Senin, 07 April 2014

Abad Pertengahan Awal: Sejarah Awal Hun

 Wilayah Kekaisaran Hun pada masa kejayaannya di bawah Atilla

Suku Hun sedang bertempur

Suku Hun kemungkinan berasal dari Cina barat, di mana mereka dikenal sebagai Xiong-nu. Mereka barangkali merupakan bagian dari bangsa Turk yang secara berangsur-angsur menguasai sebagian besar Asia dan Eropa timur pada Abad Pertengahan. Suku Hun tampaknya tinggal di Cina utara pada masa Dinasti Han (200-1 SM). Kemudian mreka tampaknya memutuskan untuk meninggalkan Cina untuk mencari tempat yang lebih baik. Mereka terbagi menjadi dua kelompok, kelompok besar dan kelompok kecil. Kelompok kecil bergerak ke selatan, ke India. Sementara kelompok utama mengarah ke barat laut ke Siberia

Suku Xiongnu atau Hun ini secara perlahan-lahan melintasi Rusia. Seperti bangsa Persia dan Parthia yang lebih dulu muncul, mereka kemungkinan terpaksa berpindah akibat buruknya cuaca di Siberia, yang membuat mereka kekurangan rumput untuk makanan ternak. Pada 350 M, suku Hun melintasi stepa ke arah Eropa, mendesak suku Skythia yang mereka temui. Berbagai suku Jermanik, seperti Visigoth dan Ostrogoth, pada gilirannya didesak oleh suku Skythia, dan dengan demikian berusaha memasuki Kekaisaran Romawi di mana mereka mungkin dapat memperoleh keamanan. Pada 378 M, suku Visigoth bertempur dan memperoleh kemenangan dalam Pertempuran Adrianopel, yang membuat mereka dapat bergerak ke dalam wilayah Kekaisaran Romawi.

Pada awal 400-an M, suku Hun mempelajari hal-hal baru mengenai Romawi. Suku Hun memiliki seorang raja yang kuat bernama Atilla. Terkadang Romawi menyewa suku Hun untuk bertempur bersama mereka, sebagai bagian dari pasukan Romawi. Pada 420-an dan 430-an M, suku Hun membantu Romawi melawan Visigoth. Beberapa orang Romawi, seperti calon jenderal Aetius, tumbuh bersama suku Hun sebagai bagian dari kesepakatan antara Hun dan Romawi. Seorang putri Romawi, Honoria, mmeinta Atilla untuk menyerang Kekaisaran Romawi pada 450 M untuk membantunya merebut kekuasaan. Namun ketika Atilla melakukan serbuan, kawan lamanya Aetius berpindah pihak dan bersekutu dengan Visigoth untuk bersama-sama memerangi suku Hun dalam sebuah pertempuran besar pada 451 M. Ini membuat Aetius tetap berkuasa sedangkan Honoria tidak berhasil berkuasa.

Tidak lama kemudian Atilla meninggal, dan ketiga putranya membagi-bagi kekaisarannya. Suku Hun tak pernah lagi menjadi kekuatan yang ditakuti, dan secara perlahan-lahan bercampur ke dalam suku Jermanik dan Slav. Akan tetapi kerabat mereka, suku Turk dan Mongol, kelak berhasil menguasai sebagian besar Asia sebagai Kekaisaran Mongol dan Kesultanan Utsmaniyah.



Sumber

Abad Pertengahan Awal: Sejarah Awal Vandal

 Suku Vandal menjarah Roma

Suku Vandal, dengan dipimpin Gaiserik, mengacak-acak dan menjarah kota Roma
Wilayah terluas Kerajaan Vandal yang berpusat di Afrika

Suku Vandal memasuki wilayah Kekaisaran Romawi yang mulai runtuh pada musim dingin tahun 409 M, ketika mereka menyeberangi sungai Rhine yang membeku bersama kelompok suku Alan dan Suevi. Mereka memanfaatkan pemberontakan di dalam kekaisaran yang membuat Romawi kesulitan mempertahankan wilayahnya. Suku Vandal (bersama suku Alan dan Suevi) perlahan-lahan pergi ke selatan melalui Galia (Prancis), menjarah dan bertempur sesuka hati mereka. Setelah tiba di pegunungan Pyrenia yang memisahkan Prancis dan Spanyol, mereka diajak memasuki Spanyol oleh salah seorang pemimpin pemberontakan, untuk kemudian diminta memberikan bantuan dalam pemberontakan.

Namun pemberontakan itu berakhir dengan kegagalan, dan suku Vandal menjadi telantar di Spanyol. Mereka kemudian mengambil alih bagian selatan Spanyol pada 411 M. Serangan suku Visigoth pada 415 M cukup melemahkan namun tidak memusnahkan mereka.

Pada 429 M, suku Vandal memutuskan untuk berpindah ke Afrika. Mereka menyeberangkan 80.000 orang melewati Selat Gibraltar menggunakan kapal laut. Di bawah raja Gaiserik, suku Vandal mendirikan sebuah kerajaan di Afrika, yang mereka gunakan sebagai basis perompakan di sekitar Laut Tengah selama seratus tahun selanjutnya. Mereka juga mendirikan gereja Arian, mengedarkan koin sendiri, dan menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Mediterania lainnya.

