Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 November 2014

Runtuhnya Khilafah Islam Pada 3 Maret 1924




KHILAFAH Islamiyyah telah bermula sejak zaman selepas kewafatan Rasulullah SAW, sejak pemerintahan Khulafaur Rasyidin, dilanjutkan pemerintahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, serta beberapa kerajaan lain sebelum kejatuhan kerajaan Islam yang terakhir, yaitu kerajaan Turki Utsmaniyyah.
Khilafah Islamiyyah merupakan kekuatan umat Islam yang amat menggetarkan pihak Barat. Khalifah adalah pengganti Rasulullah dalam mentadbir dan memerintah negara Islam, sekaligus sebagai pemimpin bagi umat Islam secara keseluruhan.
Setelah beberapa abad menguasai dua pertiga dunia, Kerajaan secara resmi dibubarkan pada 3 Maret 1924 M bertepatan dengan 27 Rejab 1342 H oleh Mustafa Kemal Atartuk. Kerajaan Islam terakhir yang mampu bertahan sehingga jatuhnya Khilafah Islamiyyah ini adalah Kerajaan Utsmaniyyah.
Siapa Mustafa Kemal Atartuk?
Mustafa Kemal Atartuk merupakan dalang dan pengkhianat di balik kejatuhan kerajaan Utsmaniyyah dan pembubaran Khilafah Islamiyyah khususnya.
Mustafa dilahirkan di Salonica pada 12 Maret 1881 Salonica merupakan kota orang Yahudi yang mempunyai penduduk sejumlah 140.000 orang. Sebanyak 20 000 dari mereka merupakan orang Yahudi Aldunama, yaitu kaum Yahudi yang berpura-pura memeluk agama Islam.
Sewaktu kecil, Mustafa Kemal Atartuk sangat dibenci dan disisihkan oleh teman-temannya. Dia  sering bertengkar dengan guru, dan merasa senang jika mampu menyakiti seseorang. Dia sangat membenci bangsa Arab.
Ia mulai sekolah di Sekolah Fatimah, sebuah sekolah agama yang terkenal. Namun karena ayahnya membenci guru guru agama, Mustafa dipindahkan ke sekolah lain yang memasukkan Kurikulum Barat dalam pendidikannya. Pada usia dua belas tahun, Mustafa telah memasuki sekolah tentera di Salonica. Di sinilah guru-gurunya memberi gelar “Kemal” yang berarti pandai dalam pelajaran dan matematika.
Pada tahun 1898 ketika berusia 17 tahun, Dia memasuki Sekolah Tentara Monaster dan pada 1899, dia masuk Sekolah Tentara Istanbul. Di sini dia mulai aktif di bidang politik dan memasuki gerakan – gerakan rahasia. Pada tahun 1902 dia mendapat pendidikan di Akademi Staf Komando Militer dan lulus pada tahun 1905.
Mustafa Kemal Atartuk merupakan militer Turki yang melakukan konspirasi bersama pihak Barat untuk menjatuhkan Khilafah Islamiyyah dan menjadikan Turki sebuah Republik yang berdasarkan ideologi sekular. Dia meninggal dunia pada hari Kamis, 10 November 1938 karena mengidap berbagai penyakit, diantaranya Sirosis Hepatis karena mengkonsumsi alkohol yang banyak, penyakit kelamin (GO) serta beberapa penyakit lain yang mengerikan.


