Senin, 06 Januari 2014

Filled Under:

Suku Heftalit

Wilayah Kekaisaran Heftalit pada 500 M

Koin Heftalit

Pada 300-an M, suku Heftalit atau disebut juga Hun Putih hidup bawah kekuasaan suku Rouran di Asia Tengah di sebelah barat laut Cina. Kemungkinan suku Heftalit sebagian besarnya merupakan penutur rumpun bahasa India-Eropa yang terkait dengan bahasa Sogdia dan Persia, namun ada pula sejumlah orang Turk dalam suku Heftalit. Suku Heftalit adalah suku bangsa India-Eropa terakhir yang mampu berkuasa di stepa, sebelum akhirnya bangsa Turk mengambi alih. Sebagian besar orang Heftalit adalah penganut agama Buddha.

Sekitar 400 M, suku Heftalit meninggalkan Kerajaa Rouran dan secara berangsur-angsur berpindah jauh ke selatan dan barat. Di sana mereka bertemu bangsa Sassania, yang memberi mereka panggilan Hun Putih karena mereka menjalani kehidupan pastoral, seperti halnya suku Hun, dan memiliki kulit yang putih.

Suku Hun Putih mengikuti jejak invasi India-Eropa terdahulu ke selatan. Sekitar 425 M, suku Hun Putih menaklukan Sogdia. Mereka berlanjut dengan ke barat daya dan menaklukan bagian timur Kekaisaran Sassania, lalu bergerak lebih jauh ke selatan menyeberangi Jalur Khyber menuju India utara. Suku Hun Putih menetap dan membangun biara Buddha serta bangunan lainnya. Dengan menguasai semua wilayah tersebut, suku Hun Putih pun mendirikan Kekaisaran Heftalit. Para pemahat mereka membuat patung Buddha yang sangat besar di Bamiyan pada awal 500-an M. Di kemudian hari, sejumlah orang Hun Putih tampaknya memeluk agama Hindu. Akan tetapi pada 557 M, suku Hun Putih kehilangan sebagian besar kekausaan mereka. Gupta mendesak mereka keluar dari India pada 528, dan kemudian Sassania mendesak menghalau mereka keluar dari Kekaisaran Sassania serta Sogdiana. Setelah itu suku Hun Putih bisa dibilang tercerai-berai, mskipun orang Pashtun yang kini tinggal di Afghanistan dan Pakistan modern merupakan keturunan suku Hun Putih.



Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.