Selasa, 31 Desember 2013

Filled Under:

Nuh (15)

15. Sem bin Nuh

Sem (שֵׁם "terkenal; kemakmuran; nama", Ibrani Standar Šem, Ibrani Tiberias Šēm; bahasa Yunani Σημ, Sēm; bahasa Arab سام; Ge'ez Sham) adalah salah satu dari anak-anak Nuh di dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Ia biasanya dianggap sebagai anak tertua, meskipun beberapa tradisi menyebutnya sebagai anak yang kedua. Kejadian 10:21 merujuk kepada usia Sem dan saudaranya Yafet, tetapi tidak jelas, sehingga menghasilkan terjemahan yang berbeda-beda. Ayat ini diterjemahkan dalam KJV demikian:
"Unto Shem also, the father of all the children of Eber, the brother of Japheth the elder, even to him were children born."
Bagi Sem pula, bapak dari semua anak Eber, saudara dari Yafet yang lebih tua, bahkan kepadanya dilahirkan anak-anak."
Namun, New American Standard Bible menerjemahkan:
"Also to Shem, the father of all the children of Eber, and the older brother of Japheth, children were born."
Juga bagi Sem, bapak dari semua anak Eber, dan abang dari Yafet, dilahirkan anak-anak."
Kejadian 11:10 mencatat bahwa Sem berumur 100 tahun ketika Arpakhsad dilahirkan, dua tahun setelah air bah, sehingga ketika banjir melanda usianya 98 tahun. Setelah itu, ia hidup 500 tahun lagi, sehingga umurnya pada saat kematiannya adalah 600 tahun. Sem hidup semasa dengan ayahnya, Nuh, selama 448 tahun (1Taw 1:4). Dia hidup semasa dengan Ishak sampai Ishak berumur 110 tahun dan hidup semasa dengan Yakub sampai Yakub berumur 50 tahun. Dia hidup semasa dengan 15 generasi bapa leluhur dari Metusalah (kedelapan) sampai dengan Yakub (ke-20).[2]

Sem disebutkan dalam Kitab Kejadian 5:32, 6:10; 7:13; 9:18,23,26-27; 10; 11:10; juga dalam 1 Tawarikh 1:4.

Menurut sejarah Islam pada masa kerasulan Nabi Isa, dikatakan bahwa Sem pernah dibangkitkan kembali oleh Isa, ketika ada permintaan dari Bani Israel.[3]

A. Genealogi

Silsilah lengkapnya adalah Sem bin Nuh bin Lamik bin Metusyalih bin Khanukh bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusyi bin Syits bin Adam. Anak-anak Sem adalah Elam, Asyur, Aram, Arpakhsad dan Lud, selain sejumlah anak perempuan. Abraham adalah masih keturunan Syam, oleh penganut ajaran samawi dianggap sebagai leluhur dari bangsa Ibrani dan Arab. Menurut Damrah bin Rabiah dari Ibnu Ata dari Ayahnya bahwa Syam menurunkan keturunan yang berwajah tampan dan berambut indah.

Sem adalah leluhur beberapa bangsa di Timur Tengah; ia adalah nenek moyang Elam, Asyur, Arpakhshad atau Arpakhaxad (menurut Yosefus, Khaldea, yang kemudian menurunkan bangsa Ibrani dan Arab), Lud (Lidia) dan Aram (Suriah).

1). Semit

Istilah seperti "Semit" dan "Hamit" kini tidak banyak digunakan, dan kadang-kadang bahkan dianggap ofensif, karena mengandung konotasi "rasial". Bentuk-bentuk adjektiva "Semit" dan "Hamit" lebih lazim, meskipun istilah 'Hamit' yang kabur telah ditinggalkan di kalangan akademik arus utama pada 1960-an. Istilah Semit masih lazim digunakan untuk Bahasa-bahasa Semit, sebagai sub-kelompok dari bahasa Afro-Asia, yang merujuk kepada warisan linguistik yang sama dari bahasa Arab, Aram, Akkadia, Ethiopia, Ibrani dan Fenisia.

Istilah Semit juga digunakan dalam ungkapan "anti-Semit" untuk merujuk kepada prasangkat rasial, etnis, atau budaya yang semata-mata ditujukan kepada orang Yahudi.

2). Catatan tradisi

Menurut sejumlah tradisi Yahudi (mis., B. Talmud Nedarim 32b; Bereshit Rabbah 46:7; Bereshit Rabbah 56:10; Vayikrah Rabbah 25:6; Bamidbar Rabbah 4:8.), Sem diyakini sebagai Melkizedek, raja Salem yang dikatakan pernah ditemui oleh Abraham setelah pertempuran melawan empat raja.

