Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Mei 2014

Wabah Black Death Membuat Penderita Berumur Panjang


Orang-orang yang selamat dari Black Death, wabah massal di abad pertengahan, ternyata membuat mereka hidup jauh lebih lama dan lebih sehat dibandingkan dengan orang yang hidup sebelum wabah melanda tahun 1347. Wabah Black Death disebabkan bakteri Yersinia Pestis dimana pada waktu itu telah membunuh 30 persen orang Eropa dan hampir setengah warga London tewas selama gelombang pertama tahun 1347 hingga 1351.
Sharon Dewitte, antropolog asal University of South Carolina memberi penjelasan bagaimana wabah Pes meluas dengan gambaran populasi demografi dan kesehatan selama beberapa generasi selanjutnya. Penemuan ini berimplikasi penting untuk memahami wabah penyakit yang muncul dan bagaimana mempengaruhi kesehatan individu dan populasi. Hasil penelitian dipublikasikan secara umum dan online dalam jurnal PLoS ONE edisi 7 Mei 2014.

Wabah Black Death Mengubah Biologi Manusia

Menurut Dewitte, dengan mengetahui seberapa kuat penyakit dapat membentuk biologi manusia dan memberi sarana untuk bekerja dimasa mendatang dalam memahami wabah, serta bagaimana wabah itu nantinya mempengaruhi populasi. Wabah Black Death adalah iterasi tunggal dari penyakit yang telah mempengaruhi manusia sejak abad ke 6 yang dikenal sebagai Wabah Justinian.
Untuk memahami faktor penyebab pada manusia, ilmuwan menghabiskan waktu 10 tahun memeriksa 1000 kerangka pria, wanita dan anak-anak yang hidup selama dan sesudah wabah Black Death. Kerangka itu diperoleh dari arsip Museum of London termasuk kerangka St Mary Spital, Guildhal Yard, St Nicholas dan St Mary Graces. Mereka mempelajari setiap kerangka, menentukan jenis kelamin biologis, usia kematian dan analisis penanda spesifik termasuk kulit berpori dan gigi.

Penelitian ini telah memberi dimensi baru dalam mempelajari wabah Black Death dan memberi tampilan pertama kehidupan perempuan dan anak-anak selama wabah melanda. Penelitian tentang Black Death jarang terjadi karena sampel yang digunakan sangat jarang, hanya beberapa sampel besar yang jelas berasal dari abad ke-14 saat Black Death terjadi.
Menurut analisis Sharon Dewitte, Black Death yang terjadi pada abad ke-14 bukan wabah pemusnah massal, melainkan ditujukan kepada orang yang lebih lemah dari segala sisi termasuk usia dan fisik. Orang yang selamat dari Black Death mengalami masa perbaikan kesehatan dan berumur panjang dimana rata-rata tutup usia berkisar 70 hingga 80 tahun dibandingkan orang yang hidup sebelum wabah melanda.
Kondisi fisik membantu kelangsungan hidup pasca Black Death, dimana kesehatan tidak selalu sama tetapi menjelaskan kondisi daya tahan tubuh bertahan dalam melawan wabah penyakit yang berulang. Secara langsung maupun tidak langsung, wabah Black Death sangat kuat membentuk pola kematian berkelanjutan selama beberapa generasi setelah berakhirnya epidemi.

Referensi


New Study Sheds Light on Survivors of the Black Death, 07 May 2014, by University of South Carolina. Sharon N DeWitte, Mortality Risk and Survival in the Aftermath of the Medieval Black Death. PLoS ONE, 2014. Triumph of death, image courtesy of Pieter Brueghel the Elder (1526/1530–1569).


Sumber

Sabtu, 19 April 2014

Harga-Harga BBM Di Seluruh Dunia


LAIN negara, tentu lain pula harga BBM-nya. Bergantung dari seberapa besar negara itu menghasilkan minyak, kesejahteraan rakyatnya, dan kebijakan para penguasanya. Berikut ini adalah harga-harga BBM di seluruh dunia yang dirangkum dari berbagai sumber.

United Arab Emirates ($ 0.37/liter atau Rp.4.300,-/L)
United Arab Emirates adalah sebuah negara yang menarik untuk menjadi tempat tinggal. Selain memiliki salah satu harga BBM termurah di dunia mereka juga negara terkaya nomor 4 di dunia.

Bahrain ($ 0.27/litre atau Rp.3.159,-/L)
Sebagai negara dengan luas wilayah yang kecil dan mempunyai akses yang luas pada negara-negara produsen minyak, maka jangan heran jika harga BBM di negara ini murah meriah.

Qatar ($ 0.22/litre atau Rp.2.575,-/L)
Dengan produk minyakya yang melimpah dan dengan jumlah penduduk yang tak tertlalu besar, Qatar menjadi salah satu negara terkaya di dunia. wajar saja negara ini mempunyai kemampuan untuk menjual minyak yang mahal ke luar negeri dan menjualnya dengan harga murah di dalam negeri.

Kuwait ($ 0.21 / liter atau Rp.2.457,-/L)
Hampir sama seperti di Qatar, Kuwait adalah negara nomor 5 terkaya di dunia, jadi sangat masuk akal bahwa harga BBM di Kuwait sedikit lebih murah daripada di Qatar.

Libya ($ 0.14/Liter atau Rp.1.636,-/L)
Negara yang baru saja terkena krisis pemerintahan ini adalah negara dengan cadangan minyak terbesar di Afrika dan nomer 9 di dunia. Pantas saja kalo harga minyak di negara ini miring.

Arab Saudi ($ 0.12/liter atau Rp.1.404,-/L)
Tak ada yang meragukan negara ini untuk membentuk harga murah terhadap BBM di negara ini. Semua orang di dunia ini juga tahu kalo negara ini adalah dedengkotnya petrodollar.
Iran ($ 0.11/liter atau Rp.1.287,-/L)
Walaupun oleh para ahli negara ini diperkirakan akan kehabisan cadangan minyak pada 74 tahun mendatang, namun negara ini nyatanya tetap memberlakukan harga murah untuk BBM di negara ini.

Nigeria ($ 0.10/liter atau Rp.1.170,-/L)
Nigeria memiliki cadangan minyak 10 terbesar di dunia. namun juga memiliki catatan konflik yang berkepanjangan, jadi jangan heran jika pemerintah setempat tak ingin membuat rakyat marah dengan harga Bm yang tinggi.

Turkmenistan ($ 0.08/liter atau Rp.936,-/L)
Entah sebab apa negara ini bisa mempunyai harga yang rendah untuk minyak mereka, yang jelas, negara yang terletak di sekitara perbatasan Asia dan Eropa ini mempunyai harga yang rendah untuk BBM, bahkan harga seliternya lebih murah dari sebungkus mie instan.

Venezuela ($ 0,05 / liter atau Rp.585,-/L)
Venezuela dipimpin oleh Presiden Hugo Chávez – cukup terkenal untuk orang-orang yang mengikuti politik internasional. Seorang sosialist. Ia melakukan hampir apapun yang ia pikir membantu rakyatnya untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Tentunya dengan harga BBM yang murah, akan lebih mudah rakyat memilih dia kembali pada pemilu. []



Sumber

Masih Adakah Partai Islam?


Oleh: Roni Ruslan, Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo

Partai merupakan sarana sosialisasi politik dan edukasi politik. Oleh karenanya partai Islam saat melakukan sosialisasi melalui kampanye misalnya haruslah mensosialisasikan pentingnya syariah Islam sebagai solusi atas persoalan yang menimpa umat di negeri ini. Demikian juga masyarakat harus dididik dan dipahamkan akan hukum-hukum Islam dan pentingnya negara yang menerapkan ideologi Islam.

Namun sayang, dalam pemilu legislatif yang baru saja berlalu tak satupun partai yang mengklaim partai Islam melakukan kedua hal tersebut di atas. Pola kampanye pun sama persis dengan yang dilakukan oleh partai-partai sekuler; gelaran musik dangdut yang seronok, suap menyuap, dan money politik yang semuanya justru melanggar hukum-hukum Islam.

Pesta demokrasi tak ubahnya lapak perjudian. Yang kalah kecewa dan stres. Perilaku partai Islam dan para calegnya tidak beda dengan partai sekuler. Sehingga wajar, umat yang masih memiliki kesadaran politik Islam mempertanyakan masih adakah partai Islam? Umat pun menganggap tiada bedanya antara partai yang mengaku Islam dengan partai yang terang-terangan mengaku nasionalis dan sekuler.

Walhasil, umat tidak lagi menganggap penting memilih partai Islam atau bukan Islam. “Yang penting pilih orangnya bukan partainya, pilih partai sama saja!” itu sebagian ungkapan yang sering kita dengar.

Kegagalan Partai Islam

Kegagalan partai Islam selama ini disebabkan setidaknya oleh empat faktor.

Pertama, partai berdiri di atas konsep Islam yang tidak jelas, terlalu umum, samar dan bercampur antara ide Islam dan bukan dari Islam. Partai tidak mampu merinci Islam sebagai ideologi dan sistem.
Tidak jarang kita dengar partai Islam bertekad untuk mempertahankan pluralisme, melanjutkan demokratisasi bahkan berkoalisi dengan partai sekuler. Padahal faktanya semua konsep tersebut sangat kontradiksi dengan akidah dan hukum Islam.

Tak satupun partai Islam peserta pemilu mampu menjelaskan bagaimana Islam menyelesaikan persoalan persoalan yang yang kini dialami umat. Misal solusi Islam atas kekayaan negara yang hari ini telah jatuh ke tangan para kapitalis asing.

Kedua, partai tidak mengetahui metode menerapkan konsep. Maksudnya bagaimana menyatukan umat dengan ide partai. Umat hanya dihampiri sekali dalam lima tahun dengan iming-iming janji palsu. Hingga umat tidak pernah tercerahkan dengan pemikiran politik Islam.

Kesadaran politik Islam dari pemilu ke pemilu tidak pernah beranjak naik tapi terus mengalami kemunduran dan degradasi. Bahkan umat cenderung apatis terhadap partai Islam karena perilaku para elite partai yang tidak mencerminkan Islam.

Ketiga, para aktivis partai belum memiliki kesadaran yang benar. Mereka masuk ke dalam partai hanya berbekal keinginan dan semangat belaka. Fakta ini bisa kita lihat betapa banyak para caleg yang sangat awam terhadap Islam. Bahkan mereka mengalami stres karena kalah suara dalam pemilihan.

Keempat, ikatan yang mengikat para anggota partai bukan ikatan ideologi. Yang mengikat mereka hanya sekedar ikatan struktur dan slogan-slogan kosong. Partai melakukan rekrutmen asal-asalan. Para aktivis partai berjuang bukan untuk kepentingan ideologi Islam namun sebaliknya, kepentingan pribadi lebih mendominasi.

Para caleg dari partai yang sama bersaing satu sama lain. Bahkan yang lebih aneh lagi partai Islam membuka diri untuk para caleg dari kalangan orang kafir. Lalu bagaimana orang kafir ini akan berjuang untuk Islam?

