Kamis, 12 Desember 2013

Konstantinopel


Konstantinopel




Constantinople bridge islampos Dimanakah Konstantinopel?
 
“Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya,” (HR.Ahmad).

SEJARAH Konstantinopel atau Byzantium sampai kejatuhannya, prediksi Rasulullah, Imam Al Mahdi, Bangsa Arab, Bangsa Persia, invasi besar-besaran Amerika ke Afganistan dan Irak, dan akhir zaman. Berhubungankah?

Byzantium adalah sebuah kota Yunani Kuno yang menurut legenda didirikan oleh para warga koloni Yunani dari Megara pada tahun 667 SM dan dinamai menurut nama raja mereka Byzas atau Byzantas. Nama Byzantium merupakan latinisasi dari nama asli kota tersebut yaitu Byzantion, kota ini kelak menjadi pusat kekaisaran Byzantium (kekaisaran Romawi menjelang dan pada abad pertengahan dengan nama Konstantinopel).

Pada tahun 196 M, kota ini dikepung oleh pasukan Romawi dan menderita kerusakan parah. Byzantium kemudian dibangun kembali oleh Septimus Severus, yang pada saat itu telah menjadi kaisar dan dengan segera memulihkan kemakmurannya. Lokasi Byzantium menarik perhatian Kaisar Romawi Konstantinus I yang pada tahun 330 M, membangun ulang kota itu menjadi Nova Roma. Setelah mangkatnya, kota ini disebut Konstantinopel (Kota Konstantinus). Kota ini selanjutnya menjadi ibukota Kekaisaran Romawi timur.

Kombinasi imperialisme dan lokasi ini mempengaruhi peran Konstantinopel sebagai titik penyeberangan antara dua benua Eropa dan Asia. Kota ini merupakan sebuah magnet komersial, kultural dan diplomatik. Dengan letak strategisnya itu Konstantinopel mampu mengendalikan rute antara Asia dan Eropa, serta pelayaran dari Laut Mediterania ke Laut Hitam.

Pada tanggal 29 mei 1453, kota ini jatuh ke tangan Bangsa Turki Ottoman dan sekali lagi menjadi ibukota dari Negara yang kuat, yakni kerajaan Ottoman. Bangsa Turki menyebut kota ini Istanbul (meskipun tidak secara resmi sampai tahun 1930) dan terus menjadi kota terbesar dari Republik Turki, sekalipun yang menjadi ibukota Turki adalah Ankara.

Jatuhnya Konstantinopel Ke Tangan Pemerintahan Islam
Gaung penaklukan Konstantinopel telah bergema di kalangan kaum muslimin semenjak Rasulullah SAW menyampaikan sabdanya, dari Abu Qubail, ia berkata: “Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amr bin Al-Ash”, ia ditanya: “yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” kemudian Abdullah meminta peti kitabnya yang masih tertutup. Abu Qubail berkata: “kemudian ia mengeluarkan sebuah kitab dari padanya. Lalu Abdullah berkata: “ketika kami sedang menulis disekeliling Rasulullah SAW tiba-tiba beliau ditanya: “yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma? Kemudian Rasulullah menjawab: “kota heraklius akan ditaklukan terlebih dahulu, yakni kota Konstantinopel.”

Menurut Husain hadits ini dikeluarkan oleh ahmad dan terdapat di dalam Al-Mustadrak di beberapa tempat. Dishahihkan oleh AL-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga disepakati oleh Al-Bani di dalam Silsilah Al-Haditsish Shihah 1/8.

Penaklukan Konstantinopel seperti yang diprediksikan Rasulullah di atas, terjadi setelah melewati masa yang amat panjang yakni 8 abad sejak Rasulullah menyampaikan sabdanya.
[islampos/berbagai sumber]

Sungai Euphrat

Sungai Euphrat


sungai efrat di iraq islampos Misteri Sungai Euphrat Di Iraq

DARI Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyibakkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga dari setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan, “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan pembendaharaan emas. Siapa yang menghadirinya, janganlah mengambilnya sedikitpun.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Ubay bin Ka’ab: “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas. Jika orang-orang mendengar hal itu, mereka berjalan ke sana. Maka orang-orang yang ada di sana mengatakan, “Jika kita membiarkan orang-orang mengambilinya, mereka pasti akan mengambil seluruhnya,” Beliau bersabda, “Maka, mereka bertempur di atasnya, sehingga setiap seratus orang terbunuh sembilan puluh sembilan.” [HR. Muslim]

Ibnu Hajar dalam menyarahkan hadist ini mengatakan bahwa surutnya air sungai Euphrat akan terjadi menjelang kemunculan Al-Mahdi

Rasulullah saw bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan: “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.” [HR. Ahmad]

Syaikh Yusuf al Wabil mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ‘gunung emas’ di sini bukanlah minyak bumi sebagai mana pendapat Abu ‘Ubaiyyah dalam ta’liqnya terhadap kitab An-Nihayah Fil Fitan (1:208) karya Ibnu Katsir, dengan beberapa alasan sebagai berikut:

a. Bahwa dalam nash hadist itu disebutkan lafal “jabal min dzahab” (gunung emas), sedang minyak bumi bukan emas secara hakiki, karena emas merupakan tambang yang sudah dikenal.
b. Bahwa Nabi saw memberitahukan bahwansanya air sungai itu akan menyingkap gunung emas yang dilihat orang, sedangkan minyak bumi itu digali dari dalam bumi dari kedalaman yang amat dalam dengan menggunakan alat-alat.
c. Bahwa Nabi saw mengkhususkan sungai Furat (Euphrat) dengan keistimewaan ini, tanpa menyertakan laut dan sungai lain, sedang minyak bumi digali dari laut dan dari darat di berbagai tempat sebagaimana yang kita lihat.
d. Nabi saw memberitahukan bahwa orang-orang akan berperang di sisi pembendaharaan ini, dan tidak diberitakan bahwa mereka berperang ketika digalinya minyak bumi dari Furat (Euphrat) atau lainnya.

Bahkan Nabi saw melarang orang yang mendatanginya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat laindari Ubay bin Ka’ab r.a, ia berkata, “Manusia senantiasa berselisih dan bersitegang urat leher dalam mencari kekayaan duniawi …, sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat sehingga sungai Euphrat menyingkap gunung emas, maka barangsiapa yang datang kepadanya, janganlah ia mengambil susuatu darinya. [Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrathus-Sa'ah, Bab Laa Taquumu As-Sa'atu Hatta Yahsira Al-Furat 'an Jabal min Dzahab 18:19]

Orang yang menafsirkan “gunung emas” ini dengan minyak bumi, maka sebagai konsekuensinya ia harus menetapkan dilarangnya mengambil minyak bumi ini (karena di dalam hadits tersebut Rasulullah saw melarang seseorang mengambil sesuatu darinya – Penj.), padahal tidak ada seorangpun yang berani mengatakan demikian.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa dilarangnya mengambil emas ini disebabkan hal ini dapat menimbulkan fitnah dan peperangan. [Fathul-Baari 13:81]. Selengkapnya lihat: Tanda-tanda kiamat, Syaikh Yusuf Al Wabil hal 159-160]

Pujian Allah terhadap sungai Euphrat

Dalam riwayat dari Malik bin Sha’sha’ah (dalam hadits tentang mi’raj ke Sidratul Muntaha) disebutkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “…Kemudian saya diangkat ke Sidratul Muntaha, dibawahnya ada empat buah sungai, dua sungai yang tersembunyi dan dua sungai lainnya jelas terlihat. Aku menanyakan hal itu kepada Jibril, maka Jibril menjawab, “Dua sungai yang tersembunyi adalah sungai di dalam surga, sedangkan dua sungai yang jelas terlihat adalah sungai Nil dan Euphrat.” [HR. Bukhari: Bad-ul Khalqi bab Dzikrul Malaikah no. 2968 dan Muslim: Kitabul iman bab al-isra' no. 238]

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Sungai Saihan, Jihan, Euphrat dan Nil adalah sungai yang mengalir dari (mata air di) surga.” [HR. Muslim: Bab ma fid dunya min anharil jannah no. 5073, Ahmad no. 7547]

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Ada empat sungai yang dialirkan dari surga, yaitu sungai Euphrat, Nil, Saihan dan Jaihan.” [HR. Ahmad no. 7229, Abu Ya'la no. 5788 dan Al Khatib. Dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 112]

Syaih Nashirudin Al-Albani berkata, “Barangkali apa yang dimaksud Nabi bahwa sungai-sungai tersebut berasal dari surga adalah sama seperti manusia yang juga berasal dari surga. Hadist ini tidak bertentangan dengan fakta bahwa kedua sungai ini berasal dari mata air yang sangat dikenal di bumi ini. Jika bukan ini atau hal yang serupa yang dimaksud oleh hadits tersebut, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang ghaib yang harus kita percayai dan kita terima, karena Nabi sendirilah yang menceritakan kepada kita.”
[Silsilah Al-Ahadits Ash-Shaihah 1/178]

Bani Tamim dan Panji-Panji Hitam

Bani Tamim dan Panji-Panji Hitam


panjihitam 1024x378 Dimana Bani Tamim dan Panji Panji Hitam Berada?

RASULULLAH SAW sudah menerangkan begitu banyak tanda akhir zaman. Salah satunya tentang kelompok yang mengusung panji-panji hitam. Dimana mereka berada kiranya?

Sabda Nabi SAW “Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya di tengah- tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk”. Maksudnya ialah al-Mahdi. (Ibn Majah, Abu Nuaim & Al- Hakim)

Sabda Nabi SAW, “Apabila keluar Panji-panji Hitam dari arah Khurasan, tidak akan ada sesuatu apa pun yang dapat menolaknya hinggalah dipacakkan di Ilya.” (At- Tarmizi)

lbnu Hazm menyatakan bahwa: “Bani Tamim adalah sebuah Qabilah terbesar dalam qabilah arab dengan bilangan kaumnya yang banyak serta rangkaian sukunya yang luas sehingga Bani Tamim dikatakan sebagai tunggak utama bagi bangsa arab keseluruhannya …. Bahkan mereka mula bertebaran keluar dari dunia arab sejak zaman awal Islam melalui penyertaan mereka yang ramai di dalam bala tentera Islam. Banyak yang digerakkan menuju ke kawasan Khurasan dan lain- lain kawasan penerokaan wllayah …. “.

Dari beberapa dalil di atas kita dapat mengetahui bahwa Bani Tamim adalah pembawa panji-panji hitam berada di daerah khurasan. Mari kita kembali pada sejarah agar kita lebih mudah menkaji hal ini.

Nama wilayah ini selama kekhalifahan pada 750 CE. Khurasan adalah bagian dari Persia (dalam kekuningan ). Di sebelah timur adalah Hind (Sind), yang terhubung budaya sebagian besar dengan India (Hindustan).
Nama “Khorasan” berasal dari Persia Tengah khor (berarti “matahari”) dan asan (atau ayan secara harfiah berarti “datang” atau “datang” atau “akan datang”), maka berarti “tanah di mana matahari terbit”.

Khorasan, juga ditulis sebagai Khurasan, adalah suatu daerah yang bersejarah yang berbaring di timur laut Persia yang telah disebutkan dalam berbagai sumber di masa lalu.Khurasan terdiri dari kota-kota Masyhad , Nishapur , Sabzevar dan Kashmar (sekarang di Iran ), Balkh , dan Herat (sekarang di Afghanistan), Merv , Nisa dan Abiward (sekarang di Turkmenistan ), Samarqand dan Bukhara (sekarang di Uzbekistan ).

Beberapa percaya bahwa pada waktu tertentu Khorasan menutupi area yang lebih luas, yang termasuk Transoxiana , Soghdiana , Sistan , dan memperluas ke batas-batas India .

Setelah kita mengamati sejarah dan peta yang termasuk wilayah khurasan adalah Iran, Pakistan, afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan dan India. Karena dalam hadits Rasulullah s.a.w mengatakan ”Dari Arah Khurasan”.