BANYAK peristiwa yang terjadi sebelum kejatuhan Khilafah secara rasmi pada 3 Maret 1924 M.
Peperangan Yunani-Turki
Peperangan antara Yunani dan Mustafa Kemal Atartuk merupakan peperangan yang telah lama diatur. Negara-negara Sekutu mendatangi Perdana Menteri Yunani, Venizelos untuk mendukung mereka agar Yunani menjalankan misi menjatuhkan Khilafah Islamiyyah. Dan Vinezelos setuju setelah mendapat dorongan dari pemuka pemuka agamanya dengan beberapa syarat, diantaranya penyerahan Kota Konstantinopel kepada Yunani jika mereka menang.
Atas persetujuan ini, Perancis kemudian mengirim dua orang wakil ke Turki untuk menawarkan Konsep Freemasonary kepada Turki dan bantuan dari Perancis dalam bentuk peralatan perang yang cukup untuk 40,000 orang tentara dan bala tentara dari Syria sebanyak 8,000 orang. Amerika dan Italia ikut terlibat di dalam perdagangan senjata ini.
Pertempuran Tentara Yunani dan Turki berlangsung beberapa kali dan akhirnya Yunani dikalahkan oleh tentara Turki. Perang pertama pada tanggal 10 Juli 1920 menyebabkan mundurnya Tentara Turki. Pertempuran kedua pada 23 Agustus 1921 juga menyebabkan kekalahan buruk bagi Turki.
Namun pada 13 September 1921, peperangan yang berlaku di Saqoria menunjukkan kekuatan tentara Turki yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Atartuk dengan mengalahkan tentara Yunani. Kemenangan Turki ini memberikan kepercayaan kepada kepimpinan Mustafa Kemal. Umat Islam mulai memberikan perhatian kepadanya dan tidak lagi mempedulikan Khalifah. Sikap Umat Islam ini sesuai dengan Konsep Freemason dan Barat untuk mengorbitkan nama Mustafa Kemal Atartuk.
Muktamar Luzan I
Muktamar ini diadakan pada tanggal 28 Oktober 1922 M. Muktamar ini mendatangkan perwakilan Kerajaan Sementara Ankara, perwakilan Kerajaan Utsmaniyyah serta negara-negara Sekutu. Undangan kepada perwakilan Kerajaan Utsmaniyyah hanyalah sebagai rasa keadilan semata.
Dalam Muktamar ini, tidak dibicarakan masalah kepentingan bersama, tetapi secara bulat memutuskan bahwa Turki akan dibentuk menjadi sebuah negara Republik dan kerajaan Utsmaniyyah dihapuskan.
Turki secara rasmi menjadi sebuah negara Republik pada tanggal 17 November 1922 oleh Majelis Kebangsaan Turki di Ankara. Akan tetapi, jabatan khalifah masih dipertahankan, namun hanya mengurusi hal hal yang berkaitan dengan agama saja.
Mukmatar Luzan II
Muktamar Luzan tidak hanya berhenti sampai disitu, selanjutnya diadakan muktamar yang kedua dengan beberapa rancangan sulit yang telah disampaikan oleh wakil Mustafa Kemal Atartuk yaitu Esmet Inono dan wakil Negara-negara Sekutu yaitu Lord Qiruzon. Rancangan sulit yang dibicarakan adalah:
– Mustafa Kemal Atartuk harus membebaskan Turki dari pengaruh Islam.
– Jabatan Khalifah harus dihapuskan.
– Gaya hidup Islam harus diganti dengan gaya hidup Barat yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Perjanjian Esmut Inono dan Lord Qiruzon
Perjanjian ini berlangsung lebih kurang delapan bulan setelah Muktamar Luzan II diadakan. Perjanjian yang ditandatangani adalah : Turki harus membebaskan Qobrus, Syam, Iraw, Al-Jazair, Tunis, Mesir dan Libya dari pemerintahannya. Tujuannya jelas bahwa Inggris berniat memperluas jajahannya setelah kejatuhan Khilafah Islamiyyah nanti.
Muktamar Luzan 1923 M
Muktamar Luzan 1923 M menetapkan beberapa syarat yang harus diterima oleh Turki. Syarat-syarat tersebut ialah:
– Penghapusan semua hal yang berkaitan dengan Islam dari Turki
Penghapusan Khalifah untuk selama-lamanya
– Mengeluarkan Khalifah, para pendukungnya dan Islam dari negeri – Turki, serta mengambil harta Khalifah
– Mengambil undang-undang sipil menggantikan undang-undang Turki yang lama
Pembubaran Khilafah Islamiyah 3 Maret 1924 M
Setelah lama merancang secara teliti dan mengadakan kesepakatan – kesepakatan rahasia, membawa masuk unsur-unsur negatif kepada kerajaan Utsmaniyyah, serta pengaruh individu – individu yang bermuka dua terutama Mustafa Kemal Atartuk sebagai dalang utama serta membawa harapan Barat. Mereka melaksanakan impiannya  untuk menghapuskan Khilafah Islamiyyah yang menjadi nadi kekuatan umat Islam. Dan akhirnya pada 3 Maret 1924, secara rasminya Khilafah Islamiyyah dibubarkan.
Pada tanggal ini juga Mustafa Kemal Atartuk dengan resmi telah melakukan beberapa perubahan drastik, di antaranya:
– Mengumumkan pemisahan agama dari pemerintahan negara
– Menutup mahkamah – mahkamah Syariah
– Menghapus jabatan Menteri Syariah dan Menteri Auqaf
– Mengusir Khalifah Abdul Majid II serta semua keluarganya dari Turki.


