Jumat, 03 Januari 2014

Filled Under:

Pengepungan Eretria (2-Habis)

Pasukan

Persia

Menurut Herodotos, armada yang dikerahkan oleh Darius terdiri atas 600 trireme.[44] Herodotos tidak menaksir besarnya pasukan Persia, hanya mengatakan bahwa mereka adalah "infantri yang banyak yang diperlengkapi dengan baik."[42] Di antara sumber-sumber kuno, penyair Simonides, yang hidup agak sezaman dengan pertempuran itu, mengatakan bahwa kekuatan pasukan Persia berjumlah 200.000 tentara; sedangkan penulis Romawi dari masa yang belakangan, Cornelius Nepos, memperkirakan bahwa jumlahnya 200.000 infantri dan 10.000 kavaleri, dengan hanya 100.000 tentara yang bertempur dalam pertempuran itu, sementara sisanya dimasukkan ke dalam armada yang engitari Tanjung Sounion;[47] Plutarkhos dan Pausanias secara independen memberi jumlah 300.000 tentara, begitu pula kamus Suda.[48][49][50] Plato dan Lysias memberi angka 500,000;[51][52] sedangkan Justinus 600,000.[53]
Sejarawan modern mengajukan rentang jumlah yang luas untuk infantri, mulai dari 20.000-100.000 tentara dengan konsensus mungkin 25.000 tentara;[54][55][56][57] perkiraan untuk kavalerinya adalah sekitar 1000 tentara.[58]

 Relief di Persepolis yang menggambarkan prajurit infantri Persia dan Mede dalam pasukan Persia

Eretria

Jumlah pasukan Eretria tidak diketahui, dan Herodotos pun tidak menyebutkan angka untuk pihak Eretria. Karena orang Eretria bertempur di tanah air mereka, maka secara teoretis kemungkinan besar seluruh, atau setidaknya sebagian besar, penduduk Eretria ikut membantu pertahanan kota, namun jumlah penduduk Eretria pada saat itu juga tidak secara jelas diketahui. Eretria adalah negara kota Yunani, jadi kemungkinan besar ada sejumlah orang Eretria yang bertempur sebagai hoplites. Hoplites adalah infantri berat Yunani yang mengenakan banyak perlengkapan pertahanan, di antaranya helm perunggu, perisai bundar besar dari kayu berlapis perunggu, pelindung dada dari kulit atau logam, serta pelindung betis dari perunggu. Untuk penyerangan, senjata utama hoplites adalah tombak dengan senjata cadangan berupa pedang. Hoplites digunakan dalam banyak pertempuran oleh banyak negara kota di Yunani kuno.[59][60][61][62]