Kesimpulannya, bahwa pemimpin Bani Tamim yang membawa jamaah panji-panji hitam berada di antara Iran, Afghanistan, Pakistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan India. Kita juga akan mendapat kesimpulan bahwa panji-panji hitam adalah suatu jamaah yang dipimpin oleh seorang pemimpin/amir yang berketurunan Bani Tamim yang senantiasa menggunakan dakwah sebagai senjata mereka. Mereka senantiasa menawarkan kalimah ”Lailahailallah muhammadurasulullah” kepada setiap orang yang mereka datangi.
[sumber: syiar-muslim]

Lima Babak Umat Islam Di Dunia

Lima Babak Umat Islam Di Dunia


pasarislam1 Lima Pembabakan Umat Islam Di Dunia

“Muncul babak kenabian di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak kekhalifahan mengikuti manhaj (cara/metode/sistem) kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak raja-raja yang menggigit selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak  selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak kekhalifahan mengikuti manhaj (cara/metode/sistem) kenabian. Kemudian Nabi Shollallahu ’alaih wa sallam diam,” (HR Ahmad) .

Jadi, berdasarkan hadis di atas, ”ringkasan sejarah umat Islam di akhir zaman” terdiri dari lima  babak atau periode:

Babak I: Kenabian 
Di babak ini umat Islam mengalami perjuangan selama 13 tahun sewaktu di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah di bawah kepemimpinan orang-orang  kafir dan  10 tahun berjuang di Madinah sesudah hijrah dari Mekkah di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad Shollallahu ’alaih wa sallam yang memimpin masyarakat langsung di bawah bimbingan Allah melalui Kitabullah Al-Quran.

Jadi di babak pertama perjalanan sejarah umat Islam terjadi dua kondisi yang sangat berbeda. Pada paruh pertama Nabi Shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat mengalami keadaan dimana yang memimpin ialah kaum kafir musyrik. Sehingga generasi awal umat ini mengalami kekalahan yang menuntut kesabaran luar biasa untuk bisa bertahan menghadapi kejahiliahan yang berlaku.

Namun pada paruh kedua babak pertama ini, sesudah hijrah ke Madinah, kaum Muslimin justru semakin hari semakin kokoh kedudukannya sehingga Allah takdirkan mereka menikmati kejayaan di tengah masyarakat jazirah Arab. Sehingga kaum musyrik Arab pada masa itu akhirnya  harus tunduk kepada kepemimpinan orang-orang beriman.

Babak II: Kekhalifahan Mengikuti Manhaj (cara/metode/sistem) Kenabian
Di babak ini umat Islam menikmati 30 tahun kepemimpinan para  Khulafa Ar-Rasyidin terdiri dari para sahabat utama yaitu  Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan dan  Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhum ajma’iin. Sepanjang babak ini bisa dikatakan umat Islam mengalami masa kejayaan, walaupun sejarah mencatat pada masa kepemimpinan khalifah Ustman dan Ali sudah mulai muncul gejala pergolakan sosial politik di tengah masyarakat yang mereka pimpin. Namun secara umum bisa dikatakan bahwa orang-orang berimanlah yang memimpin masyarakat. Orang-orang kafir dan musyrikin tidak diberi kesempatan untuk berjaya sedikitpun. Hukum Allah tegak dan hukum jahiliah buatan manusia tidak berlaku.

Babak III: Raja-Raja yang Menggigit
Di babak ini umat Islam menikmati selama 13 abad kepemimpinan orang-orang beriman. Para pemimpin pada masa ini dijuluki khalifah. Sistem sosial dan politik yang berlaku disebut khilafah islamyah berdasarkan hukum Al-Quran dan As-Sunnah An-Nabawiyyah.  Namun mengapa Nabi Shollallahu ’alaih wa sallam menyebutnya sebagai babak para raja-raja? Karena bila seorang khalifah wafat maka yang menggantinya mesti anak keturunannya. Demikian seterusnya. Ini berlaku baik pada masa kepemimpinan Daulat Bani Umayyah, Daulat Bani Abbasiyah maupun  Kesultanan Usmani Turki.

Walaupun demikian, umat Islam masih bisa dikatakan mengalami masa kejayaan, karena para khalifah di babak ketiga merupakan “Raja-Raja yang Menggigit”, artinya masih ”menggigit” Al-Quran dan as-sunah. Tentunya tidak sama baiknya dengan kepemimpinan para Khulafa Ar-Rasyididn sebelumnya yang masih ”menggenggam” Al-Quran dan as-sunah. Ibarat mendaki bukit, tentulah lebih aman dan pasti bila talinya digenggam daripada digigit. Tapi secara umum di babak ketiga ini hukum Allah tegak dan hukum jahiliah buatan manusia tidak berlaku.

Babak IV: Raja-Raja yang Memaksakan Kehendak (Diktator)
Sesudah berlalunya babak ketiga di tahun 1924, mulailah umat Islam menjalani babak dimana yang memimpin adalah penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak. Inilah babak dimana kita hidup dewasa ini. Kita saksikan bahwa para penguasa di era modern memimpin dengan memaksakan kehendak mereka sambil mengesampingkan dan mengabaikan kehendak Allah dan rasul-Nya. Entah disebut republik maupun kerajaan, suatu hal yang pasti ialah semuanya berkuasa tidak dengan mengembalikan urusan kehidupan sosial bermasyarakat dan bernegara kepada hukum Al-Quran dan As-Sunnah An-Nabawiyyah. Manusia dipaksa tunduk kepada sesama manusia dengan memberlakukan hukum buatan manusia yang penuh keterbatasan dan vested interest seraya mengabaikan hukum Allah Yang Mahaadil. Hukum jahiliah buatan manusia diberlakukan dan tegak dimana-mana sedangkan  hukum Allah dikesampingkan sehingga tidak berlaku.

Maka kita bisa simpulkan bahwa babak keempat merupakan babak kemenangan bagi kaum kafir dan kekalahan bagi orang-orang beriman. Inilah babak yang paling mirip dengan babak pertama paruh pertama di mana Nabi Shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat berjuang di Mekkah sementara kekuasaan jahiliah kaum kafir musyrik mendominasi di tengah masyarakat. Umat Islam sudah menjalani babak keempat ini selama 85 tahun sejak runtuhnya khilafah islamiah terakhir.  Ini merupakan era paling kelam dalam sejarah Islam di akhir zaman. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Babak V: Kekhalifahan Mengikuti Manhaj (cara/metode/sistem) Kenabian  
Betapapun dewasa ini umat Islam sedang mengalami kekalahan dan kaum kafir mengalami kejayaan, namun kita wajib optimis dan tidak berputus asa. Karena dalam hadis ini Nabi Shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan bahwa sesudah babak kekalahan umat Islam akan datang babak kejayaan kembali yaitu babak kelima dimana bakal tegak kembali kepemimpinan orang-orang  beriman dalam bentuk kekhalifahan mengikuti manhaj (cara/metode/sistem) kenabian.

Saudaraku, pastikan diri kita termasuk ke dalam barisan umat Islam yang sibuk mengupayakan tegaknya babak kelima tersebut. Jangan hendaknya kita malah terlibat dalam berbagai program dan aktivitas yang justru melestarikan babak keempat alias babak kepemimpinan kaum kuffar di era modern ini. Yakinlah bahwa ada sunnatu at-tadaawul ( sunatullah dalam hal pergantian giliran kepemimpinan). Bila kepemimpinan kaum kuffar dewasa ini terasa begitu hegemonik dan menyakitkan, ingatlah selalu bahwa di dunia ini tidak ada perkara yang lestari dan abadi. Semua bakal silih berganti. It’s only a matter of time, brother.

 ”Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir,”  (QS Al-Baqarah ayat 250).
[Ust. Ihsan Tandjung]

Cara Mengenyahkan Sistem Dajjal

Cara Mengenyahkan Sistem Dajjal



625602 10151364076934685 1134330954 n 268x300 Sistem Dajjal; Bagaimana Mengenyahkannya?TIDAK bisa dipungkiri bahwa kita sekarang ini hidup di zaman penuh konspirasi yang selalu menyudutkan umat Islam. Ahmad Thomson—ulama asal Inggris—menyebutnya sebagai sistem Dajjal. Apa itu sistem Dajjal?

Sistem Dajjal adalah sistem kepalsuan, seperti yang terjadi sekarang ini. Orang menyebutnya The New World Order (Tatanan Dunia Baru), meski kenyataannya malah tidak ada tatanan. Yang disebut pejuang hak asasi manusia justru yang sebenarnya teroris. Sedangkan mereka yang dituduh teroris justru sebenarnya orang yang mulia di hadapan Allah.

Ketika tokoh Nazi Joseph Goebbels meninggal, para aparat menemukan buku Propaganda karya Edward Bernays di kamarnya. Bernays merupakan seorang Yahudi dan mahir dalam menyitir pikiran orang. Kelihaiannya itu membuat ia naik daun menjadi konsultan berbagai perusahaan besar Amerika.

Menurut Sayyid Quthb, salah satu cara untuk mengenyahkan sistem Dajjal adalah sebuah komitmen dalam diri umat muslim untuk menerima Islam sepenuhnya atau tidak sama sekali. Sebab komitmen ini akan sangat menakutkan bagi penampuk Sistem Dajjal.

Inilah juga yang pernah terjadi kepada Sayyid Quthb. ‘Pembunuhan’ Sayyid Quthb adalah cara terakhir yang dilakukan Barat karena tidak juga berhasil mengubah pola pikir Asy Syahid meski sudah digoda berkali-kali, dengan jalan kekuasaan, pendidikan, sampai wanita. Namun apa dampak dari itu semua? Semangat militansi untuk kembali kepada Islam yang sesungguhnya menjadi sangat besar pasca buku-buku Sayyid Quthb diterbitkan seusai kematiannya.

Oleh karenanya, benturan Islam vis a vis Sistem Dajjal belum akan usai. Islam akan terus dirongrong oleh media sistem Dajjal lewat berbagai arah. Pertama, Islam akan disudutkan sebagai agama teroris dan bukan bagian dari solusi. Kedua, Islam akan dilihat dari tindak-tanduk keburukan akhlak yang diciptakan oleh oknum-oknum Islam itu sendiri.

Hal ini lah yang pernah disinggung Sayyid Quthb, ketika Barat tidak fair dalam melihat Islam.

Ketika Islam diperintahkan oleh Barat menyelesaikan masalah-masalah yang justru diciptakan oleh Demokrasi, Sosialisme, dan Kapitalisme. Oleh karenanya, dalam Bab Ambil Islam Seluruhnya atau tidak sama sekali dalam buku Dirosah Islamiyah-nya, Sayyid Quthb menulis,  “Tetapi yang aneh setelah itu, adalah bahwa Islam banyak sekali diminta pendapatnya mengenai persoalan-persoalan itu. Islam diminta untuk mengemukakan penyelesaiannya. Jadi tidak logis dan juga tidak adil, kalau dari suatu sistem tertentu diminta menyelesaikan dari masalah-masalah yang tidak ditimbulkannya sendiri, tetapi ditimbulkan oleh sistem lain yang berbeda watak dan metodenya dari sistem itu.”

Atas tantangan Barat itu, dengan pintarnya Sayyid Quthb membalas,  “Laksanakan Islam sebagai suatu keseluruhan dalam sistem hukum pemerintahan, dalam dasar perundang-undangan, dan dalam prinsip-prinsip pendidikan. Baru setelah itu kita dapat melihat apakah masalah-masalah yang ditanyakan itu masih ada dalam masyarakat atau hilang dengan sendirinya.”

Akhirnya semua ini seperti lagu masonik The Beatles yang berjudul Across the Universe, dimana John Lennon berkata,“Nothing Gonna Changes My World.” Ya tidak ada yang boleh mengubah Sistem Dajjal dan media mereka akan terus bergerak sesuai tata kerjanya: penuh rekayasa dan manipulasi.

“Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu.” Protokol of Zion ke 13.
[ponorogoweb]

Letak Khurasan

Letak Khurasan



black flags from khorasan2 Dimanakah Letak Khurasan?

KHURASAN, dalam hampir semua hadist akhir zaman yang disampaikan oleh Rasululllah SAW, memegang peranan penting. Ini karena dari Khurasan-lah awal mula akhir zaman memulai. Lantas dimanakan Khurasan berada?

Berdasarkan peta nationmaster, lokasi negeri ini, berada di sebelah utara Iran (Persia), Pakistan (Sijistan) maupun India(India). Nationmaster menulis: “The older Persian province of Khorasan (also known as the Greater Khorasan ) included parts which are today in Iran, Afghanistan, Tajikistan, Turkmenistan and Uzbekistan”.