KEJATUHAN Khilafah Islamiyyah, secara keseluruhan memberi dampak yang amat mendalam bagi umat Islam dari berbagai aspek, sejak detik kejatuhannya 88 tahun yang lalu, hingga hari ini. Diantaranya terhadap identitas umat Islam, agama, sosial, undang-undang, pendidikan, ekonomi, bahasa, kesatuan umat Islam, bahasa dan pemikiran.
Hilangnya Identitas Umat Islam
Dampak kejatuhan Turki Utsmaniyyah diantaranya  adalah hilangnya identitas umat islam yang tidak memiliki sistem pemerintahan khilafah. Umat islam menjadi lemah sehingga mudah dijajah satu persatu dan umat islam mulai dikotak-kotakkan serta ditindas karena tiada ada pemerintah yang adil lagi bijak. Umat islam tidak mampu mengamalkan ajaran islam yang sebenarnya karena tidak ada pemimpin islam.
Selain itu, umat Islam mengalami gejala perpecahan yang amat dahsyat yang semula berada di bawah satu khilafah Islamiyyah. Munculnya kerajaan – kerajaan kecil yang mempunyai sistem perundangan dan identitas sendiri. Kedatangan penjajah yang telah menghapuskan sistem Khilafah islamiyyah dan membagi Negara-negara umat islam menjadi kerajaan kerajaan kecil mengikuti identitas bangsa dan budaya negeri. Maka lahirlah Negara Mesir, Iran, Arab Saudi, Kuwait dan lain-lain.
Agama 
Dari sisi agama, Mustafa Kemal Atartuk memerintahkan penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Turki, sehingga kehilangan makna-makna dan cita rasa bahasanya.
Hari libur umat islam yaitu hari Jumat diganti menjadi hari Ahad mengikuti hari libur orang Kristen. Perayaan hari raya Aidilfitri dan hari raya Aidiladha dihapuskan karena dianggap mengganggu ketenteraman rakyatnya. Kaum muslimin Turki dilarang menunaikan Haji. Kalendar Barat menggantikan Kalendar Hijriyyah. Kaum muslimin dipaksa menyerukan azan dengan bahasa Turki. Suatu ketika dia mendengar azan subuh dari masjid yang dekat dengan istananya, maka dia memerintahkan supaya tempat azan tersebut dirobohkan. Umat Islam dipaksa membaca Al-Quran dengan bahasa Turki bukan dengan bahasa arab.
Selain itu, Dia terus menerus menghina masjid-masjid dan mengurangi jumlah khatib yang dibayar pemerintah sehingga berjumlah hanya 300 khatib. Dia juga memerintahkan mereka untuk membicarakan banyak perkara dalam khutbah Jumat antaranya masalah pertanian, industri, politik dan disertai dengan pujian ke atasnya.
Sosial
Dari segi sosial, Umat islam dilarang memakai Tarbus dan menggantikannya dengan topi yang menjadi simbol kekafiran dalam pandangan bangsa Turki Muslim. Mustafa Kemal memerintahkan tentaranya membuat tiang gantung di seluruh lapangan yang terdapat di Bandar. Mereka yang menolak memakai topi, akan digantung di lapangan tersebut.
Pelarangan jilbab bagi wanita juga dilakukan. Kaum wanita diperintah menanggalkan jilbab termasuk di universitas dan sekolah. Ketika kaki dan tangan seorang wanita mengenakan penutup, maka mereka dianggap melakukan kesalahan dan dipecat dari jabatan.
Dia juga melarang poligami, menyamakan hak dan kewajipan antara lelaki dan wanita. Pemerintah memaksa wanita keluar rumah untuk memegang jabatan kerajaan yang dulu wanita kebanyakan berperan sebagai ibu rumahtangga. Pemerintah mendorong diselenggarakan pesta-pesta tari dan drama-drama yang menggabungkan antara lelaki dan perempuan.
Undang Undang
Dari sisi undang – undang, Al-Quran tidak lagi dijadikan dasar utama dalam penyelenggaraan negara dan pembentukan undang-undang. Undang-undang Allah SWT dianggap kuno dan ketinggalan jaman. Undang-undang Syariah digantikan dengan undang-undang Sipil yang berdasarkan sekularisme dengan mengadopsi Undang-undang Swiss, Itali dan Jerman.
Pendidikan
Dari sisi pendidikan, kebanyakan sekolah agama diganti dengan sekolah sekuler, yang menerapkan sistem pendidikan sekular sebagai dasar sistem pendidikan negara. Sistem yang bertujuan memisahkan islam dari kehidupan dunia manusia.
Mereka mendirikan sekolah yang mengajarkan Tarian Timur dan Tarian Barat supaya negara Islam terus mengalami kemunduran melalui hiburan dan berbagai bentuk maksiat yang meninggalkan syariat dan pertimbangan akal yang normal.
Ekonomi
Ekonomi Islam dihapus dan diganti dengan sistem ekonomi barat seperti Kapitalis, Sosialis, atau globalisasi ekonomi dan sebagainya. Bank-bank riba bebas bergerak  dalam negara negara Islam. Penyelenggaraan ekonomi berbasis riba adalah hal biasa dalam kehidupan umat islam walaupun Islam dengan jelas mengharamkannya. Arak dan judi diperjualbelikan dan dijadikan sumber pemasukan utama bagi individu dan negara tanpa melihat dampak negatifnya dalam masyarakat.
Bahasa
Pemerintah juga mengganti bahasa Arab dan bahasa Turki dengan huruf Latin. Dengan cara tersebut, bangsa Turki dipisahkan secara total dari agama dan warisan mereka. Mereka yang tidak menguasai huruf latin dengan baik pada ketika itu dihukum dengan pengharaman kerja, menarik balik kewarganegaraan, pengusiran dari tanah air dan penjara. Selain itu, pengajaran bahasa arab dan bahasa Turki dihapuskan serta penggunaan bahasa arab dalam penulisan dan komunikasi diharamkan.
Pemikiran Umat Islam
Pemikiran umat islam mulai ditanamkan pemikiran sekulerisme yang meyakini bahwa kemajuan hanya dapat dicapai dengan mengikut cara barat. Pemikiran ini berbahaya karena masyarakat akan meninggalkan agama dan rusaklah tatanan masyarakat.
Kekuatan umat Islam yang sebenarnya adalah Khilafah Islamiyyah. Ia merupakan sesuatu yang dianggap Barat sebagai kekuatan ancaman yang dapat menyatukan umat Islam di bawah pemerintahan yang satu
Namun kejayaan Khilafah Islamiyyah yang telah bertahan lebih dari 1000 tahun lenyap begitu saja oleh kehadiran pihak Barat yang oleh orang orang munafik yang bermuka dua. Mereka rela membantu Barat untuk menghancurkan Khilafah
Dampak kejatuhan Khilafah sangat merugikan umat Islam. Sebagai umat Islam, kita  harus senantiasa mengambil pengajaran dan menyadari kelemahan kita sendiri dan sungguh sungguh mencari kekuatan untuk mengembalikan Khilafah Islamiyyah, agar umat Islam kembali bersatu padu seperti zaman Rasulullah s.a.w lebih 1400 tahun yang lalu. 





