HARTA PARA FIRAUN
Ketika Howard Carter menemukan makam Tutankhamen di Mesir Lembah Para
Raja pada 1922, ia terpesona oleh kemegahan artefak dan harta yg dibawa
oleh raja muda itu untuk hidup di akhirat. Melekat pada ruang pemakaman
terdapat begitu banyak perhiasan dan artefak lain yang butuh sepuluh
tahun untuk meng katalog kan nya.
Namun, ketika ruang pemakaman firaun2 yg lainnya digali, di akhir abad
19, ruang harta mereka hampir kosong. Sudah menjadi rahasia umum bahwa
pencuri makam telah selama berabad-abad telah menjarah makam2 firaun
tersebut, tetapi skala pencurian yang diperlukan untuk membersihkan
makam raja-raja di luar kemampuan para penjahat itu. Jadi, di mana
kekayaan besar dari firaun2 yg dimakamkan di Lembah Para Raja?
Beberapa ahli percaya bahwa harta tersebut digunakan oleh para imam yang
melakukan pemakaman kembali di Lembah Para Raja pada periode akhir 20
dan awal 21 dinasti Mesir(425-343 SM). Firaun2 selanjutnya tidak menolak
untuk menggunakan kembali kemegahan pemakaman nenek moyang mereka, jadi
ini mungkin telah dilakukan dengan undang2 resmi.
salah seorang firaun, Herihor, telah menjadi fokus perhatian khusus.
Herihor adalah seorang pejabat pengadilan tinggi selama pemerintahan
Ramses XI. Setelah kematiannya Ramses ', Herihor merebut takhta, membagi
kerajaan dengan menantunya, Piankh. Herihor menempatkan dirinya
bertanggung jawab atas semua proses reburial di Lembah para Raja, yang
memberinya banyak kesempatan untuk mencuri dalam skala besar.
Makamnya tidak pernah ditemukan. Jika nanti makamnya ditemukan, banyak
ahli percaya bahwa harta yang hilang dari banyak firaun Mesir disimpan
disana dan saking banyaknya harta itu, dipercaya bhw kilaunya akan
seterang cahaya siang.
RUANG AMBER
Digambarkan sebagai keajaiban dunia kedelapan oleh orang-orang yang melihatnya,
Ruang Amber adalah harta yang hilang dan yang paling unik dalam sejarah.
Ini adalah ruang 11-kaki-persegi yang terdiri dari panel dinding besar
dihiasi dengan beberapa ton ambar terlah dirancang, cermin-daun emas
bermata besar, dan empat mosaik Florentine yang megah. Diatur dalam tiga
tingkatan, ruang amber ini dihuni oleh permata2 berharga, dan disimpan
dalam kaca sebagai salah satu koleksi paling berharga dari karya seni
Prusia dan Rusia yg pernah dibuat.
Dibuat oleh Prusia, Raja Friedrich dan diberikan kepada tsar Rusia Peter Agung pada 1716, terletak di Catherine Palace, dekat St Petersburg. Hari ini, Ruang Amber berharga lebih dari $ 142 juta.
Ketika Adolf Hitler menyerang Rusia, penjaga Ruang Amber panik. Mereka
mencoba memindahkannya, tapi ambar mulai runtuh, sehingga mereka
berusaha menutupinya dengan wallpaper. Mereka tidak berhasil dan saat
Nazi menyerbu Leningrad (sebelumnya disebut St Petersburg) pada bulan
Oktober 1941, mereka memindahkannya ke puri/kastil Königsberg selama
beberapa tahun sampai perang berakhir. Namun, ketika Königsberg direbut
kembali April 1945, harta termashur itu tidak bisa ditemukan. Ruang
Amber tidak pernah terlihat lagi. Apakah Soviet tanpa sadar
menghancurkan harta mereka sendiri dengan bom? Apakah itu tersembunyi di
sebuah bunker bawah tanah sekarang hilang di luar kota? Atau hancur
ketika puri Königsberg terbakar tak lama setelah kota itu menyerah?
