena masuknya gampang, tidak terasa oleh yang akan dijajah dan jika berhasil sukar sekali bangsa yang dijajah dapat membebaskan diri kembali, bahkan mungkin tidak sanggup lagi membebaskan diri.
  4. Imperialisme Militer (Military Imperialism). Si imperialis hendak menguasai kedudukan militer dari suatu negara. Ini dijalankan untuk menjamin keselamatan si imperialis untuk kepentingan agresif atau ekonomi. Tidak perlu seluruh negara diduduki sebagai jajahan, cukup jika tempat-tempat yang strategis dari suatu negara berarti menguasai pula seluruh negara dengan ancaman militer.

Sebab-sebab Imperialisme

  1. Keinginan untuk menjadi jaya, menjadi bangsa yang terbesar di seluruh dunia (ambition, eerzucht). Tiap bangsa ingin menjadi jaya. Tetapi sampai dimanakah batas-batas kejayaan itu ? Jika suatu bangsa tidak dapat mengendalikan keinginan ini, mudah bangsa itu menjadi bangsa imperialis. Karena itu dapat dikatakan, bahwa tiap bangsa itu mengandung benih imperialisme.
  2. Perasaan sesuatu bangsa, bahwa bangsa itu adalah bangsa istimewa di dunia ini (racial superiority). Tiap bangsa mempunyai harga diri. Jika harga diri ini menebal, mudah menjadi kecongkakan untuk kemudian menimbulakan anggapan, bahwa merekalah bangsa teristimewa di dunia ini, dan berhak menguasai, atau mengatur atau memimpin bangsa-bangsa lainnya.
  3. Hasrat untuk menyebarkan agama atau ideologi dapat menimbulkan imperialisme. Tujuannya bukan imperialisme, tetapi agama atau ideologi. Imperialisme di sini dapat timbul sebagai "bij-product" saja. Tetapi jika penyebaran agama itu didukung oleh pemerintah negara, maka sering tujuan pertama terdesak dan merosot menjadi alasan untuk membenarkan tindakan imperialisme.
  4. Letak suatu negara yang diangap geografis tidak menguntungkan. Perbatasan suatu negara mempunyai arti yang sangat penting bagi politik negara.
  5. Sebab-sebab ekonomi. Sebab-sebab ekonomi inilah yang merupakan sebab yang terpenting dari timbulnya imperialisme, teistimewa imperialisme modern.
    1. Keinginan untuk mendapatkan kekayaan dari suatu negara
    2. Ingin ikut dalam perdagangan dunia
    3. Ingin menguasai perdagangan
    4. Keinginan untuk menjamin suburnya industri

Akibat Imperialisme

  1. Akibat politik
    1. Terciptanya tanah-tanah jajahan
    2. Politik pemerasan
    3. Berkobarnya perang kolonial
    4. Timbulnya politik dunia (wereldpolitiek)
    5. Timbulnya nasionalisme
  1. Akibat Ekonomis
    1. Negara imperialis merupakan pusat kekayaan, negara jajahan lembah kemiskinan
    2. Industri si imperialis menjadi besar, perniagaan bangsa jajahan lenyap
    3. Perdagangan dunia meluas
    4. Adanya lalu-lintas dunia (wereldverkeer)
    5. Kapital surplus dan penanamna modal di tanah jajahan
    6. Kekuatan ekonomi penduduk asli tanah jajahan lenyap
  2. Akibat sosial
    1. Si imperialis hidup mewah sementara yang dijajah serba kekurangan
    2. Si imperialis maju, yang dijajah mundur
    3. Rasa harga diri lebih pada bangsa penjajah, rasa harga diri kurang pada bangsa yang dijajah
    4. Segala hak ada pada si imperialis, orang yang dijajah tidak memiliki hak apa-apa
    5. Munculnya gerakan Eropa-isasi.

     
       
       
       
      Sumber
       
       
       

Wilayah Seberang Laut Britania

Wilayah Seberang Laut Britania (merah) dan Britania Raya (hijau)