Sumber:
http://www.islampos.com/detik-detik-runtuhnya-khilafah-islam-pada-3-maret-1924-1-46039/
http://www.islampos.com/detik-detik-runtuhnya-khilafah-islam-pada-3-maret-1924-2-46055/
http://www.islampos.com/detik-detik-runtuhnya-khilafah-islam-pada-3-maret-1924-3-habis-46059/

Sabtu, 08 November 2014

Al-Andalus (1)















Andalusia

Lambang


 Lokasi Andalusia di Spanyol


Bendera


Andalusia (bahasa SpanyolAndalucía) adalah sebuah komunitas otonomiSpanyol. Andalusia adalah wilayah otonomi paling padat penduduknya dan kedua terbesar dari 17 wilayah yang membentuk Spanyol. Ibu kotanya adalah Sevilla.
Andalusia terletak di Semenanjung Iberia bagian selatan, di utara dibatasi oleh komunitas otonom Extremadura dan Castilla-La Mancha; di sebelah timur oleh komunitas otonom Murcia dan Laut Mediterania; di sebelah barat oleh Portugal dan Samudra Atlantik; di sebelah selatan oleh Laut Mediterania dan Selat Gibraltar dimana memisahkan Spanyol denganMaroko. Juga di selatan berbatasan dengan Gibraltar, koloni Britania Raya.
Nama Andalusia berasal dari nama bahasa Arab "Al Andalus", yang merujuk kepada bagian dari jazirah Iberia yang dahulu berada di bawah pemerintahan Muslim. Sejarah Islam Spanyol dapat ditemukan di pintu masuk al-AndalusTartessos, ibu kota dari Peradaban Tartessos yang dahulu besar dan berkuasa, terletak di Andalusia, dan dikenal di dalam Alkitab dengan nama Tarsus. Lebih banyak informasi tentang wilayah ini dapat ditemukan dalam entri Hispania Baetica, nama provinsi Romawi yang dahulu terletak di wilayah ini.
Budaya Andalusia sangat dipengaruhi oleh pemerintahan Muslim di wilayah itu selama delapan abad, yang berakhir pada 1492 dengan penaklukan kembali atas Granada oleh raja dan ratu Katolik.
Bahasa Spanyol yang digunakan di benua Amerika pada umumnya merupakan turunan dari dialek Andalusia dari Spanyol Castilian karena peranan yang dimainkan oleh Sevilla sebagai pintu gerbang ke wilayah-wilayah Spanyol di Amerika pada abad ke- 16 dan 17.
Andalusia terkenal karena arsitektur Moor-nya. Monumen-monumen terkenal di Andalusia antara lain adalah Alhambra di GranadaMezquita diCórdoba dan menara Torre del Oro dan Giralda di Sevilla dan Reales Alcázares di Sevilla. Sisa-sisa penggalian arkeologis termasuk Medina Azahara, dekat Córdoba dan Itálica, dekat Sevilla.
Masakan Andalusia terkenal karena banyak menggunakan ikan dan kerang,makanan penutupnya, dan sherrynya yang tersohor di seluruh dunia.
Andalusia dibagi menjadi delapan provinsi yang dinamai sesuai dengan ibu kota provinsi-provinsi tersebut:
Kota-kota Andalusia lainnya adalah:
Andalusia adalah tempat lahirnya musik flamenco dan adu banteng.
Hari Andalusia dirayakan pada 28 Februari.

Referensi[sunting sumber]

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamahimno_y_escudo
  2. ^ "Official Population Figures of Spain. Population on the 1 January 2009". Instituto Nacional de Estadística de España. Diakses 2009-06-03.
  3. ^ Magone, José (2008). Contemporary Spanish Politics. Taylor & Francis. ISBN 9780415421898.






Sumber

Rabu, 05 November 2014

Inkuisisi Gereja Spanyol (4)


Scan digital potongan kliping kesaksian Kolonel J. J. Lehmanowsky dari surat kabar Signal of Liberty

Kesaksian Kolonel J. J. Lehmanowsky Atas Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol




Pada pembahasan sebelumnya, kita telah membaca sejarah kekejaman dan penindasan penguasa Kristen Spanyol terhadap umat Islam yang dilakukan melalui tangan sebuah lembaga yang disebut Dewan Inkuisisi. Sebuah lembaga yang berada di bawah pengawasan dan kontrol Gereja dan Paus dalam menindas umat Islam dan umat pemeluk agama non Kristen lainnya. (Baca: Jatuhnya Granada & Awal Mula Penindasan Kristen Terhadap Umat Islam di Andalusia dan Penindasan Penguasa Kristen Terhadap Umat Islam di Andalusia Pasca Jatuhnya Granada)
Kekejaman Dewan Inkuisisi telah diketahui oleh sejarah. Berikut ini salah satu dari gambaran kekejaman Dewan Inkuisisi yang disampaikan oleh Kolonel John Jacob Lehmanowsky, salah seorang perwira Prancis yang berkunjung ke Spanyol dan menyaksikan gambaran kekejaman Dewan Inkuisisi.
Lehmanowsky mengungkapkan : 
Pada tahun 1809, demikian awal pengungkapannya. Aku bersama pasukan Prancis berperang melawan Spanyol. Aku bersama anak buah berhasil menguasai Madrid, Ibukota Spanyol. Napoleon pada tahun 1809 menginstruksikan kepada kami untuk melikuidir seluruh Dewan Inkuisisi di kerajaan Spanyol itu. Tetapi perintah tersebut tidak kami laksanakan mengingat suasana perang berkecamuk dan kondisi politik saat itu tidak menentu.
Kondisi semacam itu dimanfaatkan para rahib Yesuit. Mereka bergabung dengan Dewan dan berkeras membunuh dan menyiksa tentara-tentara Prancis yang tertangkap. Inilah reaksi mereka atas instruksi Napoleon. Disamping mereka bertujuan menakuti orang-orang Prancis, agar secepatnya kami meninggalkan negeri mereka.
Suatu malam, sekitar jam 10 malam, aku berjalan di suatu jalan di Madrid. Jalan tersebut sunyi dari lalu lalang orang. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh serbuan orang yang bersenjata. Dua orang tersebut rupanya hendak membunuhku. Aku membela diri sekuatnya. Kemudian datanglah pasukan jaga malam Prancis yang berkuda membawa lentera. Mereka bertugas menjaga keamanan seluruh kota. Pasukan itulah yang menyelamatkan aku.
Ketika melihat bahwa yang datang adalah pasukan Prancis, dua penyerangku lari. Tampak jelas dalam penglihatanku, mereka pasukan dari Dewan Inkuisisi melihat dari seragam yang mereka kenakan.
Atas kejadian itu secepatnya aku menemui Marskal Soult (Nicolas Jean-de-Dieu Soult), penguasa militer Madrid saat itu. Kujelaskan semua yang terjadi. Marskal marah besar. Katanya, “Aku sudah menduga, tidak salah lagi bahwa yang sering membunuh tentara Prancis di malam hari adalah kelompok penjahat Dewan Inkuisisi. Kita harus segera bertindak, melaksanakan instruksi imperium. Sekaranga tentara beserta empat buah meriam untuk menghancurkan secepatnya markas Dewan Inkuisisi. Tangkaplah semua intel rahib itu. Kalau anda menemui fakta-fakta kejahatannya, seretlah segera para penjahat itu ke pengadilan militer!”
Biara Dewan Inkuisisi
Pada jam empat pagi, aku membawa pasukan menuju ke biara Dewan Inkuisisi. Letak tempat ini lima mil dari kota Madrid. Para rahib yang berada dalam biara ini sebelumnya tak mengetahui sama sekali bahwa biaranya telah dikepung tentara dan meriam.
