Kamis, 09 Januari 2014

Filled Under:

Tiwanaku & Pumapunku (1)

Tiwanaku adalah ibukota kerajaan pra-Hispanik paling kuat dan salah satu peradaban besar Amerika kuno. Ditinggalkan selama hampir 1.000 tahun, tiwanaku ditemukan kembali pada tahun 1549. Salah satu prekursor paling penting untuk Kekaisaran Inca, reruntuhan dari situs arkelogi pra-Columbus yang sangat penting ini terletak di Altiplano Barat Bolivia di Amerika Selatan.


Misteri
Tiwanaku (juga disebut Tiahuanaco) telah menjadi misteri selama beberapa generasi karena teknologi batunya yang khas. Ia juga memiliki teori-teori asal yang fantastis. Sekitar tahun 400 AD, Kota ini berdiri megah di atas padang rumput selatan basin Titicaca, di Lembah Tiwanaku dan dikelilingi oleh struktur arsitektur seperti istana, kuil dan piramida, juga rumah-rumah dan bangunan bangunan lain serta jalan-jalan.

Komplek kuil Kalasasaya 

Tapi, pertanyaan yang sering datang ke pikiran adalah: siapa yang membangun struktur raksasa ini, di daerah yang tinggi dan dingin, dengan sumber daya alam, di mana tanaman utama seperti kapas, jagung dan buah-buahan tidak dapat tumbuh? Siapakah penduduk asli yang memibangun Tiwanaku dan tinggal di sana selama 1.500 tahun? Dan bagaimana peradaban mereka menghilang, meninggalkan struktur misterius ini?

Gerbang Matahari
Berbagai Teori

Dimulai sebagai pemukiman kecil, Tiwanaku adalah kekuatan politik utama di basin Titicaca tahun 300 BC dan terus tumbuh. Penelitian awal menunjukkan bahwa kota ini awalnya dibangun di pantai Pasifik sekitar 1500 BC. Kota ini memasuki fase yang paling kuat di abad ke-8 Masehi, ketika puluhan koloni dan desa-desa didirikan di seluruh wilayah Danau Titicaca.


Ada sebuah teori yang mungkin menjelaskan bagaimana struktur raksasa ini dibangun. Idenya adalah bahwa orang-orang Tiwanaku menetap di daerah koloni yang jauhnya berkilo kilometer dari Altiplano, untuk menumbuhkan/menanam tanaman dan produk lain yang tidak tersedia/tidak dapat tumbuh di Altiplano. Dari koloni-koloni ini mereka mengawasi pekerjaan konstruksi di Altlipano. Mereka menggunakan teknik-teknik kuno untuk mengubah saluran rawa dari daerah danau menjadi tanah yang kaya dan pertanian yang produktif. Arkeolog telah menemukan ladang ladang di seluruh wilayah Tiwanaku, yang menyediakan basis pertanian menguntungkan bagi Kekaisaran Tiwanaku.

Kota ini didominasi oleh sebuah piramida, platform besar bertingkat, yang disebut Akapana. Puing puing piramida setinggi 59-kaki inii menunjukkan bahwa piramida ini adalah yang terbesar dari semua bangunan.


(Bersambung)

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.