Khurasan adalah sebuah wilayah yang sejak 1400 tahun yang lalu bakal diprediksi sebagai tempat kemunculan para ikhwana imam Mahdi (kawan-kawan pendukung imam Mahdi).

Sabda Nabi SAW, “Panji-panji Hitam akan keluar dari arah Khurasan, dan sementara itu kawan-kawan al-Mahdi (pula) keluar menuju ke Baitulmaqdis.”

Hari ini dunia mengenalnya sebagai wilayah dengan nama Afganistan-Tajikistan-Turkmenistan dan Uzbekistan.

Sebuah wilayah yang bergunung-gunung dengan iklim yang esktrim (musim panas yang kering dan musin dingin yang bersalju) , bahkan sering menjadi pusat terjadinya gempa, namun meski dianggap sebagai negeri termiskin di dunia, orang-orang Afghanistan adalah orang-orang yang ulet dan tangguh.

Terbukti imperium Rusia yang pernah menjajah mereka berhasil mereka usir dan kalah (ekonomi Rusia defisit akibat perang Afghan).

Di samping itu saat ini negara tersebut meski sudah berdiri tapi masih dilanda pertikaian antar suku , bahkan pasukan AS dan sekutunya tak mampu menaklukan pertikaian yang ada.

Meski jumlah pasukan dan teknologi yang di turunkan tidak terbilang jumlahnya, namun Khurasan seolah tak terjamah oleh tangan manapun untuk menguasainya.

Adakah mereka hanya bisa dikuasai oleh Imam Mahdi?

Sabda Nabi SAW, “Al-Mahdi akan muncul setelah keluarnya Panji-panji Hitam dari sebelah Timur, yang mana pasukan ini tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun,” (Ibnu Majah).

Sabda Nabi SAW, “Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk.” Maksudnya ialah al-Mahdi. (Ibnu Majah, Abu Nuaim & al-Hakim).
[akhirzaman]

Imam Mahdi Dari Mana Munculnya?

Imam Mahdi Dari Mana Munculnya?

 
 

Imam Mahdi Imam Mahdi; Dari Persia Ataukah Khurasan?

Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

Syubhat: Yang menguatkan bahwa syi’ah adalah kelompok yang benar adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi: “Jika kalian melihat bendera-bendera hitam yang keluar dari arah Khurasan, maka datangilah ia sekalipun dengan merangkak, karena di dalamnya terdapat khalifah Allah, yaitu al-Mahdi.”

Sedangkan penduduk Khurasan adalah penduduk Iran, hadits tersebut telah dishahihkan oleh ulama kalian; Imam Dzahabi dan Ibnul Qayyim.

Jawab: Percayalah kepada saya, kami di majalah Qiblati akan bersikukuh untuk memberikan sebuah hadiah sekalipun pada saat sulit kepada seorang syi’ah yang jujur. Telah tetap dengan dalil tersebut bahwa seorang syi’ah itu tidak akan menjadi seorang syi’ah kecuali saat dia menjadi pendusta, atau orang bodoh.

Sesungguhnya riwayat yang telah Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda tersebut tidak sah penisbatannya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Saya berharap Anda menjadi seorang yang jujur saat Anda menyebutkan para ulama tersebut saat menyebut hadits itu dalam kitab-kitab mereka, mereka menyebut hadits itu dari sisi bahwa hadits itu tidak shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan bukan seperti yang Anda inginkan untuk membuat kerancuan atas manusia.

Imam adz-Dzahabi berpendapat bahwa itu adalah hadits mungkar, saat beliau menyebutkan hadits tersebut dalam Siyar al-‘A’lam (6/132) dia berkata, ‘Ahmad bin Hanbal berkata, ‘Haditsnya (perawi) dalam (hadits) rayah (bendera-bendera) tidak bernilai sesuatupun.”

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam al-Manarul Munif (150) berkata, ‘Dalam sanadnya terdapat Yazid bin Abi Ziyad, dia adalah seorang yang buruk hafalannya, kacau pada akhir usianya, dan memalsu uang.’
Maka bagaimana Anda mengklaim bahwa adz-Dzahabiy dan Ibnul Qayyim telah menshahihkan hadits tersebut?

Kemudian siapa yang telah berkata kepada Anda bahwa negeri Khurasan dalam riwayat ini yang dimaksud adalah Iran?

Negeri Khurasan dalam sejarah masa lalu terbentuk dari sejumlah kota, yaitu, Naisabur, Herat, Merw, dan Balkh. Dan tidak ada hubungan yang menggabungkan negeri Persia dan Khurasan. Negeri Persia memiliki batas-batas yang telah diketahui sekalipun bagian utara dari negeri Khurasan masuk dalam batas Iran saat ini. akan tetapi Khurasan secara umum ada pada Negara Turkmenistan, dan Afghanistan. Bolehlah Anda kembali kepada at-Thobari dalam kitabnya Tarikhul Ummam wal Muluk, dan itu merupakan kitab sejarah terpenting yang menetapkan wilayah dan negeri-negeri agar Anda mengetahui hakikatnya.

Saya akan memberikan kepada Anda sebuah dalil kuat yang menetapkan bahwa negeri Khurasan bukanlah Persia. Yaitu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebut Negeri Persia secara jelas dalam hadits: “Kalian akan memerangi Persia, lalu Allah menundukkannya.” (HR. Ahmad)

Maka hadits ini menunjukkan bahwa Negeri Persia adalah Negara lain, dan Khurasan adalah negeri lain lagi yang berbeda. Saya memohon hidayah kepada Allah untuk kami dan Anda. [qiblati]

Air Danau Tiberias Menyusut dan Munculnya Dajjal

Air Danau Tiberias Menyusut dan Munculnya Dajjal


Sea of galilee dusk from tiberias israel 420x314 Menyusutnya Air Danau Tiberias

1. Air Danau Tiberias Menyusut

DIA berkata, “Pergilah temui laki-laki yang ada di bangunan besar itu karena dia sangat ingin mendengarkan berita dari kalian!”

Maka kami pun bergegas menemuimu, dan merasa takut dengan makhluk itu dan menyangka dia adalah setan.

Laki-laki besar itu berkata, “Beritahukan kepadaku tentang kebun kurma Baisan!” Kami berkata, “Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?”

Dia berkata, “Tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?” Kami berkata, “Ya.” Dia berkata, “Ketahuilah karma-karma itu hampir tidak lagi berbuah.”

“Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!”

Kami pun berkata, “Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?”

Dia berkata, “Apakah di sana ada airnya?”

Kami menjawab, “Danau itu banyak airnya.”

Dia berkata, “Ketahuilah airnya tak lama lagi akan habis.”

“Beritahu aku tentang sumber air Zagar!”

Kami berkata, “Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?”

Dia berkata, “Apakah masih banyak airnya? Apakah penduduk sekitarnya memanfaatkan airnya untuk bercocok tanam?”

Kami menjawab, “Ya, airnya banyak, penduduk sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam.”

Dia berkata, “Beritakan kepada aku tentang Nabi kaum yang ummi, apa yang telah dilakukannya?”

Mereka menjawab, “Dia telah muncul di Mekkah dan tinggal di Yasrib,”

Dia berkata, “Apakah orang-orang Arab memerangi mereka?”

Kami menjawab, “Ya.” Dia berkata, Apa yang dilakukannya kepada mereka?” Maka kami pun memberitahurnya bahwa telah tampak para pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab, mereka mematuhinya.

Dia berkata, “Itu sudah terjadi?”

Kami menjawab, “Ya.”

Dia berkata, “Jika demikian maka yang terbaik bagi kalian ialah mematuhinya. Aku beritahukan kepada kalian siapa sesungguhnya aku ini. Aku adalah al-Masih, hampir datang waktunya aku diizinkan keluar, lalu akan berjalan mengelilingi bumi, tidak satu kampung pun yang tidak kusinggahi dalam waktu empat puluh malam kecuali Mekkah dan Taibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap kali aku berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya aku akan dihadang oleh Malaikat yang memegang pedang mengusir aku menjauhi kedua kota itu. Setiap celah kota itu dijaga oleh para malaikat.””

Fatimah binti Qais (perawi hadits) berkata, “Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam menghentakkan tongkat beliau ke mimbar dan berkata, “Inilah Taibah, inilah Taibah (maksud beliau Madinah). Bukankah aku pernah menyampaikannya hal seperti ini kepada kalian?” Para hadirin menjawab, “Benar,” Beliau shallallahu “alaihi wa sallam melanjutkan, “Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Tamim membuatku kagum karena sesuai dengan yang pernah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal, Madinah dan Mekkah. Dia berada di laut Syam atau laut Yaman; bukan, tetapi dia ada di timur, dia ada di timur, dia ada di timur!” Beliau pun memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur. Fatimah melanjutkan, “Maka aku pun menghafalnya dari Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam.”

Dengan demikian tidak asing lagi bagi kita semua bahwa turunnya permukaan air Danau Tiberias merupakan salah satu pertanda semakin dekatnya kemunculan Dajjal. Zionis Israel saat ini dilanda kecemasan yang tinggi karena debit air Danau berkurang secara signifikan, karena hal ini berpengaruh besar terhadap sektor pertanian bahkan masa depan mereka di bumi penjajahan. Semenjak tahun 2004 pemerintahan zionis membuat garis merah dan garis hitam untuk mengontrol debit air Danau. Sungguh mengejutkan, semenjak tahun 2004 permukaan Danau mengalami penyusutan setinggi 16 M. Terakhir Menteri Pertanian Israel menyatakan secara terbuka melalui kantor berita mereka bahwa debit air danau Tiberias mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan. Berita ini tentunya tidak saja menjadi ancaman bagi rezim Zionis tetapi juga bagi kita umat Islam, karena penurunan permukaan air danau Tiberias adalah salah satu tanda dekatnya waktu kemunculan Dajjal.

Syekh Bin Baz rahimahullah sebelum beliau wafat, ketika mendengar berita turunnya permukaan air danau Tiberias, beliau menangis dan berkata, “Inilah zaman kemunculan Dajjal.”


2. Munculnya Dajjal


tiberias old 420x284 Dajjal Bermula dari Danau Tiberias?
DANAU Tiberias adalah danau air tawar yang terletak di antara bagian bawah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Suriah dan Dataran timur kota Galilea Palestina. Garis pantainya membentang sepanjang 53 km dengan luas 166 km2. Bagian terdalam dari danau ini mencapai kedalaman 46 M. Danau ini secara geografis terletak di wilayah Palestina dan Suriah, tetapi secara politis saat ini dikuasai oleh penjajah zionis Israel.

Danau yang terletak pada posisi 213 di bawah permukaan laut ini terhitung sebagai danau air tawar terendah di dunia, dan danau kedua terendah secaa umum setelah danau Laut Mati yang berasa asin. Danau Tiberias merupakan sumber pasokan utama kebutuhan air bersih Penduduk Palestina dan penjajah Israel. Selain itu Danau ini merupakan lokasi penting bagi pemeluk Semua agama samawi.

Orang-orang Yahudi membangun permukiman mereka di tepi Danau Tiberias, juga resort dan penginapan bagi petinggi militer Israel, mengingat posisinya yang berdekatan dengan perbatasan Palestina dan Suriah, sebagai antisipasi penyusupan pihak-pihak yang tidak mereka kehendaki,

Wilayah ini pun menjadi kawasan wisata elit bagi militer dan pemerintah Israel.

Mereka melengkapi kawasan ini dengan berbagai properti layaknya daerah tujuan wisata ala Eropa yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas maksiat dan bersenang-senang, sehingga terkenal sebagai tempat berselingkuh para prajurit dan pejabat militer Israel, demikian juga dengan sebagian politisi dan tokoh-tokoh mereka. Demikian sepintas tentang danau Tiberias saat ini.

Adapun keterkaitannya dengan kemunculan Dajjal, sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam bahwa turunnya permukaan air danau ini menjadi salah satu tanda-tanda kedatangan Dajjal. Saat ini permukaan air Danau Tiberias telah mengalami penyusutan. Ini tentu menjadi musibah bagi kita semua, karena masa kemunculan Dajjal semakin dekat, sedangkan kedatangannya itu akan membawa fitnah yang besar bagi umat Islam di mana saja mereka berada; sebagian besar manusia terkena fitnah tersebut.

Sang Dajjal, saat kemunculannya, mengaku sebagai Tuhan, mengaku sebagai yang memiliki surga dan neraka. Dalam keterangan tentang Dajjal dinyatakan bahwa kaum wanita adalah yang terbanyak mendatanginya sehingga para laki-laki pulang menemui ibu, putri, saudari, dan bibi mereka, mengikat mereka dengan kuat, karena takut wanita-wanita itu keluar menemui Dajjal. Oleh karena itu Rasulullah shallallahun “alaihi wa sallam bersabda, “Hal yang paling aku takutkan akan menimpa kalian adalah al-Masih ad-Dajjal.”
Agar lebih jelas apa dan mengapa dengan sosok Dajjal ini, berikut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Fatimah bind Qais radhiyallahu “anha. Dalam riwayat tersebut dinyatakan bahwa dia berkata, “Aku mendengar juru panggil Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam menyeru: Shalat Jama”ah! Shalat jama”ah” (panggilan seperti ini biasanya hanya pada waktu shalat atau apabila ada sesuatu yang sangat penting). Fatimah binti Qais melanjutkan, “Maka aku pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam, dan aku berada pada shaf pertama para wanita. Ketika Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam telah selesai beliau duduk di atas mimbar.

Beliau tertawa kemudian berkata,”Hendaklah masing-masing tetap di tempat! Tahukah Anda semua mengapa aku kumpulkan?”

Para Shahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”

Beliau shallallahu “alaihi wa sallam bersabda, “Bukan karena suatu kabar gembira, bukan pula karena suatu ancaman, tetapi karena Tamim ad-Dari tadinya seorang pemeluk Nasrani lalu dia datang menyatakan keIslamannya dan menceritakan kepada aku kejadian yang sesuai dengan yang pernah aku sampaikan kepada kalian semua tentang al-Masih ad-Dajjal. Dia menceritakan kepada aku bahwa dia berlayar dengan tiga puluh orang dari Lakhm dan Juzam, lalu ombak besar membuat mereka terombang ambing di lautan sebulan lamanya hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari. Mereka pun turun dan duduk beristirahat dekat kapal mereka lalu memasuki pulau tersebut. Mereka kemudian bertemu dengan makhluk melata yang dipenuhi bulu. Saking banyaknya bulunya mereka tidak tahu mana bagian depan dan bagian belakangnya. Mereka berkata, Makhluk apakah Engkau ini?”

Makhluk itu berkata, “Aku adalah Jassasah (Pengintai).”

Mereka bertanya, “Apa itu Jassasah?”

Makhluk tu menjawab, “Pergilah kalian menemui laki-laki yang ada digedung besar sana, dia sangat ingin mendengar berita dari kalian.”

Tamim berkata, “Ketika dia menyebut nama seorang laki-laki, kami takut bahwa makhluk itu adalah setan. Maka kami pun bergegas pergi sampai kami menemukan bangunan besar itu lalu masuk ke dalamnya. Disana ada seorang manusia yang paling besar dan paling kuat yang pernah kami lihat. Kedua tangannya terbelenggu ke lehernya diantara kedua lutut dan sikunya. Kami berkata, “Celakalah engkau, makhluk apakah engkau ini?”

Dia menjawab, “Kalian mampu menemukanku, beritahu aku siapa kalian ini!”

Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab, “Kami adalah orang-orang Arab, kami naik kapal laut, tiba-tiba ombak pasang dan kami pun terombang-ambing selama satu bulan sampai akhirnya terdampar di pulau Anda ini. Kami pun merapat dan memasukinya. Tiba-tiba kami bertemu dengan makhluk melata yang berbulu sangat lebat sehingga sulit mengetahui mana depan dan mana bagian belakangnya. Kami berkata kepadanya, “Celakalah engkau, makhluk apakah kau ini?”

Dia menjawab, “Aku adalah jassasah (Pengintai).”

Kami pun berkata, “Apakah jassasah itu?”

Fitnah Ya’juj dan Ma’juj

Fitnah Ya’juj dan Ma’juj


islam gog magog eurasia 490x326 Fitnah Ya’juj dan Ma’juj

SEBAGAIMANA yang telah kita ketahui bersama bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah sosok manusia yang akan keluar di akhir zaman dari kurungan yang di buat oleh Nabi Zulkarnain. Ya’juj dan Ma’juj di indentikkan dalam al-Quran sebagai manusia yang membuat kerusakan di muka bumi, sebagaimana di jelaskan dalam al-Quran surah al-Kahfi ayat 94: Mereka berkata: “Wahai Zulkarnain, Sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya Kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu (dari hasil pendapatan kami) Dengan syarat Engkau membina sebuah tembok di antara Kami Dengan mereka?”

Maka dari ayat di atas dapat diambil sebuah analisa tentang perkataan fasad yang di tujukan kepada Ya’juj dan Ma’juj sebagai sekelompok manusia yang mengabaikan tuntunan ilahi dalam kehidupannya. Jika manusia masih percaya kepada tuhan tentu ia akan mengikuti aturan ilahi dalam kehidupannya. Maka dari sinilah penulis mengambil sebuah kesimpulan bahwa Ya’juj dan Ma’juj merupakan manusia yang tidak bertuhan atau dalam istilah ilmiah disebut dengan atheisme. Sehingga fitnah Ya’juj dan Ma’juj di akhir zaman digambarkan dalam al-Quran sebagai peringatan kepada umat manusia. Jika Ya’juj dan Ma’juj keluar mereka akan membawa fitnah kepada manusia. Sehingga umat Islam akan berperang melawan Ya’juj dan Ma’juj di akhir zaman.

Fitnah atheime inilah yang dibawa oleh ya’juj dan ma’juj keseluruh penjuru dunia, dengan kekuasaan dan kekuatan Ya’juj dan Ma’juj memaksakan kehendak mereka kepada seluruh umat manusia baik Yahudi, Kristen, Islam dan lain-lain. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surah al-Ambiya ayat 96: “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”

Apabila tembok Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka maka mereka akan menyebar ke seluruh tempat yang tinggi. Ibnu Katsir menjelaskan maksudnya adalah Ya’juj dan Ma’juj akan membawa kerusakan dengan sangat cepat ke seluruh penduduk bumi. Sehingga hampir seluruh manusia menimpa fitnah Ya’juj dan Ma’juj. Maka tidak ada kerusakan yang paling besar selain fitnah atheisme. Sebuah fitnah yang menjadikan manusia kekal sebagai penghuni neraka. Fitnah atheisme menjadikan manusia tidak mengakui tuhan dalam kehidupan atau lebih mudahnya dikatakan sebagai tatanan dunia tak bertuhan.

Adapun fitnah atheisme yang dibawa oleh ya’juj dan ma’juj adalah sistem sekulerisme yang diterapkan saat ini ke seluruh penjuru dunia tidak ada satu negara pun yang bisa menghindar dari fitnaj Ya’juj dan Ma’juj teresebut. Sekulerisme adalah sebuah tatanan dunia yang tidak mengakui tuhan dalam mengatur kehidupan manusia. Sehingga lahirlah anak turunan dari sekulerisme seperti dalam bidang ekonomi disebut dengan kapitalisme dan sosialisme, sedangkan dalam bidang politik disebut dengan demokrasi. Sistem demokrasi adalah sistem yang tidak mengakui tuhan dalam mengatur kehidupan manusia, sehingga dalam sistem demokrasi kedaulatan dan kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat bukan Allah SWT. Rakyat yang berhak menentukan aturan hidup manusia melalui wakil-wakilnya di parlemen. Jika parlemen menetapkan hukum zina suka sama suka adalah halal maka menjadi halal ia sehingga masyarakat yang melanggarnya bebas hukuman. Inilah fitnah Ya’juj dan Ma’juj yang telah tersebar ke seluruh penjuru dunia, sehingga menyebabkan manusia menjadi pengikut ya’juj dan ma’juj tanpa di sadari.

Dari abu said al-Khudri dari Rasulullah beliau bersabda, Allah berfirman wahai Adam lalu Adam menjawab aku sambut panggilan mu ya Allah, dan dengan bahagia aku menerima perintah mu segala kebaikan berada di tangan mu. kemudian Allah berfirman: keluarkanlah pasukan ahli neraka. Adam bertanya apakah pasukan ahli neraka itu? Allah berfirman 1000 ada 999 yang masuk neraka maka ketika itu anak-anak kecil rambutnya mendadak beruban, setiap yang hamil melahirkan kandungannya dan kamu lihat manusia sama mabuknya padahal mereka tidak mabuk melainkan hanya azab Allah itu pedih. Para sahabat bertanya wahai rasulullah bagaimana posisi kita kalau yang bukan pasukan neraka itu hanya satu orang di antara seribu orang? beliau menjawab bergembiralah karena di antara kamu hanya seorang yang masuk surga sedangkan dari ya’juj dan ma’juj seribu orang yang masuk neraka (sahih Bukhari).

Hadis di atas menjelaskan tentang keadaan manusia di saat tembok Ya’juj dan Ma’juj telah hancur kemudian mereka menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan membawa fitnah yang sangat besar. Sehingga hampir semua manusia menjadi penghuni neraka kecuali hanya sedikit saja yang terbebas dari fitnah tersebut. 

Kemudian dalam hadis yang lain Rasulullah menjelaskan tentang fitnah ya’juj dan ma’juj yang akan menimpa bangsa Arab sebagaimana dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Zainab Binti Jahsh (isteri Nabi SAW), menjelaskan; “Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian beliau bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) telah dibukanya penutup Ya`juj dan Ma`juj seperti ini!” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim).

Pada masa Rasulullah pintu ya’juj dan ma’juj telah terbuka tetapi hanya sedikit, rasulullah membuat lingkaran jarinya. Sekarang kita telah melalui masa dari zaman rasulullah hingga sekarang sudah 1400 tahun, apakah kita masih saja berkeyakinan tembok ya’juj ma’juj masih belum runtuh. Dan apa yang dijelaskan tentang fitnah yang akan menimpa bangsa Arab benar-benar telah terjadi hari ini, lihatlah apa yang terjadi di Mesir, Palestina, dan Suriah, ini merupakan awal dari kehancuran bangsa Arab yang dilakukan oleh ya’juj dan ma’juj. Dan akan datang kehancuran yang lebih besar di masa yang akan datang sebagaimana nubuat Nabi SAW.
[Zulfahmi, MA/Alumnus University of malaya]

Ya’juj dan Ma’juj

Ya’juj dan Ma’juj


 yajuj majuj Apakah Ya’juj dan Ma’juj Telah Keluar? (1)


SEMUA tanda telah menunjukkan bahwa kita hidup di akhir zaman lalu apa implikasi dari hidup di akhir zaman? Rasulullah saw telah mendatangi para sahabat yang sedang berbicara sesama mereka dan dia bertanya, ” Kamu berbicara tentang apa?”. Dan mereka mengatakan kami tengah berbicara mengenai tanda-tanda akhir zaman. Hadis ini ada dalam sahih Bukhari dan sahih Muslim. Dan baginda menyatakan bahawa hari akhirat tak akan tiba sehingga.. dan baginda memberitahu mengenai 10 tanda. Salah satunya adalah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.

Apakah Ya’juj dan Ma’juj telah keluar suatu pertanyaan yang amat menarik. Bagi mereka yang mempunyai mitos yang sesat dengan mengatakan Ya’juj Ma’juj itu mempunyai telinga yang besar, tangan yang banyak. Pasti mereka akan mengatakan ya;juj dan Ma’juj belum lagi keluar maka sila anda tunggu sampai hari kiamat. Apabila anda ingin mengetahui apakah Ya’juj dan Ma’juj sudah keluar atau belum hanya al-Quran yang mampu menjawab pertanyaan tersebut itu. Allah SWT berfirman dalam Surah al-Ambiya ayat 95-96

Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali. Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”

Allah telah memberi isyarah tentang sebuah penduduk negeri yang telah dibinasakan dan dihancurkan negeri itu. Kemudian mereka di usir dari negeri itu. Mereka selamanya tidak akan kembali ke negeri itu karena Allah telah membuat keputusannya. Hanya dengan satu jalan Allah mengizinkan mereka kembali kenegeri itu, apabila Ya’juj dan Ma’juj dilepaskan dari kurungannya dibalik sebuah gunung.

Kemudian Ya;juj dan Ma’juj mengusai dunia. Dengan kekuasaan itulah dia mengembalikan penduduk negeri yang telah diusir oleh Allah untuk kembali ketempat asalnya. Syekh Imran Hosein pakar ilmu akhir zaman telah memberikan pendapat yang sangat logis yang tidak pernah satupun ulama sebelumnya memberikan jawaban siapakah penduduk negeri itu.  Beliau telah menjelaskan dalam bukunya Jerusalem in the Quran bahawa penduduk negeri itu adalah bani Israel. Allah berfirman dalam Al-quran surah Al-Israa’ ayat 4,

dan Kami menyatakan kepada Bani Israil Dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan melakukan kerosakan di bumi (Palestin) dua kali, dan Sesungguhnya kamu akan berlaku sombong angkuh Dengan melampau.

Setelah kali pertama mereka membuat kerusakan di kota suci yerusalem dengan membunuh nabi-nabi termasuk rancangan menyalip nabi Isa AS. Kemudian Allah Hancurkan mereka dan di usir dari negeri itu. Melalui tangan-tangan tentara Rum. Sehingga mereka melang-lang buana selama dua ribu tahun hidup tanpa tanah air. Sebagaimna Allah berfirman dalam surah al- A’raf ayat 168:

Dan Kami sebarkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”

Hal yang sangat aneh terjadi setelah keruntuhan khilafah Turki Usmaniyyah dan kekuasaan dunia beralih ketangan Britis berdasarkan Deklarasi Balfour 1917M maka pada masa itu bani Israel diseluruh dunia diserukan untuk kembali ke kota suci yerusalem (palestin).  Maka jutaan bani Israel kembali ke Yerusalem dan menetap di sana. Sehingga pada tahun 1948 M Isreal resmi menjadi Negara yang di akui oleh lembaga PBB. Semenjak bani Israel kembali ke Yerusalem pada saat itulah kekacauan dunia dimulai hingga saat ini.

Maka dari ulasan diatas tentu kita sudah mengetahui siapa Ya’juj dan Ma’ju’ dan siapa penduduk negeri yang di telah dihancurkan dan mereka telah kembali. Dan Allah telah menetapkan terhadap bani isrel mereka akan berbuat kerusakan dimuka bumi sebanyak dua kali. Dan sekarang kali kedua mereka membuat kerosakan dan agenda itu sedang berjalan diseluruh dunia. Hanya mereka yang telah dibutakan hatinya oleh Allah tidak dapat melihat  apa yang sedang berlaku hari ini. Peperangan, kekacauan, penindasan dan pembantaian diseluruh dunia hanya satu biang pembuat masalah yaitu bani Israel dan sekarang mereka telah mempunyai dukungan yang sangat banyak dan menamakan organisasi mereka dengan zionisme.

DARI manakah asal Ya’juj dan Ma’juj? Al-Quran telah menjelaskan letak wilyah mereka tinggal disaat Dzulkarnain membangun tembok pembatas antara sebuah negeri disebabkan bangsa Ya’juj dan Ma’juj selalu membuat kerusakan terhadap penduduk negeri itu. Al-Quran menjelaskan dalam surah al-kahfi 85-86:

Maka diapun menempuh suatu jalan.  Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.”

Dzulkarnain berangkat dan mengembara beliau merupakan raja persia, dalam kitab nabi Daniel disebutkan:  dari Nabi Daniel tentangg biri-biri jantan bertanduk dua, yang sebelah tanduknya lebih tinggi yang datang belakangan, mengisyaratakan tanduk yang lebih rendah yaitu Media dan tanduk yang lebih tinggi yaitu Parsi yang belakangan menjadi Imperium Parsi. Dalam sejarah tokoh yang mendirikan Kerajaan Media dan Parsi yang kemudian menjadi Imperium Parsi tersebut adalah Cyrus the Great (600 – 529) SM, mendirikan Imprium Parsi (550) SM, dan memerintah (550 – 529) SM.

Dari keterangan Nabi Daniel itu mengisyaratkan bahwa Dzulqarnain adalah Cyrus the Great   kemudian beliau menempuh salah satu jalan sehingga beliau sampai ke  sebuah tempat terbenam matahari artinya beliau menuju ke arah barat  dan mendapati laut yang berlumpur hitam, ibnu katsir telah memberi penafsiran bahwa yang dimaksud laut berlumpur hitam adalah laut hitam.  Kemudian dia memutar arah balik kempat terbitnya mata hari.  Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah al-kahfi ayat 89-90:

Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu.” 

Maka apabila Dzulkarnain berbalik arah dan menuju kerah timur  di situ hanya ada satu laut bisa menghalanginya iaitu laut kaspia. Beliau mendapatkan sebuah kaum yang begitu miskin. Kemudian beliau mengambil suatu jalan yang lain sebagaimana firman Allah surah al-kahfi ayat 92-93

Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.”

Apabila Dzulkarnain mengambil jalan yang lain kemudian beliau mendapati dua buah pegunungan. Maka pegunungan yang terletak antara laut hitam dan laut kaspia hanya ada pegunungan Kaukasus.  Dan beliau mendapati sebuah kaum yang bahasanya susah dimengerti oleh bangsa lain.  Maka kaum yang ada dibalik pegunungan itu dan susah dimengerti pembicaraanya adalah bangsa georgia. Kemudian bangsa ini meminta tolong kepada Dzulkarnain sebagaimana dijelaskan dalam surah al-kahfi ayat 94:

Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’jujitu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” 

Disebabkan pemisah antara Ya’juj dan Ma’juj dan bangsa georgia hanya dua buah gunung dan antara kedua gunung tersebut terdapat lereng yang sering dilewati oleh bangsa Ya’juj dan Ma’juj. Maka Dzulkarnain membuatlah dinding penghalang pada celah gunung tersebut. Selesai membina dinding penghalang tersebut beliau berkata sebagaimana dalam surah al-kahfi ayat 98:

Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.”

Persoalanya adalah apakah dinding penghalang tersebut telah hancur.  Maka saya katakan sekali lagi kepada mereka yang masih buta mata hatinya yang masih saja berpendapat bahwa Ya’juj dan Ma’juj belum keluar. Tolong tunjukkan di mana tembok itu sekarang kalau masih ada. DM Dunlop  dalam bukunya, The History of the Jewish Khazars, ia menyatakan bahwa tembok tersebut adalah “Benteng Kaukasus (yang berasal dari masa pra-Islam) yang dikenal sebagai “Wall of Darband “, dan mengamati bahwa “rangkaian materi yang terang dan gelap (tembaga dan besi) adalah fitur paling menonjol dari kedua catatan tersebut, yang tentu mungkin saja dipengaruhi oleh ayat Al Qur’an di mana menyebutkan besi dan kuningan cair.

SIAPAKAH sebenarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj dibalik gunung tersebut. Maka negara yang berbatasan dengan georgia sekarang adalah negara Rusia. Dalam Kitab Yehezkiel 38:1-4, diterangkan sbb:

“Dan lagi datanglah firman Tuhan kepadaku, bunyinya: Hai anak Adam! Tujukkanlah mukamu kepada Juj dan tanah majuj, raja Rus, Masekh dan Tubal, dan bernubuatlah akan halnya. Katakanlah: Demikianlah firman Tuhan Hua. Bahwasanya Aku membalas kepadamu kelak, hai Juj, raja Rus, masekh dan Tubal. Dan kubawa akan dikau berkeliling dan kububuh kait pada rahangmu … “
Tiga nama yang disebutkan dalam kitab Bible ialah: Rus atau Rusia, Masekh atau Moscow, dan Tubal atau Tobolsk. Rusia adalah nama negara, sedangkan Masekh dan Tubal adalah nama dua sungai di sebelah Utara pegunungan Kaukasus. Pada sungai Masekh terletak kota Moscow, dan pada sungai Tubal terletak kota Tobolsk; dua-duanya merupakan kota Rusia yang termasyur. Mengingat terangnya gambaran ini, maka tak diragukan lagi siapa Ya’juj itu.

Jadi terang sekali bahwa Juj ialah Russia, tempat kediaman bangsa Slavia. Adapun Ma’juj adalah negara itu juga. Jadi di satu Pihak, Juj dikatakan sebagai raja Rusia, di lain fihak, ia digambarkan mendiami tanah Majuj. Rusia terletak di Eropa. Penduduk Eropa terdiri dari dua pokok suku-bangsa, yaitu Slavia dan Teutonia. Bangsa Teutonia meliputi bangsa Britis dan bangsa Jerman. Ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa Juj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Timur (Slavia), sedangkan Majuj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Barat, yaitu bangsa Teutonia.

Di daerah Rusia sekarang dulu berdiri kerajaan Khazaria yang menguasai wilayah Europa timur (Slavia) merekalah yang disebutkan dalam al-Quran sebagai bangsa Ya;juj dan Ma’juj.  Kira-kira pada tahun 740M, terjadi sebuah peristiwa. Bangsa Khazars di bawah tekanan terus menerus kedua super power tetangganya, Byzantium dan Muslim, apakah menerima agama Kristen atau Islam, akan tetapi penguasa bangsa Khazar, yang disebut Khakan, mendengar ada agama ketiga yaitu Judaisme atau Yahudi.

Nampaknya untuk alasan-alasan kemandirian politik, Khakan mengumumkan bahwa bangsa Khazars menerima Judaisme sebagai agama mereka. Dalam waktu satu malam seluruh kelompok baru, bangsa Khazars yang suka berperang, tiba-tiba menyatakan dirinya sebagai Yahudi. Khazar mulai dideskripsikan sebagai ‘Kerajaan Yahudi’ oleh sejarawan pada waktu itu. Penerus penguasa Khazar mengambil nama Yahudi dan selama akhir abad ke-9 kerajaan Khazar menjadi tempat berlindung orang-orang Yahudi dari tempat lain.

Maka dalam hal inilah para ahli sejarah membagikan yahudi kepada dua. Yang pertama yahudi Sephardhic. Mereka merupakan yahudi asli sebagai keturunan Semit. Dan yang kedua adalah yahudi Ashkenazi.  Mereka merupakan Yahudi yang tidak berketurunan semit akan tetapi mereka berasal dari kerajaan khazaria. Ibnu Katsir, ketika membahas asal-usul ‘Ya’juj wa Ma’juj (Gog dan Magog) orang-orang yang secara tradisional mendiami wilayah antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, wilayah dimana berdiri Kerajaan Khazar  dalam karya sejarah, Al-Bidayah wal-Nihayah, secara khusus menyatakan bahwa “Gog dan Magog adalah dua kelompok bangsa Turki, keturunan dari Yafith (Yafet), ayah dari Turki, salah seorang dari anak nabi Nuh as.”

Arthur Koestler dalam bukunya, The Thirteenth Tribe,  ia mengatakan yahudi Ashkenazi yang merupakan bangsa khazar mereka tidak bisa mengklaim sebagai keturunan Semit, asal-usul nenek moyang mereka bukan Shem tetapi keturunan dari putra ketiga Nuh, Yafet; atau lebih tepatnya anak-cucu Yafet, Togarma, yang merupakan nenek moyang semua suku bangsa Turki. DM Dunlop menulis dalam bukunya, The History of the Jewish Khazars (Sejarah Yahudi Khazar): “Ketika kerajaan Khazar mulai pecah pada paruh kedua abad X M, dan mereka mulai menyebar, menderita hal yang sama seperti cobaan dan kesengsaraan yang ditimpa rekan-rekan Sephardhic saat mereka exodus. Ashkenazim menyebar ke utara, ke wilayah Rusia dan kemudian ke barat, ke seluruh Eropa. Kemanapun mereka pergi, mereka selalu mengalami penentangan besar dari ‘Kristen’ Eropa abad pertengahan, karena mereka telah keliru mempercayai bahwa Yesus telah disalibkan – suatu peristiwa yang ironisnya tidak pernah terjadi  dan bahwa orang Yahudi telah ikut bertanggung jawab dalam melakukan dugaan penyaliban, menganiaya mereka sebagai ‘pembunuh Kristus’. Orang-orang Yahudi Khazar tidak hanya mewarisi agama usang orang Yahudi Sephardhic, tetapi juga dengan stigma yang dilekatkan kepada mereka oleh orang-orang Kristen Eropa”.