Kita mungkin tidak akan pernah tahu pasti. Tapi untungnya untuk pecinta
kemewahan, Ruang Amber telah susah payah diciptakan kembali dan dipajang
diIstana Catherine.
HARTA RAMPASAN BLACKBEARD
Bajak laut Blackbeard terkenal itu
hanya menghabiskan sekitar dua tahun (1716-1718) menjarah laut lepas.
Dalam waktu itu, bagaimanapun, dia telah mengumpulkan harta rampasan yg
sangat banyak. Sementara Spanyol sibuk mendapatkan semua emas dan perak
mereka ambil dari Meksiko dan Amerika Selatan, Blackbeard dan
teman-temannya menunggu dengan sabar, lalu menjarah kapal2 spanyol yg
sarat dengan emas dan barang2 berharga lainnya, saat mereka berlayar
kembali ke Spanyol.
Blackbeard mengembangkan reputasi menakutkan sebagai bajak laut yg kejam
dan ganas. "pemerintahan" teror-Nya berpusat di sekitar Hindia Barat
dan pantai Atlantik Amerika Utara, dengan markas di Bahama dan North Carolina.
akhir Nya pada bulan November 1718, ketika Letnan Inggris,Robert
Maynard datang menyerbu para bajak laut dan memenggal kepalanya lalu
menggantungnya di ujung kapal layaknya sebuah tropi yg mengerikan.
Tapi apa yang terjadi dengan harta yang sangat banyak yang telah
dikumpulkan Blackbeard? Dia mengakui menguburnya tapi tdk pernah
mengatakan lokasinya. Namun hal itu tidak membuat berhenti para pemburu
harta yang tak terhitung banyaknya untuk berusaha menemukan harta yg
dikubur blackbeard.
kapal Blackbeard yang tenggelam, Queen Anne's Revenge, diyakini telah ditemukan dekat Beaufort, North Carolina,
pada tahun 1996, tetapi harta itu tidak ada disana. Kemungkinan lokasi
penyimpanan harta blackbeard mencakup Kepulauan Karibia, Virginia
Chesapeake Bay, dan gua-gua di Kepulauan Cayman.
Harta Lima
Pada tahun 1820, Lima, Peru, berada di
tepi pemberontakan. Sebagai tindakan pencegahan, raja muda Lima
memutuskan untuk mengangkut kekayaan luar biasa di kota itu ke Meksiko
untuk diamankan. Harta itu termasuk batu permata, lilin, dan dua patung
seukuran manusia, Maria memegang bayi Yesus, yg terbuat dari emas murni.
Secara keseluruhan, harta tersebut diangkut dengan 11 kapal dan
nilainya sekitar $ 60 juta.
Kapten William Thompson, komandan kapal Mary Dear, ditugaskan
mengangkutnya ke Meksiko. Tapi sayangnya tdk ada yg menyelidiki latar
belakang kapten Thompson yg sebenarnya adalah seorang bajak laut.
Setelah kapal berlayar, kapten Thompson memotong leher para penjaga
harta kerajaan Peru dan melemparkan tubuh mereka ke laut.
Thompson menuju Kepulauan Cocos, di Samudera India, di mana ia dan anak
buahnya diduga mengubur harta karun itu. Mereka kemudian memutuskan
untuk berpisah dan bersembunyi sampai situasi sudah tenang, pada saat
itu mereka akan bertemu lagi untuk membagi-bagi harta yg mereka kubur
tsb.
Namun kapal Dear Mary tertangkap, dan semua awaknya diadili karena
pembajakan. Semuanya akhirnya dihukum gantung kecuali Thompson dan
seorang temannya. Dua orang itu diberi kesempatan untuk menunjukkan
tempat mereka menguburkan/menyimpan harta yg mereka rampas tersebut
kepada Spanyol. Thompson dan temannya membawa aparat Spanyol menuju
kepulauan Cocos dan disana mereka berdua berhasil melarikan diri ke
hutan, dan sejak saat itu Thomson dan temannya tdk pernah terlihat lagi.