Kembali ke Khiththah

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali Imran [3]:104)

Menurut Abu Jafar ayat ini merupakan perintah Allah SWT untuk membentuk jamaah/kelompok yang mengajak kepada melaksanakan syariah Islam, memerintahkan manusia kepada yang ma’ruf dan mencegah manusia dari yang munkar. (Tafsir at Thabari).

Oleh karena itu partai umat Islam setidaknya melakukan empat hal.

Pertama, berdiri diatas akidah Islam, bukan berdiri atas dasar kesukuan, kebangsaan, nasionalisme dan asas lainnya selain akidah Islam. Akidah ini sekaligus menjadi pengikat para anggotanya.

Kedua, harus secara terbuka mengajak umat pada pelaksanaan syariah Islam yang kaffah bukan parsial. Dengan demikian partai harus memiliki konsep Islam yang jernih khususnya terkait pengaturan negara.

Partai Islam wajib memiliki konsep negara Islam, ekonomi, peradilan, pendidikan, politik dalam dan luar negeri termasuk konsep membangun militer yang tangguh. Konsep-konsep tersebut wajib dipahami oleh para anggotanya.

Adopsi mereka terhadap konsep partai menjadi jaminan keberadaan mereka di dalam partai. lalu konsep-konsep tersebut diajarkan dan dikampanyekan kepada umat agar umat menyatu dengan ide partai.

Upaya penyatuan dilakukan dengan cara
(1) menjelaskan kepada umat kekeliruan konsep-konsep dan pemikiran yang salah dan sesat lalu menjelaskan konsep pemikiran Islam diatas konsep-konsep kufur tersebut,
(2) memberikan penjelasan kepada umat tentang solusi Islam saat terjadi perampasan hak-hak umat oleh negara,
(3) berani membongkar konspirasi musuh-musuh Islam yang selalu menghalangi Islam berdaulat dalam negara,
(4) mengkonsolidasikan simpul-simpul tokoh umat dan pemilik kekuatan ril agar mendukung partai mengambil kekuasaan untuk menerapkan ideologi partai.

Ketiga, keanggotaan partai harus dibatasi pada orang Islam saja. Partai tidak boleh menerima anggota dari kalangan orang kafir.

Keempat, partai tidak boleh menempuh cara-cara yang bertentangan dengan Islam seperti jalan demokrasi, suap menyuap dan obral janji palsu apalagi berkoalisi dengan partai yang berbeda ideologi. Termasuk menjauhi kerjasama dalam bentuk apapun dengan pihak-pihak asing kafir penjajah.

Demikianlah khiththah partai Islam seharusnya. Wallahu alam bi ashshowab.[]




Sumber

Demokrasi Hanya untuk Company

Oleh Hanif Kristianto (Lajnah Siyasiyah HTI Jawa Timur)


Pemilu memang belum usai. Masih ada tahapan berikutnya yaitu perebutan kursi RI-1. Atas nama pesta demokrasi, rakyat Indonesia betul-betul diminta menyukseskannya. Untuk kesuksesan Pemilu tidak sedikit dana yang dikeluarkan. Baik oleh negara melalui APBN, uang Pribadi Caleg/Cawapres, dan sumbangan dari donatur. Kisaran uang yang dikeluarkan negara untuk Pemilu mencapai triliyunan. Begitu pula caleg/cawapres untuk mendukung kampanye ada yang milyaran. Pihak donatur yang diwakili oleh pemilik modal, menanamkan investasi atas nama sumbangan kepada partai dan caleg/capres.

Demokrasi dewasa ini sering dikaitkan dengan uang. Sukses tidaknya seseorang dalam pemilu, ditentukan jumlah dana dan pencitraan di media massa. Akibat disandarkan pada materi (uang), tidak sedikit orang dibuat stres. Akhirnya pun gangguan jiwa (gila). Saat ini susah membedakan antara biaya politik (politic cost) dan politik uang (money politic). Keduanya ibarat sebilah kepingan uang koin. Anehnya yang sering dipersoalkan dalam pemilu adalah money politic. Karena dianggap serangan fajar dan semisal penyuapan. Padahal keduanya bersumber dari uang. Meskipun perutukannya berbeda.

Konsep demokrasi tak seindah realitanya. Gagasan demokrasi (Abraham Lincoln 1860-1865) dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat sudah bergeser. Pergeseran menjadi dari company, oleh company, dan untuk company (disampaikan Presiden Rutherford B.Hayes-1876). Company dimaksudkan perusahaan atau pemilik modal (kapitalis). Faktanya pada Pemilu di negara demokrasi manapun, keterlibatan company selalu ada. Mereka berada di balik layar untuk mendukung sisi finansial. Mengingat Parpol bukanlah sebuah perusahaan.

Simbiosis Eko-Politik

Kepentingan ekonomi dan Politik (Eko-Politik) dalam sistem demokrasi akan senantiasa berjalan beriringan. Politik merupakan sumber untuk menghasilkan kebijakan dan aturan. Sementara ekonomi merupakan penopang utama keberlangsungan pemerintahan. Sistem demokrasi mengharuskan siapa yang berkuasa harus mempunyai dukungan kuat. Bisa berupa finansial, basis masa, dan mesin politik partai. Maka untuk menopang itu semua, dibutuhkan penyandang dana. Benar yang dikatakan Harold D. Laswell, politik adalah masalah siapa dapat apa, kapan, dan bagaimana.

Keberadaan pemilik modal tidak dielakkan lagi.

Sumbangan pemilik modal disebut juga “mahar politik”. Pemberian itu tidak gratis. Ada kesepakatan tersembunyi dibalik itu semua. Pemilik modal hanya menginginkan aturan yang ada tidak menyulitkan untuk berinvestasi atau menguasai pasar usaha. Maka di sinilah ada simbiosis antara penguasa dan pemilik modal. Simbiosis berupa aturan dan UU yang pro pada kapitalis. Sebut saja UU Migas, UU SDA, UU Minerba, UU Kelistrikan, UU BPJS, UU SJSN, UU Pemilu, dll.

Simbiosis kepentingan eko-politik dibolehkan dalam UU No.8 Tahun 2012 tentang Pemilu. Hal ini mengindikasikan jika politik membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hal itu dijelaskan pada bagian kesepuluh tentang Dana Kampanye pasal 129-135.

Sebagaimana dalam penjelasan UU, yang dimaksud “sumbangan yang sah menurut hukum dari pihak lain” adalah sumbangan yang tidak berasal dari tindak pidana, bersifat tidak mengikat, berasal dari perseorangan, kelompok dan/atau perusahaan.

Jika demikian, apakah benar tidak ada kepentingan apa pun ketika pihak lain memberi? Padahal dalam istilah jaman matrealis ini, “tidak ada makan siang gratis”. Hal inilah yang mengindikasikan jika demokrasi sesungguhnya tidak untuk rakyat, melainkan untuk company (kompeni: baca istilah Belanda). Karena faktanya tidak semua rakyat punya uang. Hanya karena keserakahan segelintir orang yang ingin berkuasa, mereka menggandeng kapitalis.

Peristiwa kepentingan eko-politik sudah mewarnai Indonesia semenjak zaman penjajahan. Ahmad Mansur Suryanegara menjelaskan bahwa demi menciptakan sistem kebergantungan kalangan Pangreh Pradja (setingkat pejabat) terhadap Cina pemilik dana. Maka diciptakan sistem pengangkatan dari kepala desa hingga bupati, disyaratkan memiliki sejumlah uang. Dapat dikatakan dengan istilah lain sebagai “pendanaan ilegal kepala daerah” atau “pilkada” zaman kolonial. Disebut dana ilegal karena tidak ada landasan surat dari Gubernur Jendral.

Prof. Dr. D.H. Burger dan Prof. Dr. Mr. Prajudi dalam Sedjarah Ekonomis Sosiologis Indonesia menuturkan bahwa untuk seorang calon Loerah harus memiliki uang sejumlah f.700,- hingga f.1.000,-. Uang tersebut sejumah f.200,- dipersembahkan kepada Bupati, untuk Wefana f.100,- dan Jurutulis Controleur f.25,-. Sisanya digunakan untuk menyejahterahkan eselon lainnya yang terikat dalam struktur kepangreh pradja. Pertanyaan berikutnya, darimana dana tersebut diperoleh? Jawabannya diperoleh dari pinjaman kepada Cina atau disebut Taokeh. Walaupun Lurah dipilih rakyat, namun jika tidak memberikan dana ilegal dipastikan tidak diangkat menjadi lurah.

Bagaimana cara pengembaliannya? Seorang Taokeh ternyata dapat mendanai tiga atau empat Lurah. Demokian seorang Taokeh dapat menyeponsori dana ilegal untuk Bupati. Adapun sistem pengembalian utangnya, para Taokeh bertindak sebagai raja kecil di desa atau kabupaten yang didrop dananya. Rakyat harus bekerja untuk kepentingan Taokeh. Kelaparan dan wabah penyakit tak terhindarkan. Lurah hingga Bupati tidak berdaya membela rakyat dan tidak berani melawan penindasan Taokeh.

Cara-cara zaman kolonial itu, kini dilestarikan. Akibatnya rakyat menjadi tumbal politik. Demokrasi telah gagal dan menyesatkan dengan istilah suara rakyat suara Tuhan. Adanya saat ini Keuangan yang maha kuasa. Mengingat demokrasi bersumber pada pemisahan agama dengan kehidupan. Segala cara ditempuh untuk duduk di kekuasaan.

Fakta lainnya, pemilik modal mendapatkan murah ijin investasi menjelang Pilkada. Angka yang dicatat lembaga swadaya masyarakat Jaringan Informasi Tambang (Jatam) mencatat, pada saat pemilihan kepala daerah, jumlah izin yang dikeluarkan melonjak sekitar dua kali lipat. “(Keluarnya izin) menyusut setelah proses pilkada berlangsung,” kata Ki Bagus Hadi Kusuma, Manajer Kampanye Jatam. Dari data 18 kabupaten dan kota yang dikumpulkan Jatam, 11 di antaranya menggelar pemilihan bupati pada 2011 dan 2010. Tampak bahwa jumlah izin yang dilansir melonjak tajam pada 2010, tahun saat banyak dana dibutuhkan untuk kampanye. (sumber Majalah detik. Maret 2014).

Saat ini pun, pemilik modal mulai merambah ke dunia politik. Sebut saja bos Media Massa Harry Tanoe, Surya Paloh, Abu Rizal Bakrie, dan lainnya. Begitu mereka masuk dalam partai politik, ada karpet merah di kursi kehormatan partai. Sering ketika pemilik modal masuk politik berujar, “saya tidak akan korupsi. Kekayaan saya lebih besar dari pendapatan jadi politisi. Terus apa yang mau dikorupsi?”. Memang mereka masuk bukan karena pendapatan jadi politisi. Mereka hanya ingin aturan dibuat untuk memudahkan mereka dalam memutar roda ekonomi, yang hasilnya jauh lebih besar dari gaji politisi. Lagi-lagi, uang dijadikan instrumen utama.