Kulihat biara itu sebuah bangunan yang amat besar, menyerupai benteng. Dinding-dinding yang tinggi mengelilingi, dan senantiasa dijaga pasukan Yesuit. Di pintu biara itu aku berbicara kepada penjaga yang berdiri di atas dinding. Dinding itu kuperkirakan sangat mahal, benar-benar mengkilap, menakjubkan. Tiap sudut kucium bau wewengian. Ruangan ini pantas menjadi istana raja yang kaya lagi boros. Aku tahu, bau wewangian itu berasal dari lampu lilin yang terus menyala di depan lukisan-lukisan gerombolan Dewan Inkuisisi dan Yesuit. Lilin itu rupanya dioleh dengan campuran mawar sehingga harum.
Kami hampir gagal menemukan aula-aula penyiksaan yang sedang kami cari. Kami teliti satu persatu kamar-kamar dan semua ruangan yang ada. Tidak ada satu tanda pun yang menunjukkan adanya ruang penyiksaan. Sehingga kami memutuskan untuk keluar dari biara itu dan membawa orang yang menyerang itu ke mahkamah militer dengan tuduhan melawan. Semua orang yang kami temui bersumpah bahwa tuduhan tentang penyiksaan itu bohong. Omong kosong belaka. Itu semua hanya suatu taktik untuk memfitnah perjuangan suci yang kami lakukan, demikian kilahnya.
Pemimpin mereka menandaskan dengan kalimat yang halus seraya menundukkan kepala dan diiringi tangis buaya. Pemandangan ini sungguh hampir menipu kami.
Para prajurit telah kuinstruksikan untuk siap-siap meninggalkan biara. Tiba-tiba Letnan De Lile memohon kepadaku. Katanya, “Wahai Kolonel, sebenarnya tugas kita belum selesai.”
“Bukankah seluruh biara ini telah kau periksa Letnan?!” sanggahku.
“Benar, kita telah memeriksa. Tetapi aku masih penasaran untuk mengetahui apa di balik lantai ruangan ini. Akan kuperiksa seteliti mungkin. Suara hatiku mengatakan, bahwa rahasia di balik lantai ini. Ruangan-ruangan yang bagus ini menutupi tempat yang kita cari,” tegas Letnan De Lile.
Mendegar penjelasan Letnan De Lile, para rahib tampak gelisah, saling memandang satu sama lain.
Kolonel akhirnya mengizinkan permohonan Letan De Lile menelusuri tempat penyiksaan.
Semua anggota pasukan diperintah mengangkat permadani yang menutupi seluruh lantai itu. Lalu mengambil air untuk diguyurkan pada setiap ruangan dan kamar. Ternyata air itu merembet ke dalam. dengan cepat air itu habis ke bawah. De Lile menepuk tangannya dengan amat gembira atas temuannya ini.
“Ini dia!” serunya, “ini dia pintunya!” teriaknya lagi. “Lihat! Pintunya telah kita temukan!”
Kuperintahkan atas nama Kaisar Napoleon untuk segera membuka pintu gerbang. Kulihat penjaga itu menoleh ke belakang berbicara kepada kami yang tidak melihatnya. Kami dikejutkan dengan bedil. Mereka menhujani peluru sementara itu di luar kesiapan kami menghadapinya. Beberapa anak buahku terbunuh, sebagian luka-luka. Segera kuperintahkan kepada pasukan untuk menyerbu biara karena mereka menembak dari arah Yesuit. Pintu gerbang terus dipertahankan dengan kekuatan. Terjadilah tembak menembak secara sengit di lokasi pintu gerbang. Kami membalas dengan hujaman peluru meriam ke arah tembok dan pintu gerbang. Pasukan kami terus nekad mendekati benteng dengan memakai perisai yang tebal untuk menahan peluru dari pasukan Inkuisisi.
Setengah jam pertempuran itu berlangsung dan tembok benteng itu rontok sebagian. Secepatnya anggota pasukan dan perwira-perwira kami masuk ke biara.
Gerombolan Yesuit
Tetapi anehnya para rahib Yesuit menyongsong kami dengan penampakan yang amat gembira. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Mereka bahkan memarahi pasukannya yang menembaki kami. Saya tahu, keramahan mereka hanyalah pura-pura. Karena itu saya tidak mengulur waktu laig untuk segera menangkap para uskup, rahib, juga pasukannya yang munafik itu untuk segera dihadapkan ke pengadilan militer.