Akan tetapi, pada 533 M, Kaisar Romawi, Justinianus, mengirim jenderalnya Belisarius untuk menaklukan kembali Afrika. Belisarius sukses dan kekuasaan Vandal pun berakhir.



Sumber

Abad Pertengahan Awal: Sejarah Awal Ostrogoth

Kerajaan Ostrogoth pada puncak kejayaannya.

Theodorik Agung, salah satu raja Ostrogoth yang paling terkenal.

Pada tahun 476 M, kaisar Romawi tidak lagi berkuasa di Barat. Ketika itu, kaisar Romawi Barat terakhir, Romulus Augustulus, dijatuhkan, dan seorang Jerman bernama Odoaker berhasil menguasai sisa-sisa wilayah Kekaisaran Romawi Barat (sebagian besar Italia). Odoaker mengirim pesa kepada Kaisar Romawi Timur, Zeno, dan memberitahunya bahwa kaisar Romawi Barat sudah tidak diperlukan lagi.

Zeno tidak begitu senang dengan peristiwa ini, dan ingin merebut kembali Italia. Akan tetapi, dia tidak memiliki pasukan Romawi di Italia; semua tentara Romawi dibutuhkan untuk mempertahankan Konstantinopel, ibukota Romawi Timur, dari ancaman Sassania. Akhirnya Zeno mengirim suku Ostrogoth, di bawah pimpinan raja mereka Theodorik, untuk merebut Italia dari Odoacer.

Suku Ostrogoth dengan cepat berhasil membunuh Odoaker, dan kemudian Theodorik secara efektif menjadi raja Italia. Tak seperti Odoaker, Theodorik lebih cerdas. Dia memberitahu Zeno bahwa secara resmi dia adalah perwakilan Zeno di Italia, padahal Theodoric berbuat sesuka hatinya di Italia.

Theodorik berkuasa lama, dan dia memerintah dengan baik. Dia bahkan sempat menguasai Spanyol, sebagai wali bagi seorang raja yang masih kecil. Namun Setelah Theodorik meninggal, para penggantinya tidak sekuat dia. Dengan segera, Justinianus, Kaisar Romawi Timur, memutuskan untuk kembali merebut Italia. Pada awalnya, Justinianus mengirim jenderalnya, Belisarius, untuk merebut Afrika dari suku vandal. Ketika Belisarius telah melakukan tugasnya, Justinianus menyuruhnya untuk berangkat dan menaklukan Italia juga. Namun ternyata tugas itu sangat sulit. Suku Ostrogoth berjuang dengan gigih. Pada akhirnya Romawi berhasil menang setelah selama dua puluh tahun berperang matian-matian. Peperangan itu juga merusak banyak rumah dan lahan pertanian di Italia.





Sumber

Abad Pertengahan Awal: Sejarah Awal Ingundis

Pada akhir 500-an M, suku Visigoth adalah satu-satunya kelompok etnis besar di Eropa yang belum berpindah dari Arianisme ke Katolik. Mereka pun mulai merasa ketinggalan zaman, hingga akhirnya seorang raja Spanyol yang kuat dan sukses, Lovigild, menikahkan putra sulungnya, Hermengild, dengan seorang putri Franka, Ingundis. Ingundis baru berusia sepuluh atau sebelas tahun ketika menikah pada 578 M. Karena tumbuh besar di Prancis, maka ia beragama Katolik.

Ketika Ingundis pindah ke Spanyol, ia baru berusia dua belas tahun. Ibu mertuanya memitanya memeluk Arianisme, namun Ingundis menolak sehingga ibu merutanya memukulnya hingga ia bersimbah darah. Ingundis lalu ditelajangi dan dilemparkan ke kolam baptis seolah-olah ia sedang dibaptis menjadi pemeluk Arianisme. Meskipun demikian, Ingundis tetap memegang teguh agama Katoliknya.

Tak lama kemudian, Ingundis dan Hermenegild meninggalkan istana dan pergi jauh ke selatan. Mereka lalu memimpin pemberontakan melawan Raja Leovigild. Di selatan, ada banyak orang Katolik yang mendukung Hermenegild. Pada 582 M, ketika Ingundis berusia lima belas tahun, Hermenegild memeluk Katolik

Pada 584, pemberontakan Hermenegild mengalami kekalahan, sehingag Ingundis harus melarikan diri ke Spanyol Bizantium sambil membawa bayi lelakinya, Athanagild. Sementara Hermenegild dibunuh oleh Leovigild pada 585. Leovigild sendiri meninggal setahun kemudian. Putra kedua Leovigild, Rekkared, naik tahta dan menyatakan bahwa agama yang harus dianut rakyatnya adalah Katolik. Dengan demikian, berakhirlah sisa-sisa kelompok besar penganut Arianisme di Eropa.


Sumber

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.