Rabu, 02 April 2014

Filled Under:

Prasejarah; Periode Holosen

Bumi Pada masa Holosen

Masa Holosen (8.000 tahun – sekarang). Zaman terakhir dari periode Kuaterner (Quaternary), mulai dari akhir masa Pleistosen (10.000 tahun lalu) sampai sekarang termasuk dalam zaman Holosen. Kata Holosen berasal dari bahasa Yunani “holos” (keseluruhan) dan “ceno” (baru), yang mengindikasikan bahwa zaman itu memiliki bentuk fosil yang benar-benar baru.

Bukti inti es menunjukkan bahwa zaman Holosen memiliki suhu yang relatif lebih hangat dan hanya memilki sedikit perubahan iklim. Masa Little Ice dimulai sekitar 650 tahun lalu (1350 M) dan hanya bertahan sekitar 550 tahun lalu. Beberapa peneliti menganggap bahwa kondisi suhu bumi pada masa yang hangat ini hanya bersifat sementara—bahwa secara sederhana kita berada dalam periode interglasial dari zaman es.
Zaman Holosen kadang-kadang disebut “zaman manusia”. Ini adalah penyataan yang salah: karena manusia modern muncul dan tersebar di seluruh planet sebelum masa Holosen dimulai. Namun bagaimana pun, sejak munculnya peradaban pertama—mungkin sekitar 12.000 tahun lalu—manusia telah memengaruhi lingkungan global berbeda dengan organisme yang lainnya.

Sementara semua organisme memengaruhi lingkungannya sampai beberapa tingkat tertentu, beberapa di antaranya bahkan mengubah dunia. Sebanyak 20% dari jumlah tanaman dan hewan masa kini akan punah pada tahun 2025 M. Dibutuhkan lebih banyak informasi untuk menentukan apakah level kepunahan yang ada sekarang berada dalam garis level alami dari pergantian spesies, ataukah proses ini dipercepat oleh kegiatan manusia, seperti; berburu, polusi, pengontrolan banjir, dan penggundulan hutan (deforestasi) yang kemudian menjadi sesuatu yang kita sebut “kepunahan massal keenam”. Kebanyakan peneliti setuju bahwa aktivitas manusia bertanggung jawab atas “pemanasan global,” berarti bahwa naiknya tempetatur dunia yang masih terus berlanjut sampai sekarang akan menimbulkan efek yang tidak terduga.

Namun sekarang masa Holosen juga telah menjadi saksi dari kemajuan pengetahuan dan teknologi manusia yang dapat dimanfaatkan—dan memang digunakan—untuk memahami perubahan yang kita ketahui, untuk memprediksi akibatnya, dan untuk menghentikan kerusakan yang terhadap bumi dan populasi manusia. Paleontologi merupakan bagian dari usaha untuk memahami perubahan global. Karena banyak fosil menyediakan data tentang iklim dan lingkungan masa lalu. Ahli palaentologi berkontribusi terhadap pemahaman kita tentang bagaimana perubahan lingkungan masa depan akan memengaruhi kehidupan bumi.




Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.