Kami masuk ke dalam untuk melacak tempat penyiksaan yang terkenal sangat kejam dan mendirikan bulu roma. Alat penyiksaan yang mereka gunakan sangat menakutkan.
Kami terus berputar mengelilingi tiap ruangan. Tampak benda-benda yang berada di dalamnya sangat luks. Permadani yang digelar berasal dari Persia. Ada kursi malas, lukisan-lukisan langka yang mahal, meja dan perpustakaan yang amat besar. Lantainya terbuat dari bahan kayu dan dapat terbuka secara otomatis bila tombol yang berada di bawah meja kepala Inkuisisi itu diinjak.
Dengan popor bedil, pintu ajaib itu berhasil kami buka. Gerombolan Yesuit wajahnya pucat pasi. Kami semakin memperketat penjagaan sehingga mereka semakin ketakutan.
Di bawah pintu rahasia itu terdapat tangga untuk menuju riang bawah lantai. Secepatnya aku mengambil lilin besar yang panjangnya lebih dari satu meter. Kunyalakan dan terlihat di ruang itu lukisan para pemimpin Dewan Inkuisisi dan Dewan Qudus. Saat aku hendak menuruni tangga, salah seorang pastur menepuk bahuku dengan halus seraya menegurku, “Kuharap wahai anakku, jangan bawa lilin itu dengan tanganmu yang sudah berlumuran darah. Karena lilin itu lilin suci.”
“Itu benar…” jawabku ketus, “memang tanganku tidak layak dinajisi oleh lilin kalian yang justru berlumuran darah orang-orang yang tak bersalah. Akan kita saksikan nanti siapa yang najis dan pembuhuh darah dingin yang sebenarnya di antara kita!” ketusku.
Aula peradilan dan singgasana keagamaan
Aku menuruni tanggal itu diikuti para perwira lainnya juga anak buah yang membawa persenjataan. Kudapati ruang besar persegi empat. Mereka menyebut ruang pengadilan. Di tengah ruang itu terpancang sebuah tiang marmer dan untaian rantai besia. Rantai itu untuk mengikat mangsanya saat diadili.
Berhadapan dengan aula adalah sebuah ‘singgasana keagamaan’ demikian mereka menyebut. Terdapat sebuah bangku yang tinggi sebagai tempat duduk kepala dewan inkuisisi. Sebelahnya juga ada bangku-bangku untuk anggota mahkamah letaknya lebih rendah dari tempat kepala dewan.
Kamar Penyiksaan
Kami melanjutkan langkah, sampailah kami di tempat penyiksaan. Kamar-kamarnya luas sekali dan meliputi semua ruang yang ada di bawah. Kami semua menahan nafas demi melihat alat-alat penyiksaan. Bulu roma kami tegak berdiri. Alat-alat yang terpampang di situ sunggu mengerikan.
Di bawahnya terdapat ruangan–ruangan kecil seukuran tubuh manusia. Bahkan ada yang hanya bisa berdiri saja, atau jongkok saja. Narapidana yang diselkan di situ tentu hanya dapat berdiri atau jongkok untuk selamanya hingga mati dalam posisi seperti itu juga. Mayat–mayat yang ada di situ dibiarkan hingga dagingnya terpisah dari tulangnya.
Untuk menghilangkan bau mayat, mereka membuat sebuah lubang kecil sebagai tempat udara keluar. Saat itu kami menemukan beberapa mayat yang tinggal kerangka dalam keadaan terbelenggu lantai. Mereka terdiri dari wanita dan laki–laki yang usiannya berkisar antara empat belas tahun hingga tujuh puluh tahun.
Selanjutnya atas pelacakan ini, kami berhasil membebaskan beberapa tahanan dari belenggu. Keadaan diri mereka sebagian ada yang sudah tak tertolong, tak bisa hidup lama lagi. Sebab fisik dan mentalnya sudah hancur oleh siksaan–siksaan yang teramat tajam.
Para tawanan itu telanjang bulat hingga terpaksa anak buah kami melepaskan bajunya untuk dikenakan pada tawanan wanita. Kami bawa mereka ke tempat terang agar penglihatan tidak rusak. Atas terlepasnya dari belenggu mengerikan itu, mereka menangis lalu menciumi tangan dan kaki tentara kami. Mereka berterima kasih atas selamatnya diri mereka dari siksa maut Dewan Inkuisisi.



Alat–Alat Penyiksaan
Kami melanjutkan pelacakan. Langkah kami menuju ke ruang tempat di simpannya alat-alat penyiksa. Kami temukan alat pemecah tulang dan peremuk tubuh. Rupanya mereka memulai dengan tulang kaki lalu tulang dada, kepala dan kedua tangan. Semuanya itu dilakukan secara berurutan. Sehingga dari alat itu setelah semua dilakukan, daging tawanan akan keluar teronggok–onggok.
Ada lagi sebuah peti sekuruan kepala orang. Alat ini diletakkan di kepala setelah kaki dan tangan dirantai. Bila sudah diikat demikian, bagaimana sang buruan ini bisa bergerak? Di atas kepala pada peti itu terdapat lubang untuk tempat air menetes, air yang dingin dan aka terus-menerus menetesi kepala. Banyak tawanan menjadi gila karena kepalanya disiksa dengan tetes air secara terus menerus. Dibiarkan sang tawanan mengaduh hingga mereka puas menyaksikan kematiannya.
Lagi, kami lihat alat–alat penyiksa ketiga yang disebut gambar wanita cantik. Bentuk alat ini adalah tabut (tabelo, peti mati) yang desainnya seperti wanita cantik sedang tidur. Posisinya bagai siap disenggama. Di seluruh dinding tabut itu di tancapkan pisau–pisau tajam. Seorang pemuda yang akan disiksa, disuruh menempatkan diri pada tabut itu kemudian ditutup dengan paksa. Padahal penutupnya terdapat pisau-pisau yang siap menancap pada tubuh si korban. Tubuh sang pemuda yang menjadi korban itupun tercincang seperti pergedel.
Kami temukan alat–alat penyayat lidah, perobek dada, dan pencopot buah dada. Alat pencabut itu bentuk seperti catut dari besi yang tajam. Cemeti dari besi berduri adalah alat untuk mencambuk tubuh. Mereka mencambuk sampai tubuh korban antara tulang dan dagingnya terpisah.
Berita penyerbuan tentara Prancis ke biara Dewan Inkuisisi telah sampai ke Madrid. Datang berduyun–duyun massa untuk menyaksikan secara langsung tempat penyiksaan itu. Sungguh laiknya hari kiamat saja.
Ketika massa menyaksikan berbagai bentuk penyiksaan dengan penyaksian sendiri, amarahnya meluap bagai kesetanan. Mereka segara menangkap kepala Yesuit dan memasukkannya ke alat penghancur tubuh dan tulang tanpa kasihan lagi. Sedang sekretarisnya dimasukkan ke peti yang berbentuk tubuh wanita. Pintunya ditutup dengan keras, hingga tubuhnya tersayat–sayat. Bahkan massa menambahkan lagi sisksaan sebagai luapan dendam. Tubuh Kepala Yesuit dan sekretarisnya dikeluarkan dari alat siksa itu untuk dimasukkan secara ganti–ganti ke alat siksa lainnya. Massa memperlakukan tokoh bengis itu sebagaimana tokoh-tokoh itu memperlakukan orang-orang tidak berdosa.
Dalam waktu relatif singkat, massa berhasil membantai sejumlah tiga belas pastur Dewan Inkuisisi. Lalu mereka merampas barang yang ada di biara itu. Dalam pelacakan terakhir kami temukan daftar orang kaya yang masuk dalam buku Dewan Inkuisisi. Mereka dijadikan sapi perahan. Bila menolak membayar upeti sebagaimana ditentukan oleh Yesuit, diancam dengan hukum siksaan dan dibunuh dengan alat–alat neraka itu.
Hari Sejarah Terbesar
Aku menganggap bahwa hari penemuan Biara Dewan Inkuisisi sebagai hari bersejarah terbesar yang dapat disaksikan langsung oleh dunia setelah penyerbuan Bastile (penjara Bastile). Betapa tidak, hari itu adalah dimana seorang ayah dapat kembali memeluk anak–anaknya, hari para ibu dapat menciumi kembali putra-putrinya setelah melewati penyiksaan–penyiksaan di luar kesanggupan. Peluk dan cium dilampiaskan kepada para tentara yang berhasil menyingkap rahasia biara itu. Bagi wanita yang terperangkap, hari kebebasan ini merupakan hal yang sangat berharga baginya, sebab ia dapat terhindar dari perampsan kehormatan dirinya.
Untuk mengisahkan fakta kekejaman Dewan Inkuisisi ini rasanya tak cukup dengan penuturan. Sungguh, bila menyaksikan apa yang di perbuat dan apa yang terjadi di biara itu, seolah mustahil terjadi. Bagaimana bisa, manusia berbuat sekejam itu, rasanya setan pun takkan mungkin melakukannnya.
Disusun oleh Tim Redaktur Muslimdaily.net  
Sumber Referensi:
Muhammad Ali Quthub. 1993. Fakta Pembantaian Muslimin di Andalusia. Solo: Pustaka Mantiq
D. Juan Antonio Llorente: The History Of The Inquisition Of Spain, From The Time Of Its Establishment To The Reign Of Ferdinand VII Foxes Book of Martyrs Appendix F and the enlarged 1957 edition of The Convent HorrorSurat Kabar Signal of Liberty, edisi Vol. 3. No. 20. Monday, 11 September 1843 M
Artikel The Destruction of the Spanish Inquisition akses internet http://www.scionofzion.com/spanish_inquisition.htm 
Wikipedia.org




Sumber

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.