Pengepungan

Ketika orang Eretria mengetahui bahwa pasukan tempur Persia sedang mendatangi dan hendak menyerang mereka, mereka meminta Athena untuk mengirimkan pasukan bantuan.[63] Pihak Athena setuju dan menyuruh 4000 orang Athena yang berada di kota Euboia lainnya, yaitu Khalkis, untuk membantu Eretria.[63] Orang-orang Athena ini sebelumnya ditempatkan di tanah Khalkis sebagai kolonis setelah Athena mengalahkan Khalkis sekitar 20 tahun sebelumnya.[64][65] Akan tetapi, ketika orang Athena tiba di Eretria, seorang warga Eretria terkemuka yang bernama Aiskhines memberitahu mereka mengenai perpecahan yang terjadi di antara rakyat Eretria, dan dia juga menyarankan orang-orang Athena itu untuk pergi meninggalkan Eretria dan menyelamatkan diri mereka sendiri agar mereka tidak ikut menderita jika Persia menaklukkan Eretria.[63] Orang-orang Athena mengikuti nasehat Aiskhines dan berlayar ke Oropos sehingga mereka tidak ikut diserang oleh pasukan Persia.[66]
Rakyat Eretria gagal untuk menemukan rencana tindakan yang jelas, Herodotos menyebutkan bahwa "semua rencana orang Eretria nampaknya tidak dapat diandalkan; mereka meminta bantuan kepada Athena, namun pendapat mereka terpecah." Rakyat Eretria terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing mendukung rencana berbeda, salah satu kelompok berpendapat bahwa lebih baik menyerah kepada Persia untuk memastikan keselamatan dan agar kota Eretria tak dihancurkan oleh Persia, sedangkan kelompok lainnya ingin melarikan diri ke dataran tinggi di Eretria.[63] Akan tetapi, ketika armada Persia telah berlabuh di wilayah Eretria, kesepakatan yang dicapai oleh rakyat Eretria adalah bahwa mereka tidak akan meninggalkan kota, melainkan akan berusaha bertahan di dalam kota menghadapi pengepungan Persia.[66]
Strategi Eretria adalah mempertahankan tembok mereka, dan menghadapi pengepungan.[66] Kemungkinan, ini adalah satu-satunya rencana yang dapat disepakati, atau menjadi rencana standar ketika tidak ada rencana yang disepakati. Bagaimanapun juga, pasukan Persia hanya pernah mengalami sedikit kekalahan selama satu abad terakhir dan tidak pernah ada pasukan Yunani yang benar-benar berhasil mengalahkan pasukan Persia, oleh karena itu strategi ini menjadi sesuatu yang cukup masuk akal.[67] Karena pasukan Persia tiba di Eretria menggunakan kapal, mereka mungkin hanya membawa sedikit perlengkapan pengepungan, dan memang, serangan mereka sebelumnya telah digagalkan pada pada Pengepungan Lindos sebelum mendatangi Eretria.[68]
Persia melabuhkan pasukannya di tiga lokasi berbeda, yaitu Temenos, Khioreai, dan Aigilea. Para tentara Persia keluar dari kapal lalu berarak langsung menuju Eretria. Karena rencana orang Eretria adalah bertahan di dalam kota, mereka tidak berusaha menahan pendaratan pasukan Persia. Akibatnya para tentara Persia dengan mudahnya memasuki wilayah Eretria dan berarak menuju kota Eretria. Pasukan Persia kemudian mulai mengepung kota itu. Aih-alih mengepung Eretria secara pasif, pasukan Persia nampaknya secara agresif menyerang tembok Eretria. Herodotos menuturkan bahwa pertempuran itu brutal dan kedua belah pihak menderita banyak korban. Setelah enam hari terjadi pertempuran, tiba-tiba dua orang Eretria terkemuka, yakni Euphorbos dan Philagros, membuka gerbang kota sehingga pasukan Persia dapat menerobos masuk dan menaklukkan kota itu.[66] Para tentara Persia menghancurkan kota Eretra dan menjarah segala barang berharga.[66][69] Mereka juga membakar kota, termasuk kuil dan suaka suci, sebagai balasan atas pembakaran Sardis (di kemudian hari, Eretria dihuni kembali oleh sejumlah orang Athena dan menjadi bagian dari Liga Delos). Semua penduduk yang tertangkap dijadikan budak, sesuai perintah Darius.[66]
Reruntuhan Heroon (kuil-makam) di Eretria