Sampai saat ini lebih dari 300 ekspedisi telah mencoba - dan gagal -
untuk mencari harta Lima. Teori terbaru adalah harta itu yang tidak
dikuburkan di Kepulauan Cocos, melainkan di sebuah pulau tak dikenal di
lepas pantai Amerika Tengah.
HARTA MONTEZUMA & TENOCHTITLAN
Kedatangan Spanyol ke kerajaan Aztec di
Meksiko adalah pada tanggal 1 Juli 1520. Setelah melukai raja
Montezuma, Hernando Cortés dan orang-orangnya dikepung oleh prajurit
Aztec yg marah di ibu kota Tenochtitlan.
Setelah beberapa hari pertempuran sengit, Cortés memerintahkan
orang-orangnya untuk mengemas harta Montezuma yg sangat banyak dalam
persiapan untuk melarikan diri pada malam hari, tapi mereka tidak pergi
jauh sebelum Aztec mennyerang mereka. Kekacauan ini digambarkan dengan
penuhnya Danau Tezcuco (danau yg mengelilingi Tenochtitlan) dengan mayat
tentara Spanyol dan harta dicuri dari Montezuma.
Tentara spanyol yg selamat melarikan diri dengan membuang rampasan itu
yg terdiri dari emas dan perak yang tak terhitung jumlahnya, bersama
dengan sejumlah besar perhiasan permata.
Tepat satu tahun kemudian, Cortés dan tentara spanyol kembali lagi untuk
membalas kekalahan mereka, dan merebut kembali harta montezuma yg gagal
mereka curi. Ketika penduduk Tenochtitlan mendapat berita bahwa
penjajah mendekat, mereka menguburkan sisa-sisa harta karun kota di
sekitar Danau Tezcuco untuk mencegahnya jatuh ketangan Spanyol yg gila
emas dan harta.
Saat ini, semua harta karun tersembunyi hampir lima abad di bawah luasnya lumpur dan rawa di pinggiran Mexico City,
inkarnasi modern Tenochtitlan. Generasi pencari harta karun telah
mencari harta yang hilang tersebut tanpa keberhasilan. Seorang mantan
presiden Meksiko bahkan memiliki pengeruk danau yg besar, tapi harta itu
tetap tidak ditemukan.
___________________________________________________________________________________________________
Itulah sebagian legenda yang berasal dari sejarah harta-harta yang
hilang dan belum diketemukan (atau masih dirahasiakan) sampai saat ini
....
Sumber
Jumat, 10 Januari 2014
Harta Qorun (Legenda)
Posted By:
Unknown
on 13.05
Surat Al Ahzab ayat 69. Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti
Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka
katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di
sisi Allah.
Demikian kutipan dari satu ayat yang menceritakan tentang Kisah Nabi Musa, kisah ini berkaitan dengan terjadinya danau Qorun. Pada Masa itu berjayalah Qorun yang nota bene adalah sepupunya Nabi Musa, ada yang mengatakan Pamannya Musa. Tapi yang yang pasti bahwa qorun bukan orang mesir tetapi salah satu bani israel umat nabi Musa as.
Kenapa Qorun bisa kaya seperti itu ?? Qorun, sebelumnya tidak punya apa - apa kemudian minta dido'akan oleh Musa AS agar menjadikan dirinya kaya, maka dido'akan oleh Nabiyullah Musa AS. Pelan - pelan dia menjadi kaya dan akhirnya lupa, sampai memakan harta Bani Israel, bertambah melimpah ruah kekayaannya. Kunci gudangnya pun sangat berat, harus diangkat oleh beberapa orang yang kuat.
Menurut Tafsir Alusy, karena Qorun walau pun keturunan Bani Israel, tapi dia sangat jahat selalu memakan harta Bani Israel, saking kayanya kunci gudang kekayaan qorun tidak bisa di bawa oleh sekelompok orang. (Al Qoshosh 76).
Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kuncii-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri."(QS 28:76)
Dan Qorun pun termasuk orang yang pelit. Walau pun zamannya Nabi Musa perintah untuk berzakat pun sudah ada namun Qorun tidak melakukannya. Bila keluar dari Istananya Qorun membawa 4000 tentara dan 300 pelayan laki2, sungguh bisa dibayangkan bagaimana kayanya Qorun saat itu. Ketika keluar dengan membawa rombongan, ada sebagian Bani Israel yang beranggapan kemuliaan Allah telah diberikan pada Qorun, tetapi sebagian yang lain menasehatinya, bahwa bukan kekayaan yang menunjukkan kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT
Foto diatas adalah Istana Qorun, sisa - sisa kejayaannya, sebagai tambahan menurut kisah Romawi, daerah fayoum ini didirikan oleh seorang God (dewa) yang bernama SOBEK yang mempunyai mahkota buaya di atas kepalanya. Sehingga dalam kisah romawi, Fayoum dikenal dengan Krokodipolis.
Kenapa Qorun membangun Istana di Fayoum? Karena Fir'auan masa itu tidak mau tersaingi keindahan Istananya dengan Qorun, maka Qorun memilih Membangun Istananya di sebuah oasis yang bernama Fayoum, terletak sebelah timur danau, yang waktu itu memang sudah ada namun masih kecil,. Qorun juga membangun gudang2 kekayaannya di dekat danau.
Qorun, karena merasa terhalangi oleh Musa, maka Qorun mempunyai niat Jahat kepada Musa AS. Dihadirkannya seorang pelacur untuk memfitnah Musa As dengan imbalan harta, dihadapkan ke kumpulan Bani Israel untuk mengaku bahwa dia telah dihamili oleh Musa, Lalu Musa bersujud dan meminta petunjuk Allah SWT. Maka Atas Izinnya Allah SWT., pelacur itu mengaku bahwa ia diperintah oleh Qorun untuk memfitnah Musa dengan Imbalan Harta.
Nabi Musa as bangkit dan memberi perintah kepada Bani Israel, “Hai, bani Israel, jika kau beriman kepada Allah, maka segeralah menjauhi Qorun. Dan kau Qorun, segeralah bertobat kepada Allah jika kau ingin terbebas dari siksaan-Nya.” Qorun tertawa mengejek, ia menolak bertobat kepada Allah. Sebagian besar Bani Israel telah menjauh dari Qorun, hanya beberapa orang saja yang enggan menjauh. Nabi Musa as segera memberi perintah kepada bumi. “Hai, bumi, telanlah Qorun!” perintah nabi Musa as kepada bumi. Tiba-tiba bumi membelah dan segera menelan tubuh Qorun dan para pengikutnya sampai batas lutut. “Segeralah mohon ampun, Qorun. Sebelum Allah memberimu siksa.” kata nabi Musa as memperingatkan Qorun. “Tidak, aku tidak akan mohon ampun. Aku pasti bisa melepaskan diri dari sihirmu.” kata Qorun tegas. “Hai, bumi, telanlah Qorun!” perintah nabi Musa as kepada bumi.
Maka seketika itu pula seluruh tubuh Qorun dan para pengikutnya ditelan bumi. Mereka tewas. Khawatir terhadap fitnah, karena sebagian Bani Israel berbisik-bisik bahwa nabi Musa as menghukum Qorun karena berniat hendak memiliki seluruh harta kekayaan Qorun, maka nabi Musa as segera memerintahkan bumi agar menelan seluruh harta Qorun. Dengan demikian beliau telah terbebas dari fitnah yang hendak dilontarkan orang-orang yang ingkar kepada Allah.
Kisah ini diabadikan Al Qur'an dalam surat Al Qoshosh ayat 81. Begitulah balasan orang yang sombong dengan kekayaannya..
Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). (QS 28:81)
Danau di dekat gudang2 kekayaan qorun menjadi tambah lebar dan luas, akibat terbelahnya bumi tadi, maka terkenallah sekarang dengan sebutan Danau Qorun.