Pada saat itu, kurang dari empat abad sebelumnya, sebuah misteri yang signifikan memasuki kisah Zion: mengapa pemerintahan didirikan di Polandia? Sampai tahapan sejarah tersebut, namun diungkapkan tidak ada jejak migrasi besar-besaran Yahudi ke Polandia. Orang-orang Yahudi yang memasuki Spanyol bersama dengan bangsa Moor berasal dari Afrika Utara dan ketika mereka meninggalkan Spanyol, sebagian besar dari mereka kembali ke negeri asalnya atau pergi ke Mesir, Palestina, Italia, pulau-pulau Yunani dan Turki. Koloni-koloni lain telah muncul di Perancis, Jerman, Belanda dan Inggris dan jumlahnya diperbesar oleh kedatangan orang Yahudi dari Semenanjung Spanyol. Tidak ada catatan bahwa sejumlah besar Yahudi Spanyol pergi ke Polandia, atau bahwa telah terjadi migrasi besar-besaran Yahudi ke Polandia pada waktu sebelumnya.

PADA waktu “pusat” dipindahkan ke Polandia, bangsa Khazar mulai bergerak ke arah Eropa, dan kemudian masuk ke Barat dengan kedok sebagai “Yahudi”. Setelah bangsa Khazars pindah dan hidup bersama orang Yahudi, Yahudi Khazar meninggalkan warisan yang berbeda dari Yahudi yang lainnya dari generasi ke generasi. Satu unsur warisan Yahudi Khazar adalah sebuah bentuk militant dari Zionisme.

Meskipun mereka telah lama sekali menganut agama Yahudi dan kecil kemungkinannya dunia mengetahui siapa mereka sebenarnya, sebelum Pusat Talmud dibentuk, mereka datang berkelompok dan bergabung disekitarnya. Ketika mereka dikenal sebagai “Yahudi dari Timur”, mereka diuntungkan oleh efek yang membingungkan dari kontraksi kata-kata orang Yehuda, atau orang Yudea, ke “Yahudi”; tidak akan pernah ada yang percaya bahwa mereka orang Yehuda, atau orang Yudea. Pada saat mereka mengambil alih kepemimpinan Yahudi, dogma “kembali” ke Palestina dikhutbahkan atas nama orang-orang yang tidak punya darah Semit atau hubungan leluhur apapun dengan Palestina!

Sebagiannya, oleh karena dianiaya oleh orang-orang Kristen Eropa Abad Pertengahan, sehingga orang-orang Yahudi terus menerus berpindah-pindah tempat ke Eropa dan bahkan sampai ke Spanyol, di mana mereka diperlakukan dengan penuh toleransi oleh para penguasa Muslim, sesuai dengan Hukum Dzimmah – Dhimma Contract sampai Inquisi Spanyol. Dalam pergantian abad berikutnya, sejumlah besar Ashkenazim berpindah tempat ke Amerika, wilayah baru mereka dengan harapan dan janji.

Bukti yang sangat memeranjat kita adalah bahawa yang berkuasa selama berdirinya Israel di Yerusalem bukan Yahudi yang berketurunan semit atau bani Israel mereka adalah Yahudi Khazar, Delapan Perdana Menteri Israel adalah dari ketrunan bangsa Khazar 

[Zulfahmi, MA, Alumnus University of Malaya/sumber: wikipedia]

Munculnya al-Masih Dajjal

Munculnya al-Masih Dajjal


dajjal 490x326 Latar Belakang Munculnya al Masih Dajjal (1)

Oleh: Zulfahmi,MA, Alumnus University of Malaya

YAHUDI merupakan sebuah kaum yang pada dasarnya merupakan kaum pilihan tuhan diantara umat manusia lainnya, Pada abad 17 SM orang-orang Bani Israel ditimpa kelaparan dan kekeringan sehingga mereka bersama dengan Ya’qub berhijrah dari Palestina ke Mesir menemui Yusuf as yang saat itu menjadi menteri di pemerintahan Fir’aun. Berselang waktu yang lama akhirnya keturunan Ya’qub diperbudak oleh Fir’aun.

Pada abad 14 – 13 SM Allah SWT mengutus Musa as kepada mereka di sinilah dimulai agama Yahudi sehingga menjadikan mereka bertentangan dengan Fir’aun dan kaumnya. Peretentangan itu mejadikan orang-orang Bani Israel keluar dari Mesir, sebagaimana firman Allah SWT :

Artinya : “Dan (Ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.” (QS. Al Baqarah 2:49-50)

Hijrah tersebut terjadi pada abad 1280 SM pada masa pemerintahan Ramses II. Setelah itu mereka (orang-orang Yahudi) berada dibawah pimpinan Yusa’ yang menggantikan Musa as dan menetap di Kan’an (Palestina). Daud as berhasil mendirikan pemerintahannya di Yerusalem pada tahun 990 SM dan disinilah Daud mendapatkan perintah untuk membangun Baitul Maqdis akan tetapi dikarenakan kesibukannya berperang maka itu semua tidak sempat dilakukannya sehingga Allah SWT. mewahyukan kepadanya agar memerintahkan anaknya yang bernama Sulaiman as untuk membangun Baitul Maqdis dan ditengah pembangunannya itu beliau as membangun Haekal sebagai tempat peribadahan lengkap dengan altar penyembelihan kurbannya.

Dalam bukunya Zionis, Gerakan Menaklukkan Dunia, Maulani menjelaskan Setelah Sulaiman as wafat pada tahun 922 SM, pemerintahan Daud terpecah menjadi dua: kerajaan Israel di bawah pimpinan Jeroboam di sebelah utara dan kerajaan Yahudza di sebelah selatan yang dipimpin oleh Rehoboam. Di antara keduanya sering terlibat peperangan panjang hingga masa mereka dihancurkan oleh Bukhtanshar Raja Babilonia pada tahun 587 SM. Pada penyerangan ini terjadi penghancuran terhadap Yerusalem termasuk terhadap Haekal Sulaiman. Mereka berhasil menawan dan membawa banyak orang-orang Yahudi ke Babilonia dan menetap di sana yang dikenal dalam sejarah Yahudi dengan para tawanan orang-orang Babilonia.

Menurut sejarah Bani Israel menjadi budak Babilonia selama 50 tahun, pada masa menjadi budak di negeri Babil Allah mengutus para nabi untuk menghibur mereka. Salah satu nabinya adalah Nabi Daniel, Allah berfirman kepada nabi Daniel bahwa Allah berjanji kepada Bani Israel akan mengirim satu nabi khusus unuk Bani Israel, nabi ini bergelar mesias /al-Masih yang tugasnya adalah untuk mengembalikan kembali puncak kejayaan Bani Israel di Yerusalem sebagai kerajaan yang menguasai dunia tanpa tandingan, seperti layaknya zaman nabi Daud dan Sulaiman pada masa lalu. Sebagaimana dalam kitab taurat:

“Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum Yahudi memasuki ‘Tanah yang Dijanjikan’. Dan Al-Masih akan memerintah dari atas puncak bukit Zion”.

Bani Israel sungguh bahagia dengan kabar ini, dan menunggu al-Masih yang di janjikan Allah pada mereka, kerajaan Babilonia pun kalah perang dan hancur oleh kerajaan Persia  dan pemerintah Persia membebaskan perbudakan bani israel dari babilonia dan mengirim kembali Bani Israel ke Yerusalem untuk membina kembali kerajaan Israel. Kemudian Haikal Sulaiman pun kembali di bina namun tak semegah semasa zaman sulaiman dulu, Bani Israel pun semakin gembira untuk menatap masa depan bahwa masa yang di janjikan Allah itu telah dekat.

DALAM Majalah at Tarikh al Arabi disebutkan bahwa setelah orang-orang Bani Israel dipulangkan kembali tanah yang di janjikan kepada mereka yaitu Palestina. Maka mereka membangun kembali tempat peribadatan yang telah dihancurkan oleh Bukhtanshar. Ketika kerajaan Persia telah hancur maka kekuasaan mereka pun jatuh ketangan Aleksander al-Maqduni sehingga orang-orang Yahudi menampakkan loayalitas, ketundukan dan penyambutan mereka kepada Aleksander al-Maqduni. Kerajaan Aleksander al-Maqduni menguasai Yerusalem tahun 332 SM. Dan sejak saat itu mereka berada dibawah kekuasaan Yunani.

Setelah Aleksander al Maqduni wafat maka kekuasaannya terpecah diantara mereka, Mesir berada di tangan Ptolomeus sedangkan negara-negara utara diserahkan ketangan Selecus. Namun pada tahun 199 SM terjadi peperangan antara Ptolomeus dan Selecus yang kemudian dimenangkan Ptolomeus..

Pada tahun 198 SM Yerusalem jatuh ketangan Raja Suria yang bernama Antiochus dan sejak saat itu terjadi berbagai fitnah dan peperangan berdarah di Yeusalem hingga masa kedatangan pemimpin Romawi yang bernama Pompy tahun 63 SM yang kemudian berhasil menguasai Yerusalem. Sejak saat itu Yerusalem berada ditangan kekuasaan orang-orang Romawi dan menjadikannya sebagai Negara Romawi. Pada masa inilah Isa bin Maryam dilahirkan di kota Betlehem di akhir pemerintahan Herodes pada tahun 37 – 40 M.

Waktu terus berlalu perpindahan kekuasaan atas tanah suci Yerusalem dari kerajaan lain terus berganti mestipun bani israel sudah kembali ketanah suci namun Yeruslem masih juga belum merdekakan dari kerajaan yang menguasai wilayah tersebut. Pada masa tanah suci Yerusalem pindah kekuasaan di bawah naungan kerajaan romawi, pada masa itu Allah mengutus nabi al-Masih yang di janjikan Allah untuk Bani Israel, dengan tujuan untuk mengembalikan masa kejayaan Bani Israel seperti zaman Sulaiman dulu.

Allah telah memenuhi beberapa janji kepada bani Israel. Pada masa itu Bani Israel telah dikumpulkan ketempat semula tanah yang dijanjikan di Yerusalem yang nantinya al-Masih akan memerintah disana sebagai raja bagi Bani Israel. Kemudian Allah mengutus al-Masih sebagaimana janjinya dulu melalui nabi Daniel. namun mereka menolak menerima al-Masih sebagai nabi mereka, karena mereka berpendapat dan menuduh bahwa isa anak di luar nikah,

Mereka berpandangan bagaimana mungkin al-Masih yang hidup miskin dan pengikutnya yang sedikit untuk memerdekakan tanah suci Yerusalem dari genggaman kerajaan romawi yang paling kuat pada masa itu. Akhirnya mereka menuduh al-Masih telah melecehkan agama dengan mengaku dirinya sebagai al-Masih.

Maka akhirnya mereka mencoba membunuh al-Masih dengan menghasut al-Masih kepada raja romawi pada saat itu untuk meyalib al-Masih. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-quran surah a-Nisa’ 157: “Dan juga (disebabkan) dakwaan mereka Dengan mengatakan: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al-Masih Isa Ibni Maryam, Rasul Allah”. padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak memalangnya (di kayu palang – salib), tetapi diserupakan bagi mereka (orang Yang mereka bunuh itu seperti Nabi Isa). dan Sesungguhnya orang-orang Yang telah berselisih faham, mengenai Nabi Isa, sebenarnya mereka berada Dalam keadaan syak (ragu-ragu) tentang menentukan (pembunuhannya). tiada sesuatu pengetahuan pun bagi mereka mengenainya selain daripada mengikut sangkaan semata-mata; dan mereka tidak membunuhnya Dengan yakin.”

Setelah Bani Israel meyakini bahwa orang yang mereka bunuh bukan al-Masih dengan bukti yang sangat kuat, mereka mengatakan buktinya orang yang mengaku al-masih telah meninggal ditiang salib. Sehingga bertambah-tambahlah keyakinan mereka bahwa itu bukan al-Masih. Konsekwensinya adalah bahwa janji Allah untuk mengutus seorang rasul dengan misi membawa kembali kegemilangan bangsa yahudi sebagaimana masa Nabi Daud dan Sulaiman belum tercapai. Sedangkan orang yang mengaku al-masih telah mati ditiang salib. Atas dasar inilah kaum yahudi masih berkayakinan bahwa al-masih yang dijanjikan belum diutus oleh Allah SWT.

Masa pun berganti, tanah Palestina masih berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi, kali ini bangsa Yahudi kembali terusir akibat pemberontakan yang gagal untuk mendapatkan otonomi dan kekuasaan di Palestina. Raja Romawi akhirnya menghancurkan haikal Sulaiman mereka dan mengusir mereka keluar dari tanah Palestina dan itu terjadi pada tahun 70 M, dan pada tahun 135 M seluruh sisa-sisa sejarah mereka di hapuskan sama sekali di bumi Palestina. Dan mereka mulai hidup bergentanyangan di muka bumi selama ribuan tahun. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-quran surah al-A’raf ayat 168:

“Dan Kami sebarkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)”.

Setelah mereka terusir ke seluruh penjuru dunia akhibat dari kederhakaan kali yang kedua, semenjak itu mereka tidak bisa kembali ke Yerusalem dalam waktu yang sangat lama. Dalam pengasingan tersebut mereka tetap menanamkan ideologi kepada keturunan mereka bahwa tanah suci Yerusalem merupakan tanah suci yang dijanjikan dan disitulah al-masih akan berkuasa.

Padahal Isa al-Masih telah di utus kepada mereka, tapi mereka tidak mengakuinya. Akibat dari keingkaran mereka maka Allah mengutuskan kepada mereka al-masih palsu, yaitu manusia yang mengakui dirinya al-masih di akhir zaman. Dan Allah memberikan kepada al-Masih palsu sebagaimana mukjizat seorang nabi. Dialah yang dijelaskan oleh Rasulullah dengan sebutan nama al-Masih Dajjal. Dajjal bermakna penipu yang berarti al-masih penipu, dia bisa menurunkan hujan dan menghidupkan orang telah mati. S
yekh Imran hosein dalam bukunya Jerusalem in the Qur’an menjelaskan Untuk meyakini kaum yahudi bahwa dirinya al-Masih Dajjal merupakan al-Masih yang asli sebagaimana dijanjikan Allah melalui nabi Daniel. Maka Dajjal harus mengemban fisi dan misi sebagaimana al-Masih putra Maryam yaitu mengembalikan sejarah kegemilangan sebagaimana pada masa Nabi Daud dan Sulaiman as ditanah yang di janjikan. Tugas yang perlu dijalankan oleh al-Masih Dajjal adalah

1. Mengembalikan bangsa yahudi ke Yerusalem sebagaimana tanah yang di janjikan bagi orang yahudi
2. memerdekakan Tanah Suci daripada pemerintahan selain yahudi.
3. Mendirikan Negara Israel
4. membina kembali kuil Sulaiman sebagaimana mana masa kegemilangan dulu
5. Menjadikan negare Israel sebagai Negara adidaya kuasa, sebagaimana pada masa nabi Daud dan Sulaiman as.

Inilah lima misi al-Masih Dajjal yang harus di jalankan sebelum ia mengakui dirinya sebagai al-Masih sejati. Sebab jika tugas ini belum di selesaikan Yahudi tidak akan pernah percaya kepada al-Masih Dajjal. Akan tetapi ingat bahwa misi dajjal sedang dalam proses untuk meyakini kaum yahudi bahwa al-masih Dajjal merupakan al-Masih sejati. Al-Masih Dajjal dalam waktu dekat akan mengusap tangannya dan mengatakan misi telah selesai dan Kaum Bani Israel telah tertipu. Pada saat itulah al-Masih sejati akan di utus oleh Allah kembali ke dunia untuk membunuh al-Masih palsu. []

Perang Akhir Zaman

 Perang Akhir Zaman
 
 

perang akhir zaman 490x326 Perang Akhir Zaman (1)

 

Oleh: Oleh: Zulfahmi,MA, Alumnus University of Malaya


HIDUP akhir zaman merupakan hidup dalam gelombang berbagai macam fitnah, jika kita tidak meyadari apa sedang berlaku di hadapan kita, maka ditakutkan kita akan terjerumus kedalam fitnah tersebut,. Fitnah akhir zaman merupakan ujian kekufuran  terhadap umat manusia, manusia di uji dengan kesombongan, keserkahan, kekuasaan.  Sehingga manusia akan saling berperang antara satu sama lain.

Salah satu fitnah akhir zaman yang akan terjadi sebagaimana di nubuatkan dalam berbagai refensi hadist adalah perang terdasnyat dengan tujuan untuk melemahkan salah satu kekuatan. dilain sisi pihak yang menang akan menjadi penguasa dunia. Perang akhir zaman adalah perang antara para penyembah syaitan dengan para penyembah Allah, atau dalam istilah lain disebut dengan perang dunia ketiga.

Sebagaimana tercantum dalam surat yang ditulis oleh Albert Pike yang merupakan seorang agentur zionis, Perang dunia ketiga dihasut dengan memanfaatkan perselisihan-perselisihan antara Politik Zionis dengan Para Pemimpin Dunia Islam yang digerakkan oleh para agentur Illuminati. Peperangan diarahkan sedemikian rupa dengan mengadu-domba Islam dengan Politik Zionis termasuk Negara Israel yang akan saling menghancurkan.. sementara pada waktu yang bersamaan negara-negara lainnya, dipecah-belah untuk saling bertentangan satu sama lain. dalam masalah ini, mereka akan dipaksa untuk berperang sampai kepada sebuah keadaan keletihan yang merata baik secara fizikal, mental, spiritual maupun ekonomi.

Dalam misi perang dunia ketiga zionis telah merancang beberapa misi utama. Tujuan dari peperangan itu di dibuat untuk tujuan akhirnya adalah negara Israel akan menjadi penguasa dunia dan menyambut kedatangan sang penyemat mereka al-Masih. Mereka tertipu bahwa itu bukan al-Masih tetapi al-Masih Dajjal.

Untuk menjalankan misi tersebut di buat sebuah konspirasi dunia dengan meledakkan gedung pencakar langit yaitu ambruknya  gedung World Trade Center (WTC) 11 September 2001 M. Misi peperangan pertama di arahkan untuk menghancurkan kekuatan Islam, maka setelah itu dibuatlah sebuah proyek besar program Global War on Terrorism (GWOT) yang dilakukan dengan mengajak negara lain untuk ikut serta bersamanya, tidak lain adalah perang melawan Islam dengan tujuan untuk menghancurkan kekuatan Islam.
Sebagaimana dilansir BBC 16/09/2001, Presiden George W Bush menyatakan “This Crusade, this war on terrorism, is going to take a along time (Perang Salib ini, perang melawan terorisme, akan memakan waktu yang lama).”  Setelah rancangan sukses kemudian tuduhan langsung di alamatkan kepada para pejuang Islam Iaitu al-Qaeda yang di pimpin oleh Osama bin Ladin. Pada mulanya para pejuang Islam di Afghanistan berperang melawan penjajahan Uni soviet. Pasukan Soviet pertama kali sampai di Afganistan pada tanggal 25 Desember 1979 M, dan penarikan pasukan terakhir terjadi pada tanggal 2 Februari 1989 M.

Zionis secara diam-diam melalui Kerajaan Saudi Arabia mempergunakan semangat perjuangan umat Islam. untuk menghancurkan kekuatan Uni Soviet itulah yang disebut dengan perang dingin. Kerajaan Saudi melalui fatwa ulamanya mewajibkan jihad Di Afghanistan, sehingga berduyu-duyunlah pemuda Arab berangkat untuk berjihad di Afghanistan mereka di daftar dalam sebuah database, sehingga dalam bahasa Arab disebut dengan ‘Q eidat.

Zionis memberikan dana dan senjata melalui kerajaan Saudi kepada Pejuang Islam di Afhanistan untuk mengusir rezim Marxis yang menduduki Afghanistan sejak tahun 1979 M hingga 1989 M. Inilah yang menjadi alasan sebahagian orang yang mengatakan al-Qaeda merupakan agen CIA. Padahal para pejuang Islam sama sekali tidak tahu bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan dari zionis, karena yang memberi bantuan tersebut adalah kerajaan Saudi Arabia, mereka menganggap saudi adalah sebahagian umat Islam.

Mantan Menteri Luar Negeri Inggris Robin Cook menjelaskan kepada the House of Commons bahwa:
Al Qaeda sebenarnya bukan sekelompok teroris namun merupakan sebuah database mengenai daftar mujahidin internasional dan penyelundupan senjata yang digunakan oleh CIA dan Saudi dalam rangka menyalurkan para geriliawan, persenjataan, dan uang ke wilayah Afghanistan yang diduduki oleh Uni Sovyet.
Kemudian dalam waktu sepuluh tahun tahun Uni Soviet akan kaki dari bumi Afghanistan dan tumbangnya kekuatan blok timur dengan runtuhnya negara Uni Soviet. Kemudia Afghanistan medeklarasikan sebuah negara  Imarah Islam Afghanistan. Yang di pimpin Mullah Muhammad Umar Mujahid 1996-2001 M. Hal inilah menjadi ketakutan baru bagi Zionis karena kekuatan Islam sudah bangkit kembali. Sedangkan kekuatan blok timur walaupun sudah hancur Uni Soviet  muncul kekuatan baru iaitu Rusia, China, Korea Utara dan lain-lain yang beraliran sosialis.

Maka zionis semakin ketakutan karena kedua kekuatan tersebut akan mengancam proyek Zionisme “The New World Order” tananan dunia baru, iaitu sebuah proyek pemerintahan satu dunia yang nantinya Israel yang akan pemimpin dunia. Maka untuk itulah dirancang perang dunia ke tiga yang tujuannya untuk menghancurkan kekuatan Islam dan Sosialis. Untuk menjalankan agenda tatanan dunia baru maka dibuatlah dua proyek besar yang menghabiskan dana miliyaran dolar Amerika. Yang pertama adalah proyek war on terorism dan Great Middle East  .

Hal ini, George Bush sudah mengumumkan sebuah proyek besar  tahun 2003 M yang akan mengubah peta baru dunia Timur Tengah. Ia menamakannya Great Middle East. Amerika Serikat ingin menumbangkan para boneka-bonekanya di Timur Tengah yang notabene adalah sekutunya sendiri.  Menurut pemerhati konspirasi  Robert Heffner, peneliti Islam Amerika, Amerika memang benci dengan kekuasaan yang terlalu gemuk dan pemerintahan yang korup. Namun tentu saja berbeda motif dengan apa yang kita pahami. Amerika beranggapan korupsi akan memperkuat kekuatan Islam di akar rumput karena efek kesenjangan sosial, , sehingga akan membangkitkan semangat persaudaraan Islam yang akan berorientasi pada jihad global.

Selain proyek di atas zionis juga membuat proyek yang bertujuan untuk menghilangkan hagemoni negara-negara sosialis Rusia dan China di timur tengah dan afrika dengan cara menggantikan pemimpn-pemimpin yang beraliansi dengan Rusia dan China sehingga negara-negara tersebut tidak lagi menjual cadangan minyak keapada Rusia dan China.

DALAM buku The Geopolitics of Superpower karya Colin S. Gray, seorang Alford Machinder abad ke 19 sudah memberi isyarat bahwa Asia Tengah dan Timur Tengah merupakan Kawasan Heartland atau World Island. Sehingga siapa menguasai Heartland yang memiliki kandungan sumber daya alam dan aneka mineral, maka akan menuju Global Imperium. Matikan Timur Tengah, Anda mematikan Cina dan Rusia, maka Anda akan menguasai dunia.

Maka dimulailah proyek tersebut dengan menyerang Iraq kemudian Libya, zionis telah menggantikan pemimpin Negara tersebut dengan pemimpin yang bersekutu dengan Zionis. Maka Rusia dan China hanya tinggal dua Negara lagi yang masih bersekutu dengan mereka yaitu Suriah dan Iran. Tetapi kali ini sepertinya Rusia dan China tidak lagi pasrah seperti yang terjadi pada Iraq dan Libya.

Aliansi Rusia telah menancap kukunya akan mempertahankan Suriah sehingga tidak lagi sebagaimana yang menimpa Iraq dan Libya. Sebagaimana di beritakan Tempo.co, New York- Negara-negara Barat yang dipelopori Prancis, Amerika Serikat, dan Inggris mengutuk sikap Rusia dan Cina karena memveto keputusan Dewan Keamanan PBB yang akan menjatuhkan sanksi terhadap Suriah.

Zionis melakukan berbagai macam cara agar mendapatkan alasan yang jelas sehingga mereka bisa mengintervensi Suriah, sebagaimana apa yang terjadi kemaren tentang penyerangan senjata kimia terhadap rakyat Suriah, munkinkah bahwa Assad yang menyerang secara politik jika benar Assad yang menyerang berarti Assad ingin bunuh diri. Ataukah penyerangan senjata kimia itu dilakukan oleh agen CIA Melalui pejuang oposisi yang beraliansi dengan Zionis. Dengan tujuan Amerika mempunyai alasan untuk mengintervensi Suriah.