Pengalaman Pemilu 2004, sebagaimana disampaikan TB Silalahi, ketika SBY dari Menkopolkam kemudian mencalonkan Presiden. Ratusan pengusaha mendukung SBY. Membantu kaus, bendera, dan properti. Mereka menyiapkan segala sesuatu dengan harapan mengubah nasib bangsa. Dananya datang begitu saja, mengingat partai baru berdiri dan belum punya uang. Baru-baru ini pula PDI-P untuk mendukung kampanye telah memberikan nomor rekening kepada 60 pengusaha. Kondisi semacam ini juga dialami oleh semua partai. Untuk menjalankan mesin uang partai mereka mengandalkan anggota dan sumbangan kapitalis. Inilah menunjukkan bahwa politik demokrasi diciptakan untuk kepentingan segelintir orang. Bukan untuk rakyat.

Alhasil, selama politik ditunggangi oleh kepentingan uang. Maka selama itu pula rakyat hanya diminta memberikan “stempel” dukungan. Tujuannya agar negara sesuai dengan konstitusi. Meskipun penguasa sering inkonsistensi. Di sinilah dibutuhkan kesadaran bagi rakyat agar memiliki pemahaman politik yang benar. Politik yang tidak sekadar akal bulus dan membohongi rakyat. Lebih dari itu politik yang mencerdaskan rakyat. Sehingga negara ini dibangun oleh orang-orang yang layak dan kompeten. Saatnya rakyat juga menggugat demokrasi yang selama ini menidurkan rakyat dari fakta sebenarnya.

Perubahan Paradigma

Korupsi sering diidentikan dengan biaya politik yang mahal. Begitu pula banyak komentar yang masih menganggap demokrasi sistem yang baik. Hanya segelintir oknum yang jelek akhlaknya sehingga terjerembab dalam korupsi. Jika demikian adanya, kenapa orang-orang yang paham dan pintar justru menjadi pelaku utama korupsi?

Dibutuhkan perubahan paradigma mendasar bahwa sistem demokrasi cacat sejak lahir. Prakteknya juga menimbulkan kecacatan dan kerusakan. Jika sudah demikian maka demokrasi haruslah diganti dengan sistem politik yang manusiawi. Itulah gagasan politik Islam. Perbedaan mendasar Islam dan demokrasi terletak pada asas. Demokrasi berasas pada kedaulatan di tangan rakyat. Artinya rakyat berhak menentukan baik dan buruknya, serta mengatur hidupnya sendiri. Sementara islam berdasar pada aqidah Islam. Artinya kedaulatan ada di tangan Allah. Dzat Yang Menciptakan Manusia dan Mengatur alam semesta. Baik dan buruk bersandar pada syariat Islam.

Di sisi lain, islam mendefinisikan politik sebagai pengurusan urusan umat dengan syariah. Maka siapa pun yang berkuasa tugasnya menegakan hukum Allah dan melayani rakyat. Jika terjadi pengabaian urusan rakyat dan pembohongan publik maka siksa Allah lebih berat. Sebagaimana hadis Rasulullah Saw

“Tidaklah Seorang Penguasa Mengatur Urusan Rakyatnya, Lalu Mati Sedangkan Dalam Keadaan Menipu Mereka Melainkan Allah Mengharamkan Syurga Baginya” (HR Bukhori)

Islam juga akan mencegah kongkalikong politisi dan pemilik modal dalam pembuatan UU. Karena penguasa tidak disibukkan membuat UU. Mereka hanya diminta menjalankan aturan yang sudah berasal dari Allah. Aturan yang memanusiakan manusia. Jika pun mereka sebagai penguasa maka tugasnya hanya untuk melayani rakyat, bukan kapitalis. Ketika ada penyelewengan penerapan syariah maka akan ada amar ma’ruf nahi munkar. Ketika Islam dijadikan sebagai pedoman, maka siapa pun yang berkuasa adalah orang yang amanah, beriman, dan sesuai dengan tuntunan Islam. Karena pertanggung jawaban tidak saja di hadapan manusia, tapi di hadapan Allah Swt. Hal inilah yang menjadikan Umar bin Khattab untuk memanggul gandum. Kemudian diberikan kepada rakyatnya yang sedang memasak batu untuk anak-anaknya.

Keagungan politik Islam digunakan untuk menegakan hukum-hukum Allah dalam segala aspek hidup. Karena inilah perintah dari Allah Swt. Maka untuk mewujudkannya diperlukan suatu Negara. Inilah yang disebut Khilafah Islamiyah. Lantas, apa jawaban bagi para pendukung dan pejuang demokrasi? Dengan melihat fakta kecacatan dan kebobrokannya? Jika mereka tidak ingin menanggung malu di hadapan manusia dan Allah, karena menyebarkan hal yang salah. Segeralah menjadi bagian dari para penyeru Politik Islam yang Agung dan berasal dari Allah. Sudah saatnya Syariah dan Khilafah mengganti demokrasi yang rusak.




Sumber

Minggu, 23 Maret 2014

Perubahan Cuaca di Athena Menurut Naskah Drama Yunani Kuno


Studi baru yang diungkapkan Dr Christina Chronopoulou dari University of Athens menggambarkan keadaan iklim Mediterania dari naskah drama Yunani kuno. Menggunakan pengamatan sejarah dari karya seni dan drama, peneliti menyelidiki fenomena meteorologi yang dikenal sebagai Halcyon Days, dimana pada waktu itu para penikmat teater terbuka Dionysus di Athena menyaksikannya ditengah musim dingin.

Bagaimana kondisi cuaca Athena dimasa lalu? Perubahan cuaca pernah terjadi di Yunani, dimana para filsuf kuno mengungkap kondisi cuaca yang tertuang dalam naskah drama Yunani kuno. Kondisi cuaca memungkinkan orang-orang Athena di era klasik menonton pertunjukan teater terbuka selama pertengahan musim dingin. Para peneliti bertujuan mengumpulkan dan menafsirkan fenomena yang terjadi di abad ke-5 dan ke-4 SM.

Naskah Drama Yunani Kuno Ungkap Perubahan Iklim Athena

Dalam sejarah dunia, kota Athena memiliki teater terbuka Dionysus di selatan Acropolis dan mungkin penduduk kota menonton drama Yunani kuno ditengah musim dingin antara 15 Januari dan 15 Februari. Ilmuwan beralih meneliti naskah 43 drama, diantaranya 7 naskah dari Aeschylus, 7 dari Sophocles, 18 dari Euripides dan 11 naskah dari Aristhopanes. Dalam naskah drama Yunani kuno, ilmuwan menemukan referensi yang mengungkap keadaan cuaca Athena.


Menurut Dr Chronopoulou, drama Arsitophanes sering memohon datangnya hari-hari tenang. Fakta ini ditemukan dalam naskah yang tertulis diantaranya dalam naskah drama Lenaian Acharnian sekitar tahun 425 SM, Arstophanes menuliskan:

"Dan apa yang saya katakan akan mengejutkan, tapi benar. Kali ini Cleon tidak akan menuduh saya memfitnah kota dihadapan orang asing, karena diri kita sendiri, melainkan kompetisi Lenean, dan tidak ada orang asing disini, tidak ada upeti maupun tentara yang tiba dari kota-kota sekutu. Kali ini, diri kita sendiri. Aku menghitung orang asing sebagai dedak dari rakyat kami."

 Orang-orang Yunani menggunakan ramalan dengan tampilan tanda-tanda Diosimies, fenomena yang disebabkan oleh Zeus. Kalender meteorologi disebut Parapigmata yang pada waktu itu beredar di Agora (tempat pengumpulan dan pasar) sejak abad ke-5 SM. Para filsuf saat itu mengamati cuaca pegunungan seperti Mithimna, Idi dan Lycabettus, Menggabungkan astronomi dengan pengetahuan empiris dari meteorologi lokal untuk menyusun Parapigmata, semacam laporan perkiraan empiris di Agamemnon. Seperti yang terlihat pada naskah Aeschylus di Agamemnon pada tahun 458 SM menuliskan:


"Saya telah menghabiskan malam di atap Atreides beristirahat seperti anjing, dan mengetahui secara menyeluruh kerumunan bintang malam, dan juga penguasa terang, mencolok dalam langit, yang membawa musim dingin dan musim panas untuk umat manusia, beberapa set dan lain-lain meningkat." 

Dalam menikmati Halcyon Days, orang-orang Yunani kuno mengamati musim panas dan dingin sehingga mereka memutuskan untuk memasukkan festival drama Yunani kuno di Lenaia, salah satu dari empat perayaan untuk menghormati Dionysus. Tiga dari empat perayaan digabungkan dengan festival dramatis di Kota Dionysian, Rural Dionysian dan Lenaia, yang berhubungan dengan tarian Bacchus.

Konteks dramatis dimasukkan selama bertahun-tahun setelah perayaan dan menunjukkan bahwa pada bulan musim dingin, Gamelion menawarkan dan mengizinkan penduduk kota Athena menonton drama Yunani kuno. Teater drama yang diadakan pada pertengahan musim dingin tanpa ada indikasi pasca-ponement, dan referensi naskah drama Yunani kuno tentang cuaca cerah dan musim dingin ringan di Attica. Lukisan yang ditemukan juga menunjukkan bahwa pakaian yang dikenakan di Lenaia dan pakaian upacara pernikahan tidak dirancang untuk musim hujan pada abad ke-5 SM. 




Sumber

Pemisahan Superbenua Gondwana Tenggelamkan Sahara Samudera Atlantik

Bagaimana bentuk superbenua Gondwana sekitar 130 juta tahun yang lalu? Superbenua Gondwana merupakan daratan luas, selama ratusan juta tahun benua Amerika Selatan, Afrika, Antartika, Australia dan India tergabung menjadi satu daratan. Geoscientists dari University of Sydney dan GFZ German Research Centre for Geosciences telah menunjukkan bukti melalui penggunaan lempeng tektonik dan pemodelan numerik tiga dimensi, Sahara Samudera Atlantik Tenggelam akibat aktifitas tektonik pada saat pemisahan Superbenua Gondwana.

Superbenua Gondwana terbentuk sebelum Pangea, kemudian menjadi bagian Pangea hingga akhirnya terpecah. Gondwana diperkirakan menjadi satu antara 570 hingga 580 juta tahun yang lalu sehingga East Gondwana bergabung dengan West Gondwana. Supebenua ini terpisah dari Laurasia 200 hingga 180 juta tahun yang lalu (Era pertengahan Mesozoikum), selama terpecahnya Pangea bergeser jauh ke selatan.


Aktifitas Tektonik Superbenua Gondwana

Benua besar termasuk Inti Crotons di Amerika Utara (Laurentian), Baltica dan Siberia bergabung menjadi satu membentuk superbenua Pangea pada periode Permian. Ketika memasuki periode Jurassic, superbenua Pangea terpecah menjadi dua bagian yaitu superbenua Gondwana dan Laurasia.

