Jumat, 11 April 2014

Kerajaan Romawi: Perawan Vesta dan Pontifex Maximus

Patung perawan vesta

Perawan Vesta (Latin: Virgo Vestalis) adalah pendeta wanita bagi Dewi Vesta (dewi perapian) pada masa Romawi kuno. Tugas utama mereka adalah menjaga api suci Vesta. Tugas ini merupakan suatu kehormatan bagi wanita yang melakukannya. Perawan Vesta adalah satu-satunya posisi yang dipegang oleh wanita dalam sistem keagamaan Romawi. Ditemukannya kuil Vesta di kota Pompeii membuat Perawan Vesta menjadi subjek yang populer pada abad ke-18 dan 19.
Sumber
=======================================================================

Pontifex Maximus

Patung kaisar Augustua yang mengenakan jubah Pontifex Maximus.

Pontifex Maximus adalah pendeta tertinggi dalam Collegium Pontificum (Perkumpulan pendeta) pada masa Romawi kuno. Jabatan ini adalah posisi yang paling penting dalam agama Romawi kuno. Posisi ini awalnya hanya boleh dipegang oleh seorang bangsawan sampai tahun 254 SM, ketika seorang rakyat biasa berhasil menduduki posisi ini. Di masa Republik, jabatan Pontifex Maximus adalah jabatan keagamaan yang terpisah dari pemerintahan namun pada masa Kekaisaran jabatan ini dipegang oleh kaisar sampai kaisar Gratian (kaisar sejak 375 M - 383 M) memutuskan melepaskan jabatan ini dari gelar kaisarnya.



Sumber

Kerajaan Romawi: Titus Tatius dan Numa Pompilius

The Intervention of the Sabine Women, oleh Jacques-Louis David, menggambarkan Titus Tatius di kanan.

Titus Tatius (meninggal 748 SM) adalah raja kaum Sabin yang menyerang kerajaan Romawi setelah Romulus menculik wanita-wanita kaum Sabin. Tetapi, wanita-wanita tersebut kemudian meyakinkan Tatius dan Romulus untuk berhenti berperang dan bersama-sama memerintah kaum Roma-Sabin. Tatius pun berdamai dengan Romulus dan mereka bersama-sama memimpin kaum Roma-Sabin. Namun Tatius tidak termsuk ke dalam tujuh raja Roma. Setelah Tatius mati, Romulus menjadi raja tunggal yang memimpin Roma. Putri Tatius, Tatia menikahi Numa Pompilius, raja kedua Roma.
Sumber
========================================================================

Numa Pompilius

Numa Pompilius

Numa Pompilius (753 - 673 SM; raja Roma 717 - 673 SM) adalah raja kedua Kerajaan Romawi, menggantikan Romulus.

Menurut Plutarch, Numa adalah putra keempat dari Pomponius, dia dilahirkan pada 21 April 753 SM. Numa diajari filsafat oleh Pythagoras. Numa menikah dengan Tatia, putri dari Titus Tatius (raja kaum Sabin). Pada 717 SM, setelah Romulus meninggal, Senat Romawi memilihnya sebagai raja berikutnya. Salah satu kebijakannya adalah pembangunan kuil Janus di Roma. Dia juga menetapkan jabatan Pontifex Maximus dan mengatur tugas-tugasnya, mendirikan jabatan flamine Jupiter, Mars, dan Quirinus, membawa Perawan Vesta dari Alba Longa ke Roma, dan mendirikan Serikat Pekerja. Selain itu, Numa juga mereformasi kalender dengan memperkenalkan bulan Januari dan Februari. Numa melarang rakyatnya menggambarkan dewa dalam bentuk manusia atau hewan. Menurutnya dewa tak bisa digambarkan dengan sesuatu yang pada akhirnya akan musnah. Numa meninggal pada 673 SM dan digantikan oleh Tullus Hostilius.




Sumber

Kerajaan Romawi: Perang Galia dan Pertempuran Allia

 Peta Gallia sekitar tahun 58 SM

Dying Gaul, tiruan patung dari marmer, diduga aslinya dibuat dari perunggu antara tahun 230-220 SM atas perintah Attalos I dari Pergamon untuk merayakan kemenangannya atas Orang-orang Galatia

Gallia (berasal dari Bahasa Latin), adalah kawasan Eropa Barat yang saat ini adalah negara Italia bagian utara, Perancis, Belgia, Swiss bagian barat, serta bagian wilayah Belanda dan Jerman di barat Sungai Rhein.

Dalam Bahasa Inggris, kata Gaul juga merujuk pada orang Keltik yang menghuni kawasan tersebut dahulu kala. Orang Gallia menyebar di Eropa pada zaman Romawi, mereka menggunakan Bahasa Gallia. Selain itu, terdapat orang Lepontii yang menghuni di lereng Pegunungan Alpen Italia, yakni di Raetia.