Wilayah Seberang Laut Britania (bahasa Inggris: British Overseas Territories) merupakan empat belas wilayah Britania Raya yang, walaupun bukan merupakan bagian dari Britania Raya, tetapi berada dalam yurisdiksinya.[1] Wilayah-wilayah tersebut adalah sisa Imperium Britania yang belum mendapatkan kemerdekaan atau telah memilih untuk tetap menjadi wilayah Britania. Nama "Wilayah Seberang Laut Britania" diperkenalkan oleh Undang-Undang Wilayah Seberang Laut Britania 2002, menggantikan nama Wilayah Dependensi Britania, yang diperkenalkan oleh Undang-Undang Kebangsaan Britania 1981. Sebelum 1981, wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai koloni atau Koloni Mahkota.
Selain Teritori Antarktika Britania, yang tidak memiliki penghuni tetap[rujukan?], dan Area Pangkalan Kuasa di Siprus, yang merupakan pangkalan militer, seluruh wilayah seberang laut lainnya memiliki penghuni tetap. Secara keseluruhan wilayah-wilayah tersebut mencakup daratan seluas 1.726.950 kilometer persegi (667.000 sq mi) - walaupun 1.709.400 km2 merupakan Teritori Antarktika Britania - dan populasi sejumlah 260.000.[2][3] Teritori Antarktika Britania merupakan bagian dari suatu perjanjian pengakuan setara dengan 4 negara berdaulat lain dan wilayah Antarktika mereka. Britania Raya adalah anggota Traktat Antarktika.[4]
Wilayah Jersey, Guernsey, dan Pulau Man, walaupun juga berada di bawah kedaulatan Kerajaan Britania, memiliki hubungan konstitusional yang berbeda dengan Britania Raya, dan diklasifikasikan sebagai Dependensi Mahkota.[5][6][7] Wilayah Seberang Laut Britania dan Dependensi Mahkota berbeda dengan Negara-Negara Persemakmuran, suatu asosiasi sukarela yang beranggotakan negara-negara yang memiliki hubungan historis dengan Imperium Britania.

Daftar

Ke-14 wilayah seberang laut Britania adalah sebagai berikut:[2]
Bendera Lambang Nama Lokasi Motto Luas Populasi Ibu kota
Flag of Anguilla.svg Coat of Arms of Anguilla.svg Anguilla Karibia dan Wilayah Atlantik Utara Strength and Endurance ("Kekuatan dan Daya Tahan") 146 km² (56.4 mil²) [8] 13.500[9] The Valley
Flag of the British Antarctic Territory.svg Coat of arms of the British Antarctic Territory.svg Teritori Antarktika Britania Antarktika Research and discovery ("Penelitian dan penemuan") 1.709.400 km² (660,000 mil²) [8] 50 pada musim dingin; lebih dari 400 pada musim panas [10] Rothera (pangkalan utama)
Flag of Bermuda.svg Coat of arms of Bermuda.svg Bermuda Samudra Atlantik Utara Quo fata ferunt ("Ke mana takdir membawa [kita]") 54 km² (20.8 mil²) [11] 64.000 (perkiraan 2007) [12] Hamilton
Flag of the Cayman Islands.svg Coat of arms of the Cayman Islands.svg Kepulauan Cayman Karibia dan Wilayah Atlantik Utara He hath founded it upon the seas ("Dia telah mendirikan nya di atas laut") 259 km² (100.0 mil²) [13] 60.456 [13] George Town
Flag of the Falkland Islands.svg Coa Falkland.svg Kepulauan Falkland Samudra Atlantik Selatan Desire the right ("Keinginan akan hak") 12.173 km² (4,700 mil²) [11] 2.955 (sensus 2006) [14] Stanley
Flag of South Georgia and the South Sandwich Islands.svg Coat of arms of South Georgia and the South Sandwich Islands.svg Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan Samudra Atlantik Selatan Leo terram propriam protegat ("Biarkan sang Singa melindungi tanahnya sendiri") 4.066 km² (1,570 mil²) [15] 99 [16] King Edward Point/Grytviken
Flag of Gibraltar.svg Coat of arms of Gibraltar1.svg Gibraltar Iberia Nulli expugnabilis hosti ("Tiada musuh yang akan mengusir kita") 65 km² (25.1 mil²) [17] 28.800 (2005) [18] Gibraltar
Flag of Montserrat.svg Coat of arms of Montserrat.svg Montserrat Karibia dan Wilayah Atlantik Utara
101 km² (39 mil²) [19] 4.655 (perkiraan 2006) [19] Plymouth (ditinggalkan karena letusan gunung berapi—ibu kota de facto adalah Brades)
Flag of the Pitcairn Islands.svg Coat of Arms of the Pitcairn Islands.svg Kepulauan Pitcairn Samudra Pasifik
45 km² (17 mil²)
(seluruh pulau) [20]
51 (2008) [21] Adamstown
Flag of the British Indian Ocean Territory.svg Coat of arms of the British Indian Ocean Territory.svg Teritori Samudra Hindia Britania Samudra Hindia In tutela nostra Limuria ("Limuria dalam tanggung jawab kami") 46 km² (18 mil²) [22] sekitar 3.000 personel militer Britania Raya dan AS.[23] Diego Garcia (pangkalan)
Flag of the United Kingdom.svg[Catatan 1] Royal Coat of Arms of the United Kingdom (HM Government).svg[Catatan 1] Saint Helena, Ascension, dan Tristan da Cunha   Samudra Atlantik Selatan St. Helena : Loyal and Unshakeable ("Setia dan Tak Tergoyahkan ")
Tristan da Cunha : Our faith is our strength ("Iman kita adalah kekuatan kita")
122 km² (47 mil²) [24] 4.000 (2007) [25] Jamestown
Flag of the Turks and Caicos Islands.svg Coat of arms of the Turks and Caicos Islands.svg Kepulauan Turks dan Caicos Karibia dan Wilayah Atlantik Utara
430 km² (166 mil²) [26] 32.000 (perkiraan sensus 2006) [26] Cockburn Town
Flag of the British Virgin Islands.svg Coat of Arms of the British Virgin Islands.svg Kepulauan Virgin Britania Raya Karibia dan Wilayah Atlantik Utara Vigilate ("Waspadalah") 153 km² (59 mil²) [27] 27.000 (perkiraan 2005) [27] Road Town
Flag of the United Kingdom.svg Royal Coat of Arms of the United Kingdom (HM Government).svg Area Pangkalan Kuasa Akrotiri dan Dhekelia Laut Tengah (Siprus)
255 km² (98 mil²) [28] 14.000 (setengahnya merupakan personel militer Britania); Episkopi Cantonment
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  1. ^ a b Tidak ada bendera dan lambang resmi untuk wilayah ini secara keseluruhan kecuali dari Britania, tiga pulau konstituen ini memiliki bendera dan lambang yang terpisah .

Referensi

  1. ^ The 14 Territories
  2. ^ a b "[ARCHIVED CONTENT] UK Overseas Territories Foreign & Commonwealth Office". Collections.europarchive.org. Diakses 2010-12-08.
  3. ^ "CIA - The World Factbook 2002 - South Georgia and the South Sandwich Islands". Faqs.org. Diakses 2010-12-08.
  4. ^ https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ay.html
  5. ^ [1][pranala nonaktif]
  6. ^ "States of Guernsey: About Guernsey". Gov.gg. Diakses 2010-12-08.
  7. ^ "Government - Isle of Man Public Services". Gov.im. Diakses 2010-12-08.
  8. ^ a b "British Antarctic Territory". Jncc.gov.uk. Diakses 2010-12-08.
  9. ^ "Commonwealth Secretariat - Anguilla". Thecommonwealth.org. Diakses 2010-12-08.
  10. ^ "Commonwealth Secretariat - British Antarctic Territory". Thecommonwealth.org. Diakses 2010-12-08.
  11. ^ a b "UNdata | record view | Surface area in km2". Data.un.org. 2009-11-04. Diakses 2010-12-08.
  12. ^ "Bermuda". Jncc.gov.uk. Diakses 2010-12-08.
  13. ^ a b "Cayman Islands". Jncc.gov.uk. Diakses 2010-12-08.
  14. ^ "Commonwealth Secretariat - Falkland Islands". Thecommonwealth.org. 1982-06-14. Diakses 2010-12-08.
  15. ^ http://www.umsl.edu/services/govdocs/wofact92/wf930224.txt
  16. ^ "Population of Grytviken, South Georgia and the South Sandwich Islands". Population.mongabay.com. 2009-03-31. Diakses 2010-12-08.
  17. ^ "Gibraltar". Jncc.gov.uk. Diakses 2010-12-08.
  18. ^ "Commonwealth Secretariat - Gibraltar". Thecommonwealth.org. 2002-11-07. Diakses 2010-12-08.
  19. ^ a b "Montserrat". Jncc.gov.uk. Diakses 2010-12-08.
  20. ^ "Pitcairn Island". Jncc.gov.uk. Diakses 2010-12-08.
  21. ^ "Commonwealth Secretariat - Pitcairn Islands (Pitcairn, Henderson, Ducie and Oeno Islands)". Thecommonwealth.org. Diakses 2010-12-08.
  22. ^ "British Indian Ocean Territory". Jncc.gov.uk. Diakses 2010-12-08.
  23. ^ "Commonwealth Secretariat - British Indian Ocean Territory". Thecommonwealth.org. Diakses 2010-12-08.
  24. ^ "St. Helena". Jncc.gov.uk. Diakses 2010-12-08.
  25. ^ "Commonwealth Secretariat - St Helena and St Helena Dependencies (Islands of St Helena, Ascension and Tristan da Cunha)". Thecommonwealth.org. Diakses 2010-12-08.
  26. ^ a b "Turks and Caicos Islands". Jncc.gov.uk. 2009-11-01. Diakses 2010-12-08.
  27. ^ a b "British Virgin Islands (BVI)". Jncc.gov.uk. Diakses 2010-12-08.
  28. ^ "SBA Cyprus". Jncc.gov.uk. Diakses 2010-12-08.


Sumber

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.