Amerika Selatan mulai terpisah secara perlahan ke arah Barat dan membuka Samudera Atlantik sekitar 110 juta tahun lalu. Gondwana Timur mulai memisahkan daratan sekitar 120 juta tahun lalu, pada saat itu India mulai bergerak perlahan ke Utara. Australia terpisah dari benua Antartika sejak peride Kapur Akhir 80 juta tahun lalu, tetapi pemekaran dasar laut terjadi 40 juta tahun lalu selama Epos Eosen periode Paleogen. Sementara New Zealand mungkin terpisah dari Antartika anatar 130 hingga 85 juta tahun lalu.

Sisa-sia superbenua Gondwana saat ini bisa terlihat pada daratan bumi selatan, termasuk Antartika, Amerika Selatan, Arfika, Madagaskar, dan benua Australia, sementara Semenanjung Arab dan India bergeser ke utara. Beberapa organisme dikenal telah bertahan hidup sejak adanya superbenua Gondwana misalnya tanaman Proteaceae, flora Antartika. Berbagai macam flora fauna hidup selama jutaan tahun, hutan Laurel di Australia, New Caledonia dan New Zealand terpisah oleh pergeseran benua 85 juta tahun lalu tetapi masih mempertahankan tanaman dan hewan peninggalan superbenua Gondwana.

Akibat aktifitas tektonik, retakan sepanjang Equator Atlantik lebih besar daripada retakan Afrika Barat. Hal ini menyebabkan wilayah itu punah (tenggelam) menghindari pecahnya benua Afrika.


Mengapa Sahara Samudera Atlantik Tenggelam?

Sampai saat ini, penyebab fragmentasi superbenua Gondwana masih diperdebatkan, superbenua pertama terpecah sepanjang pantai Afrika Timur dan Barat sebelum terjadinya pemisahan Amerika Selatan dan Afrika. Sekarang, tepi kedua benua sepanjang samudera Atlantik Selatan dan struktur bawah permukaan laut memberikan wawasan penting bagaimana proses terbentuknya Afrika dan Amerika Selatan.

Mengapa Atlantik Selatan membentuk cekungan raksasa dan berbeda dengan bagian Atlantik Utara? Menurut Sascha Brune, perpanjangan disepanjang Atlantik Selatan dan sistem retakan di Afrika Barat telah membagi benua Amerika dan Afrika menjadi dua bagian yang hampir sama, menghasilkan Atlantik Selatan dan Sahara Samudera Atlantik.

Model numerik kompleks memberi penjelasan sederhana yaitu, semakin besar sudut antara tren retakan dan arah ektensional (perpanjangan) maka semakin banyak kekuatan yang diperlukan untuk mempertahankan sistem retakan (Rift). Retakan Afrika Barat menampilkan orientasi hampir Orthogonal sehubungan dengan adanya perpanjangan ke arah barat superbenua Gondwana.

Sisa-sia superbenua Gondwana saat ini bisa terlihat pada daratan bumi selatan, termasuk Antartika, Amerika Selatan, Arfika, Madagaskar, dan benua Australia, sementara Semenanjung Arab dan India bergeser ke utara. Beberapa organisme dikenal telah bertahan hidup sejak adanya superbenua Gondwana misalnya tanaman Proteaceae, flora Antartika. Berbagai macam flora fauna hidup selama jutaan tahun, hutan Laurel di Australia, New Caledonia dan New Zealand terpisah oleh pergeseran benua 85 juta tahun lalu tetapi masih mempertahankan tanaman dan hewan peninggalan superbenua Gondwana. 




Sumber

jejak astronomis candi Borobudur

Stupa utama dikelilingi 72 stupa terawang yang membentuk lintasan lingkaran di tingkat 7, 8, dan 9. Bentuk dasar ketiga tingkat itu plus tingkat 10 adalah lingkaran, bukan persegi empat sama sisi seperti bentuk dasar pada tingkat 1 hingga tingkat 6. 


Kemegahan Candi Borobudur tidak hanya menunjukkan kemampuan rancang bangun nenek moyang bangsa Indonesia yang mengagumkan. Penempatan stupa terawang maupun relief di dinding Borobudur ternyata menunjukkan penguasaan mereka terhadap ilmu perbintangan alias astronomi.

Penelitian selama 2,5 tahun yang dilakukan Tim Arkeoastronomi Borobudur, Institut Teknologi Bandung, menunjukkan, stupa utama candi Buddha terbesar di dunia itu berfungsi sebagai gnomon (alat penanda waktu) yang memanfaatkan bayangan sinar Matahari. Stupa utama yang merupakan stupa terbesar terletak di pusat candi di tingkat 10 (tertinggi).

Jumlah stupa terawang pada tingkat 7, 8, dan 9 secara berurutan adalah 32 stupa, 24 stupa, dan 16 stupa. Jarak antarstupa diketahui tidak persis sama. Pengaturan jumlah dan jarak antarstupa diduga memiliki tujuan atau makna tertentu.

"Jatuhnya bayangan stupa utama pada puncak stupa terawang tertentu pada tingkatan tertentu menunjukkan awal musim atau mangsa tertentu sesuai Pránatamangsa (sistem perhitungan musim Jawa)," kata Ketua Tim Arkeoastronomi ITB Irma Indriana Hariawang.

Tim beranggotakan satu dosen dan empat mahasiswa Astronomi ITB, satu mahasiswa Matematika ITB, dan seorang peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Temuan mereka dimuat dalam prosiding 7 International Conference on Oriental Astronomy di Tokyo, Jepang, pada September 2010.

Bayangan lurus stupa saat Matahari berada di garis khatulistiwa (garis 0 pada grafik lintasan awal musim). Pada saat itu Matahari terbit tepat di titik timur garis dan terbenam tepat di titik barat garis. Hasil ini menunjukkan posisi candi Borobudur sesuai arah mata angin. Posisi itu ditentukan nenek moyang kita ketika meletakkan fondasi candi tanpa bantuan alat penentu posisi global (GPS).

Penelitian lebih lanjut adalah untuk melihat apakah posisi stupa atau bayangan stupa memiliki hubungan dengan prediksi gerhana Matahari atau gerhana Bulan. Konfigurasi situs megalitik umumnya memiliki kaitan dengan penentuan waktu, baik kalender maupun prediksi gerhana.

Sejumlah relief di Candi Borobudur juga menunjukkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia dalam penguasaan ilmu perbintangan.

Untuk mampu mengarungi lautan, dibutuhkan kemampuan navigasi yang panduan utamanya adalah bintang-bintang di langit.

Posisi bintang ini terlukis dalam relief bulatan-bulatan kecil pada tingkat ke empat Borobudur di sisi Utara. Tujuh bulatan kecil itu diapit oleh lingkaran besar yang diduga Matahari dan bulan sabit.

Salah satu bintang penunjuk adalah bintang Polaris. Sebelum tahun 800, Polaris dapat dilihat dari Nusantara di sekitar Borobudur. Namun kini Polaris berada dibawah horizon karena gerak presesi (gerak Bumi pada sumbunya sambil beredar mengelilingi Matahari) sehingga Bintang Utara tidak mungkin lagi dilihat dari Nusantara.

Apabila penelitian lebih mendalam dapat membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah mampu membuat peta bintang dan penentuan musim serta waktu gerhana, maka bangsa Maya bukan satu-satunya bangsa kuno yang menguasai ilmu perbintangan. Sejarah dunia perlu ditulis ulang, dan nama bangsa Indonesia patut diperhitungkan dalam peta sejarah dunia sebagai bangsa yang pernah mencapai kebudayaan yang tinggi dalam ilmu astronomi.

 Pentingnya rasi Ursa Mayor bagi masyarakat saat itu ditunjukkan oleh gambar relief bulatan-bulatan kecil pada tingkat ke-4 Borobudur di sisi utara. Tujuh bulatan kecil itu diapit oleh lingkaran besar yang diduga Matahari dan bulan sabit yang dipastikan simbol bulan.

Dari Bumi, Ursa Mayor terlihat sebagai tujuh bintang terang. Nama Dubhe dan Merak berasal dari bahasa Arab. Dubhe dari frasa thahr al dubb al akbar (punggung beruang besar), sedangkan Merak dari kata al marakk yang artinya pinggang— karena posisi di pinggang beruang.



Irma menambahkan, selain Ursa Mayor, tujuh bulatan itu diduga sebagai Pleiades (Tujuh Bidadari). Masyarakat Jawa mengenal kluster bintang terbuka ini sebagai Lintang Kartika. Nama ini berasal dari bahasa Sansekerta krttikã yang menunjuk kluster bintang yang sama.

Kluster (kumpulan) bintang ini populer di Jawa karena kemunculannya menjadi penanda dimulainya waktu tanam.



Sumber

Manusia Berekor di Hutan Kalimantan?

Carl Alfred Bock, naturalis dan pelancong Norwegia kelahiran Kopenhagen, Denmark. Dia pernah melakukan perjalanan ke pedalaman Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan pada 1879. Sebelum berjejak di Kalimantan, dia telah menjelajah di pedalaman Sumatra pada 1878. Lukisan karya Hans Christian Olsen. (Wikimedia Commons/Tropenmuseum)


“Pada Minggu, 20 Juli 1879, saya memulai perjalanan dari Samarinda dengan dua perahu ke Tangaroeng [Tenggarong],” ungkap seorang lelaki muda di buku catatannya, “jaraknya sekitar 30 mil perjalanan lewat sungai.”

Lelaki itu adalah Carl Alfred Bock, naturalis dan pelancong kelahiran Kopenhagen, Denmark. Meskipun lahir di Denmark, Bock mengikuti kewarganegaraan orang tuanya, Norwegia. Dia pernah melakukan perjalanan ke pedalaman Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan selama enam bulan. Ketika itu usianya masih 30 tahun.

Misinya di Kalimantan merupakan titah dari Gubernur Jenderal Johan van Lansberge untuk melaporkan keberadaan suku-suku Dayak dan menghimpun spesimen sejarah alam untuk beberapa museum di Belanda.

Hasil penjelajahannya di Samarinda-Tenggarong-Banjarmasin dan pedalaman Kalimantan, Bock menulis buku berjudul The Head Hunters of Borneo yang terbit pada 1881, lengkap dengan 37 litografi dan ilustrasi.

Dalam bukunya yang sensasional itu dia berkisah tentang peradaban Dayak dan kanibalisme antar-suku.

“Bock memberi kita informasi yang padat tentang suku Dayak dari Kalimantan Selatan,” ungkap Alfred Russel Wallace, seorang naturalis dan penjelajah asal Inggris, beberapa bulan setelah buku itu terbit.

“Kesan umum dari deskripsinya yang didukung potret kehidupan menunjukkan adanya kesamaan nan indah antara semua suku di pulau besar ini, baik dalam karakteristik fisik dan mental,” demikian ungkap Wallace, “meskipun ada banyak spesialisasi dalam kebiasaan.”

Bock dalam catatannya telah berjumpa Dayak Long Wai, Dayak Long Wahou, Dayak Modang, Dayak Punan, “Orang Bukkit” dari Amontai, dan Dayak Tring.

Dia juga menuturkan upayanya dalam menyingkap kisah lama dari warga setempat tentang manusia berekor.