Menurut kesaksian dari Julius Caesar, Gaul dibagi menjadi tiga bagian, Gallia Celtica, Belgica dan Aquitania. Secara arkeologis, Galia adalah pembawa budaya La Tène, yang diperluas di seluruh Gaul, ke timur Rhaetia, Noricum, Pannonia dan barat daya Germania dari abad ke-5 sampai abad ke-1 SM. Selama abad 2 dan 1 SM, Gaul jatuh di bawah kekuasaan Romawi yaitu Galia Cisalpina ditaklukkan pada 203 SM dan Galia Narbonensis di 123 SM. Gaul diserbu oleh Cimbri dan Teuton setelah 120 SM, yang pada gilirannya dikalahkan oleh Roma dengan 103 SM. Setelah 120 SM, Gaul diserbu oleh Cimbri dan Teuton, yang pada gilirannya dikalahkan oleh Roma dengan 103 SM. Julius Caesar akhirnya menaklukan dalam Perang Galia dari 58-51 SM.[1]

Perang Gallia

Perang Gallia terjadi pada 58-51 SM, atas ambisi Julius Caesar memperluas wilayah Romawi ke utara. Bangsa Gallia di bawah Vercingetorix melawan dengan gigih, mereka akhirnya menyerah setelah benteng mereka dikelilingi oleh barikade oleh tentara Caesar untuk mencegah bangsa Gallia mendapat makanan dari luar. Kegigihan bangsa Gallia mengilhami kartunis René Goscinny dan Albert Uderzo menciptakan tokoh kartun Asterix dan Obelix.

Referensi

  1. ^ Caesar. In: Hans Herzfeld(de) (1960): Geschichte in Gestalten (History in figures), vol. 1: A-E. Das Fischer Lexikon(de) 37, Frankfurt 1963, p. 214. "Hauptquellen [betreffend Caesar]: Caesars eigene, wenn auch leicht tendenziöse Darstellungen des Gallischen und des Bürgerkrieges, die Musterbeispiele sachgemäßer Berichterstattung und stilistischer Klarheit sind" ("Main sources [regarding Caesar]: Caesar's own, even depictions of the Gallic and the Civil Wars, which are paradigms of pertinent information and stylistic clarity")
Sumber
=======================================================================

Pertempuran Allia

Pertempuran Allia
Bagian dari Perang Romawi-Galia
Tanggal 18 Juli 390 SM (tradisional), 387 (kemungkinan)
Lokasi Sungai Allia dekat Roma
Hasil Kemenangan Galia
Pihak yang terlibat
Republik Romawi Galia
Komandan
Quintus Sulpicius Brennus
Kekuatan
15,000 Sekitar 24,000

Pertempuran Allia adalah pertempuran yang terjadi akibat invasi pertama bangsa Galia ke Italia. Pertempuran ini berlangsung di dekat Sungai Allia: kekalahan pasukan Romawi dalam pertempuran ini membuka rute bagi bangsa Galia untuk menyerang Roma. Pertempuran ini terjadi pada 390/387 SM.



Sumber

Kerajaan Romawi: Titus Livius, Plutarkhos, dan Dionysios

Titus Livius

Titus Livius (59 SM - 17 M, juga dikenal sebagai Livy) adalah seorang sejarawan Romawi yang menulis Ab Urbe condita Libri, sebuah catatan sejarah monumental mengenai Romawi dan orang-orang Romawi. Karya tersebut berisi tentang legenda seputar awal mula Kota Roma. Dia akrab dengan keluarga Julio-Claudian. Livius pernah menyarankan pada Claudius, cucu kaisar Augustus Caesar, untuk mempelajari penulisan sejarah. Livius dan istri kaisar Augustus, Livia, berasal dari kaum yang sama di lokasi yang berbeda, meskipun tidak ada pertalian darah.
Sumber
=======================================================================

Plutarkhos


Lucius Mestrius Plutarchus
Μέστριος Πλούταρχος
Parallel Lives, Amyot translation, 1565
Pekerjaan Pembuat biografi, pembuat esai, pendeta, duta besar, magistrat
Kebangsaan Yunani
Tema Biografi


Lusius Mestrius Plutarkhos (bahasa Latin: Lucius Mestrius Plutarchus, bahasa Yunani: Μέστριος Πλούταρχος; c. 46 – 120 — umumnya disebut Plutarkhos — adalah sejarawan, pembuat biografi, pembuat esai Romawi dari etnis Yunani. Plutarkhos lahir pada keluarga yang penting di Chaeronea, Boeotia, kota yang terletak sekitar 20 mil sebelah timur Delphi. Karyanya meliputi Parallel Lives dan Moralia.
Sumber
========================================================================

Dionysios dari Halikarnassos

 Dionysios dari Halikarnassos (Bahasa Yunani: Διονύσιος Ἀλεξάνδρου Ἀλικαρνᾱσσεύς, Dionysios putra Alexandros, dari Halikarnassós, sekitar tahun 60 SM - setelah 7 SM) adalah seorang sejarawan Yunani dan guru retorika, yang berkembang pada masa pemerintahan Kaisar Augustus. Ia pergi ke Roma setelah berakhirnya perang saudara, dan menghabiskan dua puluh dua tahun mempelajari bahasa dan sastra Latin dan mempersiapkan bahan untuk karya-karyanya. Selama periode tersebut, ia mengajar retorika. Tanggal kematiannya tidak diketahui secara pasti. Dia kemungkinan adalah leluhur dari Aelius Dionysius dari Halicarnassus. Karya terbesarnya adalah Ῥωμαϊκὴ Ἀρχαιολογία (Rhōmaikē archaiologia) yang berisi sejarah Romawi dari masa mitologi sampai Perang Punisia I.




 Sumber

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.