Akibat

Pertempuran Marathon

Setelah tinggal di Eretria selama beberapa hari, pasukan Persia menaikkan para tawanan Eretria ke dalam kapal-kapal mereka, lalu meneruskan perjalanan ke Attika.[70] Mereka menurunkan para tawanan itu di pulau Aigilia, sebelum kemudian berlabuh di pantai Marathon di Attika.[70][71] Sasaaran Persia berikutnya adalah Athena. Persia mengira bahwa Athena akan bertindak seperti halnya orang Eretria, yaitu hanya bertahan di dalam kota dan tidak menghadang pasukan Persia di tempat mereka berlabuh. Akan tetapi, orang Athena bertindak sebaliknya; begitu mereka tahu bahwa armada Persia berlabuh di Marathon, mereka memutuskan berarak dari kotanya untuk menghadapi Persia di dataran itu. Setibanya di sana, Pasukan Athena, yang dibantu oleh pasukan Plataia, menghalangi jalur keluar dari dataran Marathon untuk mencegah pasukan Persia bergerak lebih jauh ke Attika.[72] Setelah terjadi kebuntuan selama beberapa hari, pasukan Athena pada akhirnya memutuskan untuk menyerang pasukan Persia. Maka dimulailah Pertempuran Marathon, yang berakhir dengan kemenangan Athena.[73] Setelah pertempuran itu, sisa-sisa pasukan Persia kembali ke kapal mereka, mengambil tawanan Eretria dari Aigilea,[73] dan kemudian berlayar pulang ke Asia Kecil. Ini sekaligus mengakhiri kampanye mereka dan invasi pertama Persia ke Yunani.[74]

Pemindahan orang Eretria

Ketika pasukan Persia tiba di Asia Kecil, Datis dan Artaphernes membawa para tawanan Eretria ke hadapan Darius di Susa.[75] Darius memerintahkan orang-orang Eretria itu untuk ditempatkan di kota Arderikka di Kissia.[75] Sejak itu orang-orang Eretria itu bermukim di sana dan menjadi penduduk kota itu. Ketika Herodotos menulis catatan sejarahnya, mereka masih tinggal di sana, dan masih menuturkan bahasa serta melaksanakan tradisi asli mereka.[75] Beberapa puluh tahun kemudian, ketika Aleksander Agung menaklukkan Persia, dia juga mendatangi Kissia dan bertemu dengan orang-orang Eretria itu.[76]

Invasi kedua Persia

Sementara itu, setelah mengalami kegagalan dalam invasi pertamanya akibat dikalahkan oleh Athena, Darius mulai membangun pasukan baru yang sangat besar untuk sepenuhnya menaklukkan Yunani; akan tetapi, pada tahun 486 SM, rakyat jajahannya di Mesir memberontak, sehingga ekspedisinya ke Yunani harus ditunda hingga jangka waktu yang tak tentu.[14][77] Darius meninggal selagi dalam persiapan menuju Mesir, dan takhta Persia diwariskan kepada putranya Xerxes I.[78] Xerxes menghentikan pemberontakan Mesir, dan dengan sangat cepat memulai kembali persiapan untuk menginvasi Yunani.[79][80] Invasi kedua Persia ke Yunani pada akhirnya dimulai pada tahun 480 SM, dan pasukan Persia meraih keberhasilan awal pada Pertempuran Thermopylae dan Pertempuran Artemision.[81][82][83] Akan tetapi, kekalahan Persia pada Pertempuran Salamis menjadi titik balik dalam kampanye militer itu,[84][85][86] dan setahun kemudian ekspedisi itu berakhir dengan kemenangan telak Yunani pada Pertempuran Plataia.[87][88][89][90]