Seorang abdi kepercayaan dari Sultan Kutai A.M. Sulaiman bersaksi pernah menjumpai sosok itu dan menjulukinya dengan “Orang boentoet”.

“Saya berhasil menyelesaikan perjalanan ini, saya menjelajahi rute dari Tangaroeng ke Bandjermasin, sejauh 700 mil, melewati serangkaian bahaya dan kesukaran di suku Dayak,” ungkap Carl Bock.

Keingintahuan Carl Alfred Bock soal ‘rantai kerabat yang hilang’ itu nyaris membuat perseteruan dua kesultanan. Benarkah manusia berekor itu ada?

Pencarian Ras Manusia Berekor di Kalimantan

Sembari menikmati durian dalam jamuan makan malam di atas rakit, Carl Bock berbincang dengan Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan kerabatnya tentang keberadaan ras manusia berekor. Konon, mereka menghuni permu****n Kesultanan Pasir dan tepian Sungai Teweh.

Percakapan itu membuat Bock berpikir tentang keberadaan “tautan kerabat yang hilang” yang disuarakan pendukung teori Darwin.

Tjiropon, seorang abdi kepercayaan Sultan, meyakinkan Bock di depan Sultan dan para Pangeran. Sang abdi itu beberapa tahun silam pernah menjumpai sosok manusia berekor di Pasir, dan menjulukinya dengan “Orang-boentoet”.

Menyeberang Sungai Benangan di pedalaman Kalimantan. Litografi oleh C.F. Kelley berdasar lukisan karya Carl Bock. Bock menjelajahi Kalimantan timur dan selatan, dari Kutai ke Banjarmasin. Tentang pengalamannya, dia menulis sebuah buku “The Head Hunters of Borneo” yang terbit pada 1881.


Sang abdi bahkan mampu melukiskan sosok manusia berekor dengan kata-kata. Kepala suku mereka, ujarnya, berpenampilan sangat luar biasa, berambut putih, dan bermata putih.

Mereka memiliki ekor sekitar lima hingga sepuluh sentimeter. Uniknya, mereka harus membuat lubang di lantai rumah untuk tempat ekor, sehingga mereka dapat duduk nyaman.

Sultan Kutai pun turut takjub dengan kisah abdinya. Dia pun memberangkatkan Tjiropon bersama sebuah surat yang memohon Sultan Pasir untuk mengirimkan sepasang manusia berekor.
Carl Alfred Bock-penjelajah-kalimantan-02

Sejatinya Bock sedikit ragu soal mitos manusia berekor di pedalaman Kalimantan.

Namun demikian, dia setuju untuk tetap berupaya mencari “tautan kerabat yang hilang” itu.

Bahkan, dia pernah menjanjikan kepada Tjiropon uang sejumlah 500 gulden apabila berhasil membawa sepasang manusia langka itu.

Beberapa hari berlalu tanpa kabar. Bock melanjutkan perjalanan dari Tenggarong ke Banjarmasin. Ketika Bock berada di kota itu, Tjiropon menjumpainya.

Wajah sang abdi itu kecewa sambil berkata bahwa dia telah menyampaikan surat itu kepada Sultan Pasir, namun tidak mampu membawa ras manusia berekor pesanan Bock.

Tjiropon pun memberikan penjelasan yang berbelit-belit. Akhirnya, Residen Banjarmasin pun bersedia membantu Bock. Dia mengirim surat kepada Sultan Pasir yang isinya menanyakan sekali lagi soal keberadaan manusia berekor di wilayahnya.

Hampir sebulan berlalu, surat balasan dari Sultan Pasir sampai juga ke tangan Residen Banjarmasin. Tampaknya ada salah paham: “Orang-boentoet Sultan di Pasir” adalah sebutan para pengawal pribadi Sultan Pasir.

Pantaslah Sultan Pasir marah besar hingga mengancam perlawanan terhadap Sultan Kutai dan mengusir Tjiropon.

Akibatnya, menurut Bock, mereka mendirikan kubu pertahanan dan bersiap berperang melawan Kesultanan Kutai. “Jika Sultan Kutai menginginkan Orang-boentoet saya,” ujar Sultan Pasir, “Biarkan dia ambil sendiri.”

 Gambar ilustrasi


Meskipun demikian, Tjiropon tetap bersikukuh dengan pendiriannya bahwa manusia berekor itu nyata adanya. “Demi Allah saya pernah melihat Orang-bontoet beberapa waktu silam, dan berbicara kepada mereka , tetapi saya tidak bisa melihat mereka saat ini!” ungkapnya seperti yang dicatat Bock.

Carl Alfred Bock merupakan naturalis dan pelancong berkebangsaan Norwegia. Bock melakukan perjalanan ke pedalaman Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan pada 1879. Ketika itu usianya masih 30 tahun.

Misinya di Kalimantan merupakan titah dari Gubernur Jenderal Johan van Lansberge. Dia melaporkan kepada Gubernur tentang peradaban suku-suku Dayak. Tak hanya itu, dia juga menghimpun spesimen sejarah alam untuk beberapa museum di Belanda.

Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan para pengiringnya di depan kedaton, Tenggarong. Sang Sultan bertakhta di Kesultanan Kutai pada periode 1850-1899. Pada 1879, Carl Bock, seorang naturalis dan penjelajah asal Norwegia, pernah berbincang dengannya tentang “Orang-boentoet”—manusia berekor yang diduga mendiami Kalimantan. (Wikimedia Commons/Tropenmuseum)


Dari penjelajahannya di Samarinda-Tenggarong-Banjarmasin dan pedalaman Kalimantan, Bock menulis buku berjudul Head Hunters of Borneo yang terbit pada 1881.

Kisah lucu dan sungguh-sungguh terjadi dari pedalaman Kalimantan ini ternyata menarik perhatian Alfred Russel Wallace. Sang penjelajah sohor asal Inggris itu mengungkapkan, “Satu-satunya episode lucu dalam buku ini adalah upaya sungguh-sungguh untuk menemukan kisah ‘manusia berekor’ yang kerap dibicarakan di Kalimantan.”

Apakah ras manusia berekor itu benar-benar ada di hutan Kalimantan? Entahlah. Bock tak pernah tertarik lagi menyelisik sosok misterius itu. Dia pun menyebut peristiwa pencarian ras manusia berekor di Kalimantan sebagai “kekeliruan yang menggelikan”.




Sumber

Jumat, 21 Maret 2014

14 Penemuan Islam Terpenting

Oleh : Fahmi Amhar

Kehidupan sehari-hari di zaman modern ini tidak dapat dibayangkan seandainya tidak ada jejak karya ilmuwan Islam di dalamnya.  Berikut ini adalah 14 penemuan terpenting yang dipilih dari situs Science Museum of Univ. of Manchester (www.1001inventions.com).  Pemilihan dimulai dari yang paling dekat dengan semua orang, yaitu makanan, pakaian, tempat tinggal, urusan pendidikan dan kesehatan, transportasi, hiburan, hingga politik.  Tentu saja, siapa saja dapat membuat daftar seperti ini sesuai selera masing-masing.


1. Minum Kopi
Kita mulai dari minuman terpopuler di dunia.  Konon ini ditemukan di Ethiopia, ketika seorang penggembala Muslim melihat kambing-kambingnya lebih segar setelah memakan biji-bijian dari dari sejenis tumbuhan. Ia lalu merebus biji tersebut dan membuat kopi pertama di dunia. Sejarah lalu mencatat setelah biji-biji kopi tersebut dibawa ke Yaman, digunakan oleh para sufi untuk mengusir kantuk saat beribadah di malam hari. Pada akhir abad 15 kopi tiba di Mekah dan Turki hingga akhirnya tiba di Venesia pada tahun 1645. Kopi yang dalam bahasa Arabnya “qahwa” di Turki disebut “kahve” di Italia disebut “caffe” dan di Inggris disebut “coffee”.

2. Tata Cara Makan
Tata cara makan yang berupa tiga urutan hidangan makanan yang bermula dari  sup, diikuti dengan ikan atau daging, lalu makan buah dan kacang, diperkenalkan oleh Ali bin Nafi, yang dikenal populer dengan Ziryab di Cordoba pada abad 9.  Dia juga memperkenalkan cara minum dengan gelas kristal (bukan lagi cangkir logam atau keramik).

3. Memakai Sabun dan Shampoo
Mencuci dan mandi adalah hal religius bagi umat Islam, tidak heran jika mereka menyempurnakan resep untuk sabun yang kita gunakan saat ini. Bangsa Mesir kuno atau orang Romawi sudah mengenal sabun, tapi  orang Islamlah yang menggabungkan minyak nabati dengan sodium hidroksida dan aromatik. Shampoo diperkenalkan ke Inggris oleh seorang Muslim yang membuka pemandian “Mahomed’s India Vavour bath” di pinggir laut Brighton pada 1759 M. Dari sana Keramas di perkenalkan dari ahli bedah hingga Raja George IV dan William IV.

4. Menggelar Karpet
Karpet sebagai perlengkapan rumah nyaman adalah produk teknik tenun umat Islam, paduan dari bahan  kimia Islam dan pola yang ditata dengan rapi.  Menurut pujangga Belanda Erasmus, sebelum rumah-rumah Eropa mengenal karpet, lantai-lantainya biasa tertutup rumput, dan bertahun-tahun, menyimpan dahak, muntah, kotoran anjing, dan lainnya. Tidak mengejutkan bagaimana akhirnya karpet dengan cepat berkembang di sana.

5. Taman untuk Meditasi
Bangsa Eropa sudah biasa memiliki dapur dan taman obat, tapi orang-orang Islamlah yang mengembangkan gagasan kebun sebagai tempat keindahan dan meditasi. Taman dengan julukan “The Royal Pleasure Garden” pertama dibuka di Eropa pada abad ke-11 oleh Muslim Spanyol. Di samping itu kita juga mengenal bunga yang berasal dari daerah Muslim termasuk anyelir dan tulip.

6. Menulis dengan Pena
Tidak ada pendidikan tanpa tulis-menulis.  Fountanin pen (pena cair) diciptakan untuk Sultan Mesir pada 953 M setelah ia menuntut pena yang tidak akan menodai tangan atau pakaian. Pena tersebut menyimpan tinta dalam sebuah reservoir dan sebagai pena modern, ia bekerja dengan sistem gravitasi dan sistem kapiler.  Ratusan tahun setelah itu, di Eropa orang masih saja harus menulis dengan bulu ayam yang tetesan tintanya akan sering menodai kertas atau tangan mereka.

7. Berhitung “Cara Arab”
Sistem angka mungkin berasal dari India tapi sistem  penjabaran angka berasal dari Arab dan pertama kali muncul dalam karya Al-Khwarizmi dan Al-Kindi sekitar tahun 825 M. Isi buku al-Khawarizmi, Al-Jabr wa-al-Muqabilah, masih dipakai hingga kini. Karya ini dibawa ke Eropa 300 tahun kemudian oleh matematikawan Italia, Fibonacci. Algoritma dan banyak teori trigonometri datang dari dunia Muslim. Dan penemuan Al-Kindi mengenai analisis frekuensi telah menciptakan dasar ilmu kriptologi modern.

