Minggu, 05 Januari 2014

Filled Under:
,

Sejarah Tsunami Indonesia

Bencana alam tsunami di Indonesia sudah pernah terjadi 184 kali sejak tahun 1600 – 2007. Penyebab tsunami Indonesia adalah gempa bumi di laut, letusan gunung api, tanah longsor di laut dan belum tercatat karena jauhnya meteor di laut. Salah satu kejadian bencana alam tsunami yang akibatkan oleh gempa bumi bawah laut adalah bencana alam tsunami Aceh 2004. Seperti tulisan saya sebelumnya, saya selalu mengatakan bahwa bencana alam tsunami Aceh 2004 tersebut bukanlah yang pertama namun yang kesekian kali terjadi di Indonesia. Berikut ini ini saya paparkan penjelasan sejarah kejadian dan sumber tsunami di Indonesia.

Sejarah Kejadian Bencana Alam Tsunami

Sejak tahun 1600 sampai dengan tahun 2007, Indonesia telah mengalami 184 tsunami besar. Apabila kita melihat sumber penyebab kejadi tsunami tersebut, hampir 90% kejadiannya disebabkan oleh gempa bumi di laut, 9% diakibatkan oleh letusan gunung api dan 1% karena tanah longsor bawah laut (Latief, DKK, 2000). Mungkin kita sudah tahu semua bahwa Kejadian tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung api pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1883 karena letusan gunung api Krakatau tapi ada yang tahu kalau kejadian tsunami karena tanah longsor di laut pernah terjadi pada tahun 1979 di kepulauan Lomblen Nusa Tenggara Timur. Pada Gambar di bawah ini ditunjukkan beberapa kejadian gempa bumi yang menyebabkan tsunami semenjak tahun 1976 sampai dengan tahun 2007.

Dikarenakan 90% kejadian tsunami di Indonesia disebabkan oleh gempa bumi, maka saya menampilkan gambar di atas yang menunjukkan kejadian bencana alam tsunami dengan berbagai mekanisme sumber gempa bumi. Berdasarkan mekanisme sumber tersebut, 75% kejadian tsunami disebabkan oleh gempa bumi karena sumber gempanya berupa sesar naik, 20% karena sesar geser, dan 5% karena sesar normal. Contoh kejadian tsunami akibat sesar naik pada abad ke-21 yang paling fenomenal dan mengejutkan semua orang adalah tsunami Aceh 2004.

Dari sejarah kejadian bencana alam tsunami di Indonesia, kejadian tsunami biasanya pada kedalaman sumber gempa yang beragam. 86% kejadian tsunami diakibatkan oleh gempa bumi pada kedalaman kurang 60 Km dengan perincian 46% pada kedalaman 20-40 km, 24% pada kedalaman 0-20 Km dan 16% pada kedalaman 41-60 Km. 9% kejadian tsunami pada kedalaman gempa bumi 60-80 Km dan 5% pada kedalaman 81-100 Km. Jadi apabila kawan-kawan sering bahwa gempa bumi lebih lebih dangkal dari 30 km bisa menyebabkan tsunami, ya memang dari sejarah kejadian tsunami menunjukkan seperti itu.

Peta Kejadian bencana alam Gempa dan Tsunami di Indonesia sejak tahun 1976 sampai dengan 2007 (Puspito, N.T, 2008)


Tsunami akibat letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda

Tsunami ini terjadi pada tahun 1883 dan membunuh sekitar 36.000 orang. Gelombang tsunami yang ditimbulkan oleh letusan mencapai tinggi 40 meter dan menyapu setidaknya 165 desa di wilayah Jawa dan Sumatera. Letusan Krakataunya sendiri merupakan letusan gunung api yang terbesar dalam sejarah, menimbulkan suara yang begitu keras dan abu vulkanik yang bahkan tersebar hingga ke Australia.

Berdasarkan sejarah, di Selat Sunda telah berkali-kali terjadi bencana tsunami yang tercatat dalam katalog tsunami. Tsunami yang terjadi ini disebabkan oleh beberapa fenomena geologi, di antaranya erupsi gunung api bawah laut Krakatau yang terjadi tahun 416, 1883, dan 1928; gempa bumi pada tahun 1722, 1852, dan 1958; dan penyebab lainnya yang diduga kegagalan lahan berupa longsoran baik di kawasan pantai maupun di dasar laut pada tahun 1851, 1883, dan 1889.



Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.