Mungkinkah Suriah menjadi awal perang dunia ketiga, melihat realita yang terjadi hari ini. Zionis harus melalukan apapun cara sehingga timur tengah sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Israel. Apakah konflik suriah sekarang menjadi awal perang dari perang akhir zaman sebagaimana nubuat Nabi SAW:
“Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga dua kelompok besar saling berperang dan banyak terbunuh di antara dua kelompok tersebut yang seruan mereka adalah satu,” (HR Muslim).

Di satu sisi Proyek zionis yang terjadi di Iraq dan Suriah menguntungkan para pejuang Islam dengan memamfaatkan kondisi untuk tumbuh dan berkembang, dan hasilnya hari ini lahir sebuah kekuatan Islam yang sangat di takuti oleh Zionis yaitu Daulah Islam dan Iraq. Zionis semakin hari semakin kewalahan menghadapi kekuatan Islam dan kekuatan sosialis. Yang semakin menghambat proyek “the new world order”, maka tidak ada cara lain Zionis harus melancarkan perang secara besar-besaran terhadap pejuang Islam al-Qaeda dan kekuatan Rusia dan China.

Sehingga pada akhirnya Zionis berserta bonekannya akan melancarkan perang nuklir secara besar-besaran seluruh dunia. Sampai seluruh Negara-negara didunia akan mengalami sebuah keadaan keletihan yang merata baik secara fizikal, mental, spiritual maupun ekonomi. Mantan Presiden AS George W. Bush dalam wawancaranya tahun 2006 mengatakan, Perang Teror yang berkelanjutan adalah awal dimulainya Perang Dunia III.

Inilah sebuah azab kepada manusia disebabkan kedurhakaan mereka kepada Allah. Allah berfirman dalam surah al-Isra ayat 58:

dan tiada sesebuah negeri pun melainkan Kami akan membinasakannya sebelum hari kiamat, atau Kami menyeksa penduduknya Dengan azab seksa Yang berat; Yang demikian itu adalah tertulis di Dalam Kitab (Lauh Mahfuz).

Di dalam ayat di atas perkataan sebelum hari kiamat menunjukkan kepada masa akhir zaman bukan hari Kiamat, bisa jadi ini adalah akhibat dari perang nuklir yang membinasakan semua penduduk bumi atau dalam nubuat ahlul kitab dikatakan dengan perang Armageddon. Seorang ilmuan bernama Lord Louis Mountbatten mengatakan: “Jika Perang Dunia Ketiga adalah berjuang dengan senjata nuklir, yang keempat akan berperang dengan busur dan anak panah.”

Pada masa keletihan perang inilah yaitu perang dunia ke empat yang hanya menggunakan busur dan anak panah, disebabkan semua teknologi telah hancur oleh senjata nuklir manusia hidup kembali seperti abad pertengahan. Masing-masing kubu baik Islam dan Zionis akan muncul penyelamat, bagi para pejuang Islam sosok penyelamat yang dinanti adalah al-Mahdi, sedangkan bagi zionis sosok “penyelamat” yang dinanti ialah al-Masih Dajjal.

Dan kemenangan akhirnya akan berpihak kepada Umat Islam Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia. Kecuali pohon gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim Imam Ahmad, Bukhari ). Wallahua’lam. []

D a j j a l

D a j j a l


dajjal 490x326 Ciri ciri Dajjal (1)

Oleh: Zulfahmi, MA, Alumnus University of Malaya

DALAM berbagai referensi hadist Rasulullah telah menjelaskan secara detail tentang ciri-ciri Dajjal di akhir zaman. Dalam hal ini umat Islam terbagi kepada dua metode pemahaman ada yang memahami secara hakiki dan ada yang memahami secara majazi. Rasulullah telah memberi gambaran tentang sosok Dajjal di akhir zaman sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah bersabda:

“Tidak ada seorang nabi pun kecuali memperingatkan umatnya. si buta sebelah yang pendusta. Ketahuilah  ia buta sebelah, adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di antara dua matanya ka fa ra iaitu kafir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian di dalam hadis yang lain disebutkan, “Hanya bisa membacanya semua mukmin yang bisa menulis ataupun tidak.” (HR. Muslim).

Dalam hal ini sebahagian umat Islam memahami hadist di atas secara hakiki mereka berpandangan bahwa Dajjal yang di utus di akhir zaman untuk menipu umat manusia adalah buta sebelah matanya yaitu mata kanannya dan di atas kedua matanya terdapat tulisan kafir. Sehingga selama orang yang disebut cirinya di atas belum muncul berarti Dajjal yang diceritakan dalam hadist belum muncul.

Sedangkan sebagian umat Islam lainnya memahami seluruh hadis masalah Dajjal adalah bermakna majazi sehingga dalam pandangan mereka Dajjal tidak ada dalam wujud manusia. Dajjal hanyalah sebuah sistem dunia di akhir zaman yang bermakna sistem kekufuran.

Maka dalam hal ini penulis mengambil jalan tengah di antara kedua pendapat tersebut bahwa tidak semua hadist tentang Dajjal diambil makna secara hakiki juga tidak semua hadist tentang di ambil maknanya secara majazi. Ada makna yang menunjukkan hakiki dan ada makna yang menunjukkan majazi.

Dalam hadis di atas dijelaskan bahwa salah satu ciri Dajjal buta sebelah matanya, ia hanya melihat dengan satu mata sedangkan mata satunya lagi buta. Di dalam sebuah hadist Rasulullah menjelaskan bahwa Dajjal berada di dunia dalam empat tahap.  Di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan: Kami bertanya: “Wahai Rasulullah berapa lamakah Dajjal akan tinggal di muka  bumi ini? Nabi menjawab: Dajjal akan tinggal selama empat puluh hari. Hari yang pertama seperti setahun dan hari  berikutnya seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari yang masih tinggal lagi  adalah sama  seperti hari kamu yang biasa.”

Tahap pertama sampai dengan tahap ketiga Dajjal belum wujud sebagai manusia kerana perbedaan demensi waktu dengan manusia di dunia. Tetapi Dajjal telah berada di dunia sebagaimana di jelaskan dalam sebuah hadist tentang Tamim Ad-dari yang pernah menjumpai Dajjal di sebuah pulau.

Disebabkan berbeda  dimensi waktu sehingga kita tidak bisa melihatnya. Tetapi para penyembah Dajjal bisa berinteraksi dengan cara melakukan ritual-ritual ilmu sihir kuno yang di kenal dengan ajaran Kabbalah. Para pengikut Dajjal menggunakan simbol mata satu sebagai simbol tuhan mereka ini bisa kita lihat pada lembaran uang satu dolar Amerika. Lambang mata satu di atas piramid menunjukkan keterkaitan ajaran paganisme Mesir yang dibawa oleh pengikut Dajjal hari ini.

LAMBANG Mata satu di ambil dari mata kepercayaan orang Mesir kuno yang bernama Horus (Eye of Horus). Dalam mitos Mesir diceritakan bahwa pada waktu horus bertarung dengan seth dewa gurun badai dan kekacauan salah satu matanya terluka parah yang kemudian disembuhkan oleh Isis ayahnya. Namun sejak ia menjadi dewa langit mata horus dianggap mewakili matahari pada mata kanannya dan bulan pada mata kirinya. Karena mata kirinya pernah terluka sehingga menjadi redup.

Oleh sebab itu ajaran kabbala menggunakan mata kanan horus/matahari (ra) sebagai lambang maha melihat versi Dajjal. Maka hadist yang menjelaskan Dajjal buta sebelah dapat diartikan secara simbolik, artinya para pengikut Dajjal menyembah tuhan yang bermata satu iaitu mata Horus dan simbol-simbol yang mereka gunakan adalah lambang mata satu.

Kemudian pada tahap k empat Dajjal akan wujud sebagai manusia, apakah Dajjal memiliki ciri buta sebelah mata? Bagi Bangsa yahudi hakikatnya yang mereka tunggu sebagai penyemat di akhir zaman adalah al-Masih, oleh sebab mereka mengingkari al-Masih maka Allah menurunkan kepada mereka al-Masih palsu yang disebut al-Masih Dajjal. Bangsa Yahudi tidak akan percaya kepada Dajjal untuk mengaku al-Masih sejati seandainya ia muncul dalam keadaan cacat karena al-Masih dalam konsep yahudi adalah orang yang sempurna dan berwibawa.

Hal sebagaimana yang terjadi pada masa diutusnya al-Masih putera Maryam, mereka menolak dengan alasan al-Masih merupakan anak zina juga seorang yang miskin hanya memiliki beberapa orang pengikut saja. Maka inilah salah satu yang menjadi alasan bahwa al-Masih Dajjal tidak akan muncul dalam keadaan buta.

Maka memahami hadist secara hakiki bahwa dajjal itu buta sebelah sungguh tidak tepat, bahkan ada sebahagian ulama yang memahami hadis tersebut seperti syekh Imran Hosein bahwa buta yang dimaksudkan di situ adalah buta mata hatinya, Dajjal di pogram oleh Allah sebagai makhluk yang tidak bisa melihat kebenaran. Ini digambarkan dengan buta sebelah kanan, sedangkan Dajjal hanya bisa melihat dengan mata sebelah kiri artinya kiri melambangkan keburukan.

Adapun ciri dajjal selanjutnya adalah di antara kedua matanya tertulis ka-fa-ra, yang bermakna kafir. Sebahagian pendapat menjelaskan bahwa tulisan kafir di antara kedua matanya merupakan tulisan secara hakiki. Sebagaimana pendapat imam Nawawi dalam syarah Muslim beliau menjelaskan bahwa tulisan ka fa ra tertulis seperti adannya di antara kedua mata Dajjal. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan ungkapan hadist selanjutnya bahwa tulisan dapat dibaca oleh orang mukmin baik bisa baca tulis atau tidak, atau dalam hadist lain tulisan ka-fa-ra hanya dapat di di baca oleh orang yang membenci sikapnya.

Sedangkan selain orang mukmin baik musyrikin, munafiq. Kafirun dan lain-lain tidak bisa membaca walaupun yang bisa baca tulis. Ungkapan ini mengisyarahkan kepada kita bahwa tulisan kafir bermakna majazi artinya semua perbuatan dajjal merupakan perbuatan yang menjerumuskan umat manusia kepada kekafiran, sehingga hanya orang mukmin yang bisa melihat bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan kekafiran.

Orang mukmin begitu mudah mengenali sosok Dajjal di akhir zaman tetapi berbeda dengan orang kafir, munafiq dan musyirikin mereka sama sekali tidak menyadari bahwa Dajjal dengan sistemnya sedang menggiring mereka ke dalam neraka. Disaat Dajjal dengan secara tegas menolak kedaulatan tuhan, dan menyerahkan kedaulatan tersebut kepada manusia (rakyak), sebagaimana dalam ajaran Qabala (Dajjal) dijelaskan bahwa manusia tidak butuh akan Allah.

Bahkan menurut mereka manusia bisa menjadi manusia suci yang setara dengan tuhan. Mereka menyebut paham yang deseptik ini dengan istilah ‘humanisme’, bahwa manusia berdaulat untuk mengatur hidupnya sendiri di dunia. Bagi mereka selain mukmin akan datang berduyun-duyun memberi dukungan suara, inilah satu fakta yang sangat jelas mereka tidak bisa melihat kekafiran diantara kedua mata Dajjal.

Kemudian tulisan ka-fa-ra di antara kedua mata Dajjal juga dapat di artikan secara simbolik, sungguh sangat mengejutkan brigade elit Israeli Defenses Force (IDF) bernama Kfir , Brigade ini dibentuk sebagai “900th Brigade” atau Brigade ke-900, yang termasuk dalam katagori unit paling elit di bawah Kementerian Pertahanan Israel. Brigade Kfir berada di bawah komando Divisi 162 (Utzvat Haplada). Nama asli Brigade tersebut adalah “KFR”, karena sistem huruf Ibrani tidak mengenal huruf hidup. Pasukan ini juga merupakan kesatuan anti teroris yang paling efektif di negara Israel. Bukan itu saja, perusahaan penerbangan Israel bernama IAI yang bekerja sama dengan pemerintah telah meluncurkan pesawat tempurnya yang diberi nama Kfir. Allahu alam. []

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.