8. Alat Bedah
Rumah sakit modern tidak terbayangkan tanpa unit bedah.  Banyak peralatan bedah modern yang desainnya persis dengan yang dibuat abad 10 oleh Abu Qosim Az-Zahrawi. Pisau bedah, gergaji tulang, tang, gunting halus untuk bedah mata dan sebanyak 200 alat ciptaannya tetap di pakai oleh  ahli bedah modern. Dialah yang menemukan Catgut, alat yang digunakan untuk jahitan internal yang dapat melarutkan diri secara alami (penemuan itu terjadi ketika seekor monyet menelan senar kecapinya) dan ternyata benda tersebut juga dapat digunakan untuk membuat kapsul obat. Pada abad ke-13, petugas medis Muslim lainnya bernama Ibn Nafis menjabarkan tentang sirkulasi darah, 300 tahun sebelum William Harvey menemukannya. Muslim dokter juga menemukan obat bius dari campuran opium dan alkohol dan menemukan jarum berongga yang dipakai untuk menyedot katarak dari mata, sebuah teknik yang masih digunakan sampai saat ini.

9. Vaksinasi
Teknik inokulasi dengan kuman yang dilemahkan untuk merangsang kekebalan tubuh ternyata dirancang di dunia Muslim dan dibawa ke Eropa dari Turki oleh istri duta besar Inggris ke Istanbul pada tahun 1724 M. Anak-anak Turki telah divaksin dengan cacar sapi untuk melawan cacar yang mematikan setidaknya 50 tahun sebelum Jenner dan Pasteur di Barat menemukannya.

10 Engkol Poros
Engkol-poros adalah perangkat yang mengubah putaran  menjadi gerak linear di hampir semua mesin dalam dunia modern. Penemuan mekanis terpenting dalam sejarah manusia ini diciptakan oleh Al-Jazari untuk mengangkat air untuk irigasi. Dalam bukunya tahun 1206 M mengenai Pengetahuan tentang Alat Mesin, ia menunjukkan penyempurnaan penggunaan katup dan piston, merancang beberapa jam mekanik tenaga air dan berat, dan merupakan ayah dari dunia robotika. Salah satu diantara 50 penemuannya adalah kunci kombinasi.

11. Pesawat Terbang
Penemu prinsip pesawat terbang adalah Abbas Ibnu Firnas, seribu tahun sebelum Wright bersaudara menambahkan mesin padanya.  Abbas Ibnu Firnas pada tahun 852 M melompat dari menara Masjid Agung di Cordoba menggunakan jubah longgarnya yang dipadu  dengan kayu. Dia berharap untuk meluncur seperti burung, tetapi yang didapatnya adalah apa yang kini dianggap sebagai parasut pertama.  Pada tahun 875 M, saat usianya sudah 70 tahun, setelah menyempurnakan alat terbangnya yang memakai sutera dan bulu elang ia mencoba lagi, melompat dari sebuah gunung. Dia terbang dari bisa bertahan di ketinggian selama sepuluh menit tetapi jatuh saat mendarat. Ia menyimpulkan bahwa itu karena ia tidak memberikan ekor pada perangkatnya sehingga akan melambat saat mendarat.

12. Kamera
Tidak terbayangkan saat ini ada suatu acara tanpa diabadikan dengan kamera.  Adalah Ibn al-Haitham yang membuat kamera pin-hole pertama setelah mengamati cara cahaya datang melalui lubang di jendela-jendela. Semakin kecil lubang, semakin jelas bentuknya, ia lalu membuat Kamera Obscura pertama (dari kata “qamara” dalam bahasa Arab untuk ruangan gelap atau ruang pribadi). Dia juga disebut orang pertama yang merancang secara fisik sebuah pemikiran filsafat menjadi bentuk eksperimen ilmiah.

13. Geografi
Tidak ada urusan politik tanpa geografi.  Pada abad ke-9 M, geografer Muslim telah menganggap bahwa bumi itu bulat. Ibn Hazm mengatakan, “bahwa matahari selalu vertikal terhadap satu titik tertentu di Bumi, itu adalah bukti bumi itu bulat”. Hal itu terjadi 500 tahun sebelum Galileo. Astronom Muslim menghitung keliling bumi kira-kira 40,253 km - hanya kelebihan 253 km dari harga saat ini. Al-Idrisi membawa globe yang menggambarkan dunia ke Raja Roger Sizilia pada 1139 M.

14. Senjata Api
Senjata api adalah perlengkapan standar polisi dan militer di manapun saat ini.  Cina adalah penemu mesiu, dan menggunakannya dalam kembang api mereka, tetapi insinyur Muslimlah yang memurnikannya dengan potasium nitrat untuk kepentingan militer. Pada abad ke 15 mereka telah membuat roket, yang mereka disebut “telur bergerak sendiri dan membakar”, dan sebuah terpedo paduan bom berbentuk buah pir dengan tombak di bagian depan yang akan menusuk dirinya dan meledak bila ditembakkan ke kapal musuh.

Semua penemuan ini terjadi karena ada sinergi para ilmuwan yang terdidik dan difasilitasi oleh Daulah Khilafah, kemudian disebarkan ke seluruh dunia dengan semangat rahmatan lil ‘alamin.
[al-khilafah.org]



Sumber

Penciptaan Komputer Analog di Era Keemasan Islam

Ketika peradaban Islam menggengam dunia, para insinyur Muslim ternyata sudah menguasai teknologi komputer. Yang pasti teknologi yang dikembangkan para saintis di zaman itu bukan komputer digital, melainkan komputer analog.  Istilah komputer analog, menurut Wikipedia, digunakan untuk menggambarkan alat penghitung yang bekerja pada level analog – lawan (dual) dari level digital.



Komputer analog pun kerap didefinisikan sebagai komputer yang mengolah data berdasarkan sinyal yang bersifat kualitatif, atau sinyal analog, untuk mengukur variabel-variabel seperti voltase, kecepatan suara, resistansi udara, suhu, pengukuran gempa dan lain-lain. Komputer ini biasanya digunakan untuk mempresentasikan suatu keadaan, seperti untuk termometer, radar, kekuatan cahaya dan lain-lain.

Cikal-bakal penggunaan teknologi komputer analog telah mulai berkembang jauh sebelum Islam datang. Menurut para ahli, Antikythera Mechanism merupakan komputer analog pertama yang digunakan peradaban manusia. Alat yang dikembangkan peradaban Yunani  sejak 100 tahun SM itu, tak hanya digunakan untuk memprediksi pergerakan matahari dan bulan, tetapi digunakan juga untuk merencanakan Olimpiade.

Dengan menggunakan teknologi pemindai tiga dimensi, para ahli menemukan fakta bahwa alat yang terdiri cakra angka terbuat dari kuningan dan roda penggerak itu juga dipakai untuk menentukan tanggal Olimpiade.  Pada salah satu roda penggerak alat itu tergores  kata-kata Isthmia, Olympia, Nemea dan Pythia --  bagian dari pertandingan pendahuluan pada kompetisi Panhellic.

Pada era kekhalifahan,  teknologi komputer analog dikuasai dan dikembangkan para insinyur Muslim. Sederet peralatan yang menggunakan prinsip komputer analog telah ditemukan para ilmuwan Islam. Alat-alat  itu, umumnya  digunakan untuk beragam kegiatan ilmiah. Di zaman keemasannya, para astronom Muslim berhasil menemukan beragam jenis astrolabe.

Peralatan astronomi itu digunakan untuk menjawab 1001 permasalahan yang berhubungan dengan astronomi, astrologi, horoskop, navigasi, survei, penentuan waktu, arah kiblat dan jadwal shalat.  Menurut D De S Price (1984) dalam bukunya bertajuk "A History of Calculating Machines", Abu Raihan Al-Biruni merupakan ilmuwan pertama yang menemukan alat astrolabe mekanik pertama untuk menentukan kalender bulan-matahari.

Astrolabe yang menggunakan roda gigi itu ditemukan Al-Biruni pada tahun 1000 M. Tak lama kemudian,  Al-Biruni pun menemukan peralatan astronomi yang menggunakan prinsip komputer analog yang dikenal sebagai Planisphere – sebuah astrolabe peta bintang. Pada tahun 1015, komputer analog lainnya ditemukan ilmuwan Muslim di Spanyol Islam bernama Abu Ishaq Ibrahim Al-Zarqali.

Arzachel,  demikian  orang Barat biasa menyebut Al-Zarqali, berhasil menemukan Equatorium – alat penghitung bintang. Peralatan komputer analog lainnya yang dikembangkan A-Zarqali   bernama  Saphaea. Inilah astrolabe pertama universal latitude-independent. Astrolabe itu tak tergantung pada garis lintang pengamatnya dan bisa digunakan di manapun di seluruh dunia.

Dua abad kemudian, insinyur Muslim terkemuka bernama Al-Jazari mampu menciptakan “jam istana” (castle clock) – sebuah jam astronomi. Jam yang ditemukan tahun 1206 itu diyakini sebagai komputer analog pertama yang bisa diprogram.  Jam astronomi buatan Al-Jazari itu mampu menampilkan zodiak, orbit matahari dan bulan serta bentuk-bentuk bulan sabit.

Peralatan komputer analog lainnya berupa astrolab juga ditemukan Abi Bakar Isfahan pada tahun 1235 M. Peralatan astronomi yang diciptakan astronom dari Isfahan, Iran itu berupa  komputer kalender mekanik.  Ilmuwan Muslim lainnya bernama Al-Sijzi juga tercatat berhasil menemukan  peralatan astronomi yang menggunakan prinsip kerja komputer analog. Alatnya bernama Zuraqi – sebuah astrolabe heliosentris.

Ibnu Samh – astronom terkemuka di abad ke-11 M – juga dicacat dalam sejarah sains islam sebagai salah seorang penemu peralatan komputer analog berupa astrolabe mekanik. Seabad kemudian, ilmuwan Muslim serbabisa legendaris  bernama Sharaf Al-Din Al-Tusi menciptakan astolabe linear.

Pada abad ke-15 M, penemuan peralatan yang menggunakan prinsip kerja komputer analog  di dunia Islam terbilang makin canggih. Ilmuwan Islam bernama Al-Kashi sukses menciptakan Plate of Conjunctions  -- sebuah alat hitung untuk menentukan waktu dan hari terjadinya konjungsi planet-planet.

Selain itu, Al-Kashi pun  juga menemukan komputer planet: The Plate of Zones. Yakni sebuah komputer planet mekanik yang secara nyata mampu memecahkan sederet masalah terkait planet. Alat yang diciptakan pada abad ke-15 M ini juga dapat memprediksi posisi garis bujur Matahari dan Bulan secara tepat.  Tak cuma itu, peralatan astronomi ini juga mampu menentukan orbit planet-planet, garis lintang Matahari, Bulan dan planet-planet serta orbit Matahari.

Semua penemuan itu membuktikan bahwa peradaban Islam menguasai teknologi di era kejayaannya. Padahal, pada masa itu masyarakat Barat berada dalam keterbelakangan dan kebodohan. Tak dapat dipungkiri lagi jika sains dan teknologi merupakan kontribusi paling monumental yang diberikan peradaban Islam kepada dunia modern.

Berkat sains yang berkembang di dunia Islam, peradaban Barat pun bisa keluar dari cengkraman kebodohan. Berkembangnya ilmu pengetahuan serta teknologi di dunia Islam telah membuat para pemikir Barat berdecak kagum. “Pencapaian terpenting di abad pertengahan adalah terciptanya semangat eksperimental yang dikembangkan peradaban Muslim,” tutur Bapak  Sejarah Sains, George Sarton dalam bukunya The Introduction to the History of Science.

Oliver Joseph Lodge  dalam the Pioneers of Science juga mengakui kehebatan peradaban Islam di masa keemasan.  Menurut dia,  peradaban Islam yang diwakili masyarakat Arab telah berhasil menghubungkan secara efektif antara sains yang baru dengan ilmu pengetahuan lama. “Zaman kegelapan terjadi karena terjadinya jurang kesenjangan dalam sejarah sains Eropa. Sekitar seribu tahun tak ada aktivitas sains, kecuali di peradaban Islam,” cetus Lodge.

Muhammad Iqbal dalam The Reconstruction of Religious Thought in Islam menyatakan bahwa peradaban Islam yang berkembang di Arab berhasil mendorong berkembangnya sains dengan begitu pesat di saat Barat dikungkung kebodohan. Pada masa itu, umat Islam telah memperkenalkan metoda eksperimental, observasi dan pemikiran.

Itulah sumbangan penting peradaban Islam dalam mengembangkan teknologi komputer analog.[republika/100312/al-khilafah.org]



Sumber

Ketika Bumi Mengeluarkan Berkah

Peta Eropa & Timur Tengah buatan al-Idrisi
(“Tabulla Rogeriana”), orientasi ke selatan
(gambar ini sudah dirotasi).

Oleh: Dr. Fahmi Amhar

Hari-hari ini para pemimpin dunia berkumpul di Rio de Janeiro (Brazil) untuk membahas suatu agenda yang disebut “Rio Post-20”.  Dua puluh tahun yang lalu (1992) di tempat yang sama, para penguasa dunia saat itu juga berkumpul memikirkan langkah-langkah menyelamatkan bumi dari krisis lingkungan yang semakin serius.  Sayang, banyak rekomendasi yang ditelurkan saat itu justru tidak diratifikasi oleh negara pemboros sumber daya alam dan pembuat pencemaran terbesar di dunia saat ini, yaitu Amerika Serikat!



Padahal bumi ini memiliki mekanisme sendiri.  Dia akan terus mengeluarkan berkah tanpa henti, selama dikelola dengan syariah.  Dan umat Islam dalam sejarah telah membuktikan.  Mereka juga tidak berhenti hanya dalam bentuk pengaturan syariah, tetapi juga mengembangkan segala teknologi untuk menjadikan bumi makin berkah.

Para ilmuwan Islam terdahulu telah menjadikan ilmu bumi (geografi) sebagai ilmu yang menghubungkan langit (yakni pengamatan astronomi dan meteorologi) dan bumi (geodesi dan geologi).  Juga ilmu yang menghubungkan dunia hidup (biotik) dan mati (abiotik).  Yang hidup pun mencakup flora, fauna dan manusia beserta interaksinya.

Dan yang lebih penting: geografi tidak cuma ilmu untuk memetakan dan memahami alam semesta di sekitar kita, namun juga untuk mengubahnya sesuai kebutuhan kita.  Berbeda dengan filsafat, geografi memiliki kegunaan praktis, baik di masa damai maupun di masa perang.  Sampai hari ini, geografi mutlak diperlukan baik oleh wisatawan, perencana kota hingga panglima militer.

Dari sisi sejarah, para geografer pertama muncul hampir bersamaan dengan mereka yang dianggap filosof pertama.  Anaximander dari Miletus (610 – 545 SM) dikenal sebagai pendiri geografi.  Anaxagoras berhasil membuktikan bentuk bulat bumi dari bayangan bumi saat gerhana bulan.  Namun dia masih percaya bahwa bumi seperti cakram.  Yang pertama mencoba menghitung radius bumi sebagai bola adalah Eratosthenes.  Sedang Hipparchus menggagas lintang dan bujur serta membaginya dalam 60 unit (sexagesimal) sesuai matematika Babylonia saat itu.  Penguasa Romawi-Mesir Jenderal Ptolomeus (83-168) membuat atlas yang pertama.

Setelah kejatuhan Romawi, terjadi migrasi dari geografi Eropa ke dunia Islam.  Alquran memerintahkan untuk melakukan penjelajahan demi penjelajahan (QS Ar Ruum: 9).  Para geografer Muslim ternama dari Abu Zaid Ahmed ibn Sahl al-Balkhi (850-934), Abu Rayhan al-Biruni (973-1048), Ibnu Sina (980-1037), Muhammad al-Idrisi (1100–1165), Yaqut al-Hamawi (1179-1229), Muhammad Ibn Abdullah Al Lawati Al Tanji Ibn Battutah (1305-1368) dan Abū Zayd ‘Abdu r-Rahman bin Muhammad bin Khaldūn Al-Hadrami, (1332-1406), menyediakan laporan-laporan detail dari penjelajahan mereka.

Namun tentu saja selembar peta sering berbicara lebih banyak dari jutaan kata-kata.  Fenomena juga harus ditafsirkan dengan teori atau informasi yang dikenal sebelumnya.  Untuk itulah para ilmuwan Islam menafsirkan ulang karya-karya sebelumnya baik dari Romawi, Yunani maupun India dan mendirikan Baitul Hikmah di Baghdad untuk tujuan itu.  Al-Balkhi bahkan mendirikan “Mazhab Balkhi” untuk pemetaan di Baghdad.

Al-Biruni menyediakan kerangka referensi dunia pemetaan.  Dialah yang pertama kali menjelaskan tentang proyeksi polar-equi-azimutal equidistant, yang di Barat baru dipelajari lima abad setelahnya oleh Gerardus Mercator (1512-1594).   Al-Biruni dikenal sebagai sosok yang paling trampil dalam soal pemetaan kota dan pengukuran jarak antar kota, yang dia lakukan untuk banyak kota di Timur Tengah dan anak benua India.  Dia mengombinasikan antara kemampuan astronomis dan matematika untuk mengembangkan berbagai cara menentukan posisi lintang dan bujur.  Dia juga mengembangkan teknik mengukur tingginya gunung dan dalamnya lembah.  Dia juga mendiskusikan tentang habitabilitas planet (syarat-syarat planet yang dapat didiami) dan menaksir bahwa seperempat permukaan bumi dapat didiami manusia.  Dia juga menghitung letak bujur dari kota Khwarizm dengan menggunakan tinggi matahari dan memecahkan persamaan geodetis kompleks untuk menghitung secara akurat jari-jari bumi yang sangat dekat dengan nilai modern.  Metode al-Biruni ini berbeda dengan pendahulunya yang biasanya mengukur jari-jari bumi dengan mengamati matahari secara simultan dari dua lokasi yang berbeda.  Al-Biruni mengembangkan metode kalkulasi trigronometri berbasis sudut antara dataran dan puncak gunung yang dapat dilakukan secara akurat oleh satu orang dari satu lokasi saja.

John J O'Connor dan Edmund F Robertson menulis dalam MacTutor History of Mathematics archive: "Important contributions to geodesy and geography were also made by Biruni. He introduced techniques to measure the earth and distances on it using triangulation. He found the radius of the earth to be 6339.6 km, a value not obtained in the West until the 16th century. His Masudic canon contains a table giving the coordinates of six hundred places, almost all of which he had direct knowledge."

Seiring dengan al-Biruni, Suhrab pada abad ke-10 membuat buku berisi koordinat-koordinat geografis serta instruksi untuk membuat peta dunia segi empat dengan proyeksi equi-rectangular atau cylindrical-equidistant.  Sedang Ibnu Sina berhipotesa tentang sebab-sebab munculnya pegunungan secara geologis, apa yang sekarang disebut ilmu geomorfologi.

Dengan kerangka tersebut Al-Idrisi membuat peta dunia yang detil atas permintaan raja Roger di Sicilia, yang waktu itu dikuasai Islam.  Peta al-Idrisi ini disebut di Barat “Tabula Rogeriana”.  Peta ini masih berorientasi ke Selatan.  Al-Hamawi menulis Kitab Mu'jam al-Buldan yang merupakan ensiklopedi geografi dunia yang dikenal hingga saat itu.  Ibn Battutah membuat laporan geografi hingga pulau-pulau di Nusantara, yang Majapahit atau Sriwijayapun tidak meninggalkan catatan.  Sementara itu Ibnu Khaldun menulis dalam kitab monumentalnya “Muqadimah” suatu bab khusus tentang berbagai aspek geografi, termasuk klimatologi dan geografi manusia.

Geografer Muslim dari Turki Mahmud al-Kasygari (1005-1102) menggambar peta dunia berbasiskan bahasa, dan ini pula yang dilakukan oleh Laksamana Utsmani Piri Rais (1465–1555) agar Sultan Sulayman I (al-Qanuni) dapat memerintah daulah khilafah dengan efisien.

Geografi di kalangan kaum Muslimin masih bertahan ketika Khilafah masih menegakkan jihad.  Begitu era jihad mengendur, antusiasme pada geografi pun mengendur.  Kaum Muslimin jadi kehilangan “kompas” dan wawasan mereka dalam peta geopolitik dunia.  Akibatnya satu demi satu tanah air mereka lepas atau sumber dayanya diperas atau dicemari penjajah kafir.  Maka keberkahan dari bumi pun lenyap sudah.[mediaumat.com / al-khilafah.org]



Sumber

Nomor-Nomor Yang Diciptakan Oleh Al-Khawarizmi

Apakah Anda mengetahui bahwa yang di bawah ini adalah nomor-nomor Arab (nomor Islam) yang paling banyak digunakan dalam menghitung di seluruh dunia dan paling mudah digunakan?

Inilah nomor-nomor yang diciptakan oleh Ilmuwan Besar Islam Al Khawarizmi yang menggunakan sistem sesuai banyaknya sudut.


Adapun nomor-nomor yang digunakan oleh orang arab sendiri sekarang, dan yang di dalam Al-Qur’an adalah nomor India (Hindy Number) bukan nomor Arab (Islam).

Nomor-nomor ini terbukti ketika kita membuka program Komputer Microsoft Word, kemudian membuka “Option” lalu ke “Advanced” – “Numeral” dan pilih di sana ada Arabic Number dan Hindy Number.

Nama Asli dari al-Khawarizmi ialah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Selain itu beliau dikenali sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff. Al-Khawarizmi dikenal di Barat sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi. Beliau dilahirkan di Bukhara.Tahun 780-850M adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi. al-Khawarizmi telah wafat antara tahun 220 dan 230M.

Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad ke-9M. Sumber lain menegaskan beliau hidup di Khawarism, Usbekistan pada tahun 194H/780M dan meninggal tahun 266H/850M di Baghdad.

Dalam pendidikan telah dibuktikan bahawa al-Khawarizmi adalah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas.

Pengetahuan dan keahliannya bukan hanya dalam bidang syariat tapi di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia.

Al-Khawarizmi sebagai guru aljabar di Eropa

Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.

Dalam usia muda beliau bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad. Beliau bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Al-Khawarizmi juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah.

Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam. Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam berbagai disiplin. Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan hisab.

Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang. [dedih mulyadi/islampos][www.al-khilafah.org]



Sumber

Ilmu Kimia tidak untuk Pembantaian Massal

Oleh: Fahmi Amhar

Miris mendengar bahwa di Suriah yang tengah bergolak, senjata kimia telah disebarkan ke tengah-tengah penduduk. Senjata itu telah membantai ribuan warga sipil – termasuk ribuan anak-anak, wanita dan lansia –dalam waktu singkat. Gas syaraf yang terhirup orang-orang yang sedang tidur di malam hari itu telah mematikan syaraf yang mengatur pernafasan, sehingga korban seperti tercekik, dan akhirnya menemui ajalnya.



Andaikata para ilmuwan Islam di masa lalu mengetahui bahwa teknologi yang dikembangkannya digunakan untuk tujuan laknat seperti itu, tentu mereka akan menyesal, dan memusnahkan ilmu itu sebelum jatuh ke tangan orang-orang durjana. Manusia tanpa iptek akan terjajah. Manusia tanpa Islam akan menjajah. Hanya manusia yang dipimpin oleh Islam dan menguasai iptek akan membebaskan dunia dari penjajahan.

Para ilmuwan Islam mengembangkan ilmu dan teknologi kimia untuk mengubah peradaban. Sebelumnya, ilmu kimia dipraktekkan campur aduk dengan mistik oleh para tukang sihir. Berabad-abad para tukang sihir dari segala penjuru juga mencari “batu bertuah” yang konon berkhasiat dari untuk membuat ramuan yang dapat memperpanjang umur sampai untuk mengubah belerang menjadi emas. Andaikata para alkimiawan (demikian julukan ahli kimia berbau sihir pada masa itu) berhasil, niscaya dinar emas tidak berharga lagi, karena mudah dibuat dari benda-benda lain.

Namun pada masyarakat Islam, profesi tukang sihir semacam itu lambat laun tersingkir. Nabi mengatakan, “barangsiapa mendatangi tukang sihir lalu membenarkan kata-katanya, maka tertolak shalatnya 40 hari”. Muncullah para kimiawan yang bekerja dengan cara-cara rasional dan eksperimental serta dapat dirunut segala langkahnya dalam menciptakan material yang baru.

Jabir ibn Hayyan (Geber, 715-815) diakui oleh banyak orang sebagai “Bapak Ilmu Kimia”, karena jasanya memperkenalkan metode ilmiah eksperimental dan juga lebih dari 20 macam peralatan laboratorium seperti alat destilasi, kristalisasi, purifikasi, oksidasi, evaporasi, filtrasi dan kristalografi, seperti dalam bukunya Kitab al-Istitmam.

Jabir adalah juga orang pertama yang menemukan berbagai jenis asam, ketika sebelumnya orang hanya mengenal cuka. Jabir menemukan asam nitrat, asam sulfat, asam klorida, asam asetat, asam citrat dan sebagainya. Beberapa unsur juga ditemukan oleh Jabir, seperti Arsen, Antimon dan Bismuth. Dialah orang pertama yang menggolongkan belerang dan air raksa sebagai unsur kimia.

Dalam Buku tentang Mutiara yang Tersembunyi, Jabir menuliskan 46 resep untuk membuat gelas berwarna, juga 12 resep tentang produksi mutiara buatan dan penghilangan warna dari batu mulia.

Pada 864-925 Muhammab bin Zakariya ar-Razi (Rhazes) menulis berbagai alat yang ditemukan olehnya dan pendahulunya (Calid, Geber, al-Kindi) seperti pembakar, tabung reaksi, pelebur substansi dan sebagainya. Dialah yang pertama kali menuliskan rincian berbagai proses kimia seperti kalsinasi (al-tasywiya). Pelarutan atau solusi (al-tahlil), sublimasi (al-tas’id), amalgamasi (al-talghim), cerasi (al-tasymi), dan metode untuk mengubah substansi menjadi pasta atau padatan lunak.

Ar-Razi menggolongkan bahan kimia dalam: empat-spirits (air raksa, sal-amoniak, arsenik dan belerang), empat logam (emas, perak, tembaga, besi, timah, timbal dan air raksa), tiga belas batuan, tujuh borates dan tiga belas garam-garaman. Dia juga menulis berbagai substansi buatan seperti timbal-oksida, tembaga-asetat, tembaga-oksida, besi-asetat (bahan baja), sodium-hydroksida, dan sebagainya. Dalam bukunya Kitab sirr al-asrar (Buku tentang rahasia dari rahasia) Ar-Razi juga menulis tentang nafta atau minyak bumi dan cara menyulingnya menjadi minyak bakar atau minyak lampu.

Ar Razi juga seorang dokter. Ketika memilih tempat untuk membangun rumah sakit di Baghdad, dia meletakkan beberapa potong daging di berbagai lokasi. Lokasi di mana daging itu paling lambat membusuk adalah lokasi ideal untuk dipilih sebagai tempat rumah sakit. Dalam bukunya itu ia juga menulis tentang teknik membuat antiseptik dan sabun.

Pada tahun 1000-1037 dunia kimia diwarnai oleh Ibnu Sina (Avicenna) yang menemukan proses kimia untuk mengekstrak esensi dari zat wangi (fragrances) atau dari minyak. Teknik ini digunakan di pabrik parfum dan minuman. Dia juga menemukan termometer udara yang dipakai dalam laboratoriumnya.

Sementara itu teori transmutasi logam (yang berabad-abad dipercaya para penyihir sehingga mereka mencari batu bertuah untuk mengubah besi menjadi emas), ditolak oleh Al-Kindi, juga Al-Biruni, Ibnu Sina dan Ibnu Khaldun. Teori transmutasi itu memang tidak ilmiah.

Pada abad-13, Nasiruddin al-Tusi memaparkan versi awal dari hukum konservasi massa (sering salah disebut hukum kekekalan massa), dengan menuliskan bahwa materi mungkin berubah wujud, tetapi tidak akan musnah.

Will Durant menulis dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith: “Chemistry as a science was almost created by the Moslems; for in this field, where the Greeks (so far as we know) were confined to industrial experience and vague hypothesis, the Saracens introduced precise observation, controlled experiment, and careful records. They invented and named the alembic (al-anbiq), chemically analyzed innumerable substances, composed lapidaries, distinguished alkalis and acids, investigated their affinities, studied and manufactured hundreds of drugs. Alchemy, which the Moslems inherited from Egypt, contributed to chemistry by a thousand incidental discoveries, and by its method, which was the most scientific of all medieval operations.

(Kimia adalah ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh kaum muslim; ketika untuk bidang ini orang-orang Yunani tidak memiliki pengalaman industri dan hanya memberikan hipotesis yang meragukan, sementara itu para ilmuwan muslim mengantar pada pengamatan teliti, eksperimen terkontrol, dan catatan yang hati-hati. Mereka menemukan dan memberi nama alembic (al-anbiq), menganalisis substansi yang tak terhitung banyaknya, membedakan alkali dan asam, menyelidiki kemiripannya, mempelajari dan memproduksi ratusan jenis obat. Alkimia yang diwarisi kaum Muslim dari Mesir, menyumbangkan untuk kimia ribuan penemuan insidental, dari metodenya, yang paling ilmiah dari seluruh kegiatan di zaman pertengahan).[][www.al-khilafah.org]




Sumber

Pedang Salahuddin al-Ayubbi paling tajam di dunia?

Pedang yang diakui paling tajam di dunia oleh pakar metalurgi. Ketajamannya mampu menembus baju zirah crusader, memotong dua pedang lawan, membelah perisai dan batu tanpa mengalami kerosakan pada matanya. Kehebatan pedang buatan Damsyik dan terkenal dengan panggilan Pedang Persia ini telah mengatasi kehebatan pedang Katana dari Jepun dan pedang Excalibur milik Raja Arthur.Pedang ini diperbuat besi baja "damarcus" dengan teknik rahsia yang disaluti CNT (Carbon Nano Tubes) yang menjadikan ianya AMAT TAJAM dan LENTUR. Seni pembuatan pedang yang terahsia ini amat dikagumi oleh puak Barat dan kajian metalurgi moden setakat hari ini juga, masih tidak berkeupayaan untuk menghasilkan pedang berteknologi tinggi (teknologi NANO) dari peradaban Islam pada kurun ke-12 ini.

Apa itu CNT?
CNT merupakan suatu rantaian atom karbon yang terikat di antara satu sama lain secara heksagonal berbentuk silinder yang mempunyai diameter sekecil 1-2 nanometer. Silinder CNT ini boleh mencapai panjang sehingga berpuluh-puluh mikron dan tertutup di bahagian hujung seolah-olah sebatang paip yang ditutup dikedua-dua hujungnya.


Pencirian yang dilakukan terhadap bahan ini juga menjelaskan bahawa CNT mempunyai kekuatan paling tinggi berbanding bahan lain. Ia juga mempunyai sifat kekonduksian elektrik melebihi kuprum dan logam. Keunikan tiub karbon nano yang lain ialah mempunyai ketahanan terhadap suhu tinggi serta mempunyai jisim yang lebih ringan dari aluminium.


Teknologi NANO.

Kehebatan Pedang Salahuddin Al-Ayyubi telah dibongkar oleh Prof Dr. Peter Paufler dari Jerman. Prof tersebut menjumpai CNT di dalam pedang tersebut bersama senjata2 yang digunakan oleh tentera-tentera Islam pada ketika itu sewaktu perang Salib. CNT ini yang menjadikan pedang tentera Islam ini sangat tajam tetapi mudah lentur. Teknologi NANO ini menggunakan besi baja "damarcus" yang juga dipanggil wootz. Bijih besi ini mengandungi sejumlah peratusan unsur Karbon. Selain besi dan karbon, unsur-unsur seperti Kromium, Mangan, Kobalt juga ditambah bagi menambahkan lagi kekuatan, ketajaman dan kelenturannya.


Salahuddin Al-Ayyubi memimpin Tentera Islam dalam perang salib kurun ke-12.


Teknik pembuatan pedang ini begitu rahsia sehinggakan hanya beberapa keluarga tukang besi di Damsyik saja yang menguasainya. Akhirnya pada kurun ke-18, teknologi pembuatan pedang ini telah pupus. Apa yang tinggal hanyalah pedang-pedang, tombak dan Pisau yang kini tersebar di pelbagai Museum di seluruh dunia. Sekadar mengingatkan kita bahawa Teknologi Hebat Peradaban Islam ini telah hilang di telan zaman.


Wallahua'lam.




Sumber

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.