Catatan kaki

  1. ^ Cicero, Mengenai Hukum I, 5
  2. ^ a b Bauer, hlm. 596
  3. ^ a b c Holland, hlm. xvixvii.
  4. ^ Thukydides, Sejarah Perang Peloponnesos, 1.22
  5. ^ a b Finley, hlm. 15.
  6. ^ Holland, hlm. xxiv.
  7. ^ David Pipes. "Herodotus: Father of History, Father of Lies". Diarsipkan dari aslinya tanggal January 27, 2008. Diakses 2008-01-18.
  8. ^ a b Holland, hlm. 377.
  9. ^ Fehling, hlm. 1–277.
  10. ^ Diodoros Sikolos, Bibliotheka Historika
  11. ^ Catatan untuk Herodotos 9.81
  12. ^ a b Holland, hlm. 47–55
  13. ^ a b Holland, hlm. 58–62
  14. ^ a b Holland, hlm. 203
  15. ^ Bauer, hlm. 583-574
  16. ^ Bauer, hlm. 575
  17. ^ Toynbee, hlm. 256
  18. ^ Bauer, hlm. 583-589
  19. ^ a b Holland, hlm. 171–178
  20. ^ Herodotos 5.105
  21. ^ Herodotos 5.34
  22. ^ Herodotos 5.31
  23. ^ a b c Holland, hlm. 154–157
  24. ^ Herodotos, 5.33
  25. ^ Herodotos [http://www.sacred-texts.com/cla/hh/hh5030.htm 5.32>
  26. ^ Herodotos, 5.36
  27. ^ a b Nadif, hlm. 8
  28. ^ Herodotos 5.97
  29. ^ Herodotos 5.51
  30. ^ a b Holland, hlm. 157–161
  31. ^ Bauer, hlm. 595
  32. ^ Herodotos, 5.99
  33. ^ Herodotus 5.98
  34. ^ Herodotos, 5.103
  35. ^ Herodotos, 6.18
  36. ^ Herodotos 5.126
  37. ^ Lloyd, hlm. 154
  38. ^ Herodotos 6.44
  39. ^ Bradford, hlm. 49
  40. ^ Lloyd, hlm. 165
  41. ^ Herodotos 6.45
  42. ^ a b Herodotos 6.94
  43. ^ a b Herodotos, 6.96
  44. ^ a b Herodotos 6.95
  45. ^ Herodotos 6.99
  46. ^ Bauer, hlm. 598
  47. ^ Cornelius Nepos, Miltiades, IV
  48. ^ Plutarkhos, Moralia, 305 B
  49. ^ Pausanias 4.22
  50. ^ Suda, entri Hippias
  51. ^ Plato, Menexenos, 240 A
  52. ^ Lysias, Pidato Pemakaman, 21
  53. ^ Justinus II, 9
  54. ^ Davis, hlm. 9–13
  55. ^ Holland, hlm. 390
  56. ^ Lloyd, hlm. 164
  57. ^ Green, hlm. 90
  58. ^ Lazenby, hlm. 46
  59. ^ "The Dori". Spartan Weapons. Diakses 2008-04-10.
  60. ^ Newsletter (April 2007) "Newsletters AES". The Academy of European Swordsmanship 3 (2): 1. 2007
  61. ^ Cartledge, hlm. 145.
  62. ^ Bauer, hlm. 599
  63. ^ a b c d Herodotos 6.100
  64. ^ Mattingly, H. B. (1961). "Athens and Euboea". Journal of Hellenic Studies 81: 124–132. doi:10.2307/628082. JSTOR 628082.
  65. ^ Herodotos 5.77
  66. ^ a b c d e f Herodotos 6.101
  67. ^ Lazenby, hlm. 23–29
  68. ^ Lind. Chron. D 1–59 in Higbie (2003)
  69. ^ Nadif, hlm. 9
  70. ^ a b Herodotos 6.102
  71. ^ Herodotos 6.107
  72. ^ Herodotos 6.103
  73. ^ a b Herodotos 6.115
  74. ^ Herodotos 6.116
  75. ^ a b c Herodotos 6.119
  76. ^ Fox, hlm. 543
  77. ^ Nadif, hlm. 10
  78. ^ Holland, hlm. 206–207
  79. ^ Bauer, hlm. 600
  80. ^ Holland, hlm. 208–211
  81. ^ Nadif, hlm. 11-12
  82. ^ Bauer, hlm. 602
  83. ^ Lazenby, hlm. 151
  84. ^ Nadif, hlm. 12-15
  85. ^ Bauer, hlm. 603-604
  86. ^ Lazenby, hlm. 197
  87. ^ Holland, hlm. 350–355
  88. ^ Bauer, hlm. 605
  89. ^ Toynbee, hlm. 257
  90. ^ Herodotos, 7.55


Sumber











0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.