3). Keturunan Elam dan Asyur

Mengenai Elam dan Asyur, Isaac Asimov mencatat, "kedua anak laki-laki pertama Sem adalah Elam dan Asyur, asal-usul nama dari suku bangsa Elam dan suku Asyur yang merupakan suku bangsa terkuat di dunia "Semit" (Semitic world) pada zaman ditulisnya Kitab Kejadian".[4]

B. Silsilah menurut "Kitab Yasir"

Sebuah buku yang dinyatakan telah hilang "Kitab Yasir" yang muncul sekitar tahun 1625, dan secara luas dianggap sebagai kitab palsu, memberikan sejumlah nama yang tidak ditemukan dalam sumber lainnya manapun. Sebagian orang telah merekonstruksikan silsilah yang lebih lengkap berdasarkan informasi berikut:
Sem. Juga Sem. Arti harafiahnya adalah dinamai atau dikenal (bapak dari ras Semit). Anak-anak Sem adalah:
  • Elam "kekekalan" (anak-anaknya adalah Shushan, Makhul dan Harmon) - (suku Elam)
  • Asyur "sebuah langkah" atau "kuat" (anak-anaknya adalah Mirus dan Mokil) - (bangsa Asyur dan bangsa Irak Utara);

Referens

  1. ^ Kamus Alkitab
  2. ^ Abraham Park. D. Min.,D.D., Silsilah Di Kitab Kejadian. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo). Hal.162. ISBN 9789790812352
  3. ^ Bani Israil datang kepada Isa memohonnya sambil berkata: “Sam anaknya Nuh dikuburkan di sini, tidak jauh. Mohonlah kepada Allah untuk menghidupkannya kembali. Isa kemudian memanggilnya dengan satu teriakan dan Sam keluar dari kubur dengan rambut beruban. Orang-orang berseru: “Ia meninggal ketika ia masih muda, mengapa rambutnya jadi putih?” Sam menjawab: “Ketika aku mendengar suara Isa, aku pikir ‘satu teriakan’”. Suyuti mengulas ayat Al-Qur’an Surah Ali 'Imran 3:48 - 49.
  4. ^ Isaac Asimov, Asimov's Guide to the Bible, Vol. 1. New York: Avenel. Hal.53
Sumber

16. Yafet

Yafet (יֶפֶת / יָפֶת "memperluas", Ibrani Standar Yéfet / Yáfet, Ibrani Tiberias Yép̄eṯ / Yāp̄eṯ) adalah salah seorang putra Nuh yang turut masuk ke dalam bahtera sehingga selamat dari [[Air bah (Nuh)|bencana air bah), menurut catatan Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ada yang menganggapnya anak bungsu, meskipun sebagian tradisi menganggapnya sebagai anak sulung. Kejadian 10:21 merujuk kepada usia Yafet dan saudaranya Sem, tetapi isinya tidak jelas sehingga muncullah berbagai terjemahan. Ayat ini diterjemahkan dalam KJV sebagai berikut, "Kepada Sem juga, bapak semua anak Eber, saudara dari Yafet yang lebih tua, bahkan baginya dilahirkan anak-anak." Namun demikian, Revised Standard Version menerjemahkannya sebagai berikut: "Kepada Sem pula, bapak dari semua anak Eber, kakak sulung Yafet, dilahirkan anak-anak."

Dalam kutipan bahasa Arab, namanya biasanya disebutkan sebagai Yafet (يافث) ibnu Nuh (Yafet anak Nuh).

Bagi orang Yahudi, Muslim, dan Kristen yang menganggap [[silsilahpp Kitab Kejadian secara historis akurat, Yafet biasanya dianggap sebagai bapak dari semua bangsa Eropa. Kaitan antara Yafet dan bangsa Eropa muncul dari Kejadian 10:5, yang menyatakan bahwa anak-anak Yafet berpencar menjadi "bangsa-bangsa daerah pesisir" yang umumnya diyakini sebagai kepulauan Yunani. Menurut kitab itu, Yafet dan kedua saudara lelakinya membentuk tiga ras utama:
Istilah "Yafetik" juga diterapkan oleh William Jones dan para ahli bahasa pra-Darwinian lainnya terhadap apa yang kelak dikenal sebagai kelompok bahasa Indo-Eropa. Dalam pengertian lain, istilah ini juga digunakan oleh ahli bahasa Soviet Nikolai Marr dalam teori Yafetiknya.

Dalam Alkitab, Yafet digambarkan mempunyai tujuh orang anak lelaki: Gomer, Magog, Tirasy, Yawan, Mesekh, Tubal, dan Madai. Menurut Yosefus (Antiquities of the Jews I.6):
"Yafet, anak Nuh, mempunyai tujuh orang anak lelaki: mulanya mereka menetap di pegunungan Taurus dan Amanus, kemudian mereka pindah ke Asia, hingga ke sungai Tanais (Don), dan hingga ke Eropa sampai ke Cadiz; dan menempati negeri-negeri yang mereka datangi, yang sebelumnya tidak berpenghuni. Mereka menamai bangsa-bangsa sesuai dengan nama-nama mereka sendiri."
Yosefus kemudian menguraikan secara terinci bangsa-bangsa yang konon merupakan keturunan dari ketujuh anak lelaki Yafet.

Di antara berbagai bangsa itu para penulis yang belakangan telah mencoba membaginya sebagai berikut:



Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.