Danau Qorun sekarang berada pada 45 meter dibawah permukaan laut dan mempunyai panjang sekitar 42 km, dan lebar 9 km dengan kedalaman maksimumnya diatas 8 meter. Pernah dikabarkan ada peneliti yang menyelam ke dalam danau ini, dan melihat ada retakan yang sangat lebar, bekas terjadinya gempa yang sangat hebat.
Semoga kita tidak menjadi Qorun – qorun yang baru…ketika diberi harta oleh Allah lakukan hak Kewajiban atas Harta itu sesuai dengan amanat yang Allah SWT berikan.. Amiin
Sumber
Demikian kutipan dari satu ayat yang menceritakan tentang Kisah Nabi Musa, kisah ini berkaitan dengan terjadinya danau Qorun. Pada Masa itu berjayalah Qorun yang nota bene adalah sepupunya Nabi Musa, ada yang mengatakan Pamannya Musa. Tapi yang yang pasti bahwa qorun bukan orang mesir tetapi salah satu bani israel umat nabi Musa as.
Kenapa Qorun bisa kaya seperti itu ?? Qorun, sebelumnya tidak punya apa - apa kemudian minta dido'akan oleh Musa AS agar menjadikan dirinya kaya, maka dido'akan oleh Nabiyullah Musa AS. Pelan - pelan dia menjadi kaya dan akhirnya lupa, sampai memakan harta Bani Israel, bertambah melimpah ruah kekayaannya. Kunci gudangnya pun sangat berat, harus diangkat oleh beberapa orang yang kuat.
Menurut Tafsir Alusy, karena Qorun walau pun keturunan Bani Israel, tapi dia sangat jahat selalu memakan harta Bani Israel, saking kayanya kunci gudang kekayaan qorun tidak bisa di bawa oleh sekelompok orang. (Al Qoshosh 76).
Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kuncii-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri."(QS 28:76)
Dan Qorun pun termasuk orang yang pelit. Walau pun zamannya Nabi Musa perintah untuk berzakat pun sudah ada namun Qorun tidak melakukannya. Bila keluar dari Istananya Qorun membawa 4000 tentara dan 300 pelayan laki2, sungguh bisa dibayangkan bagaimana kayanya Qorun saat itu. Ketika keluar dengan membawa rombongan, ada sebagian Bani Israel yang beranggapan kemuliaan Allah telah diberikan pada Qorun, tetapi sebagian yang lain menasehatinya, bahwa bukan kekayaan yang menunjukkan kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT
Foto diatas adalah Istana Qorun, sisa - sisa kejayaannya, sebagai tambahan menurut kisah Romawi, daerah fayoum ini didirikan oleh seorang God (dewa) yang bernama SOBEK yang mempunyai mahkota buaya di atas kepalanya. Sehingga dalam kisah romawi, Fayoum dikenal dengan Krokodipolis.
Reruntuhan Kuil di Fayoum yang pernah direstorasi oleh romawi
Kenapa Qorun membangun Istana di Fayoum? Karena Fir'auan masa itu tidak mau tersaingi keindahan Istananya dengan Qorun, maka Qorun memilih Membangun Istananya di sebuah oasis yang bernama Fayoum, terletak sebelah timur danau, yang waktu itu memang sudah ada namun masih kecil,. Qorun juga membangun gudang2 kekayaannya di dekat danau.
Qorun, karena merasa terhalangi oleh Musa, maka Qorun mempunyai niat Jahat kepada Musa AS. Dihadirkannya seorang pelacur untuk memfitnah Musa As dengan imbalan harta, dihadapkan ke kumpulan Bani Israel untuk mengaku bahwa dia telah dihamili oleh Musa, Lalu Musa bersujud dan meminta petunjuk Allah SWT. Maka Atas Izinnya Allah SWT., pelacur itu mengaku bahwa ia diperintah oleh Qorun untuk memfitnah Musa dengan Imbalan Harta.
Nabi Musa as bangkit dan memberi perintah kepada Bani Israel, “Hai, bani Israel, jika kau beriman kepada Allah, maka segeralah menjauhi Qorun. Dan kau Qorun, segeralah bertobat kepada Allah jika kau ingin terbebas dari siