Selasa, 31 Desember 2013

Filled Under:

Nuh (6)

6. Air bah (Nuh)

Air bah pada zaman Nuh ("Air bah raksasa"; bahasa Inggris: Great Deluge) adalah peristiwa bencana alam luar biasa pada zaman lampau yang melanda seluruh dunia, menghancurkan kehidupan darat di permukaan bumi, dan menyisakan delapan orang manusia dan sejumlah binatang yang selamat karena terapung dalam sebuah bahtera. Catatan kejadian ini terdapat dalam Kitab Kejadian dalam Alkitab Ibrani, atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, dan dalam Al-Quran.

Kisah tentang Air Bah yang dikirim oleh dewa atau para dewa untuk menghancurkan peradaban sebagai suatu tindakan penghukuman ilahi adalah sebuah tema yang tersebar luas dalam mitologi Yunani dan banyak mitos dalam budaya lainnya, termasuk Matsya dalam Puranas Hindu, Deucalion dalam mitologi Yunani dan Utnapishtim dalam Epos Gilgames. Sebagian besar budaya dunia pada masa lampau dan kini mempunyai cerita-cerita tentang "air bah" yang menghancurkan peradaban sebelumnya.

Sejumlah pemeluk Yahudi Ortodoks dan Kristen berdasarkan Perjanjian Lama dan umat Muslim berdasarkan Al-Qur'an mempercayai bahwa kisah ini benar-benar terjadi. Namun sebagian pemeluk Yahudi Ortodoks dan Kristen yang berdasarkan hipotesis dokumen, menyatakan bahwa kisah yang dikisahkan dalam Kitab Kejadian ini mungkin terdiri dari sejumlah sumber yang setengah independen, dan proses penyusunannya yang berlangsung selama beberapa abad dapat menolong menjelaskan "kerancuan" dan pengulangan yang tampak di dalam teksnya. Walau begitu, sebagian umat Yahudi Ortodoks dan Krsiten yang mempercayai kisah ini menyatakan bahwa "kerancuan" itu dapat dijelaskan secara rasional, mengingat dalam peristiwa itu terdapat lebih dari satu saksi mata.[1]

A. Catatan Alkitab

Kisah air bah ini dalam Alkitab Ibrani, atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen dalam Kitab Kejadian pasal 6-9.

1). Latar belakang

Setelah 10 generasi manusia muncul sejak penciptaan manusia pertama, Adam dan Hawa, maka "kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata."[2] Bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.[3] Akibatnya berfirmanlah TUHAN:
"Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."[4]

2). Nuh diberi tugas

Di antara umat manusia waktu itu, Alkitab mencatat bahwa "Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN,"[5] serta "Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah." [6] Berfirmanlah Allah kepada Nuh:
"Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. Beginilah engkau harus membuat bahtera itu:
  • 300 hasta panjangnya (~157 meter)
  • 50 puluh hasta lebarnya (~26,2 meter)
  • 30 hasta tingginya. (~15,7 meter)
Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa."[7]

3). Perjanjian Allah dengan Nuh

Dalam rangka kedatangan air bah dan pembuatan bahtera itu, Allah mengadakan perjanjian dengan Nuh:
"Dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka."[8]

4). Pelaksanaan

Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.[9] Nuh membuat bahtera itu dengan bantuan tiga orang anak laki-lakinya: Sem, Ham dan Yafet.[10] Bahtera itu selesai sebelum hari ke-10 bulan ke-2 ketika Nuh berusia 600 tahun.[11]
Tujuh hari sebelum air bah datang (hari ke-10 bulan ke-2 ketika Nuh berusia 600 tahun), berfirmanlah TUHAN kepada Nuh:
"Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil 7 pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram 1 pasang, jantan dan betinanya; juga dari burung-burung di udara 7 pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi 40 hari 40 malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu." Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya.[12] Binatang-binatang tidak haram itu menjadi makanan bagi Nuh dan keluarganya. Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh. Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.[13]

5). Kronologi air bah

Tabel kronologi air bah pada zaman Nuh.[14]
Peristiwa Ayat Alkitab Periode (hari)
Hujan lebat turun meliputi bumi 40 hari 40 malam lamanya
mulai dari hari ke-17 bulan ke-2 pada waktu Nuh berumur 600 tahun.
Pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat
dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.
Kejadian 7:4, 11-12 40
Permukaan air terus meningkat selama 110 hari sehingga berkuasa seluruhnya selama 150 hari Kejadian 7:24 110
Air mulai surut dari muka bumi dan terus berkurang.
Terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.
Mulai dari hari ke-17 bulan ke-7 sampai hari ke-1 bulan ke-10
ketika tampaklah puncak-puncak gunung.[15]
Kejadian 8:3-5 74
Setelah 40 hari Nuh melepaskan seekor burung gagak Kejadian 8:6-7 40
Setelah 7 hari Nuh melepaskan seekor burung merpati.
Periode ini diimplikasikan dari kata "tujuh hari lagi" di ayat 8:10
dan ternyata perlu untuk total jumlah hari
Kejadian 8:8 7
Setelah 7 hari Nuh melepaskan burung merpati kedua kalinya Kejadian 8:10 7
Setelah 7 hari Nuh melepaskan burung merpati ketiga kalinya Kejadian 8:12 7
Sampai saat ini telah terhitung 285 hari, tetapi baru pada hari ke-1 bulan ke-1 tahun ke-601
Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat muka bumi yang mulai kering.
Sejak Nuh masuk ke dalam bahtera (ayat 7:11) terhitung 314 hari, sehingga ada jeda 29 hari.
Kejadian 8:13 29
Nuh dan keluarganya baru keluar dari bahtera atas perintah Allah pada hari ke-27 bulan ke-2 tahun ke-601.
Jadi sejak pembukaan tutup bahtera sampai semua keluar terdapat jeda 57 hari.
Kejadian 8:14-18 57
Total
371

6). Persembahan syukur setelah keluar dari bahtera

Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."[16] Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan. Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan. Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. Dan kamu, beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya."[17]

7). Perjanjian Allah dengan manusia dan hewan setelah air bah

Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia:
"Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi." Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi."[18] Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi.[19
Prasasti Air bah yang berisi epos Gilgames dalam bahasa Akkadia


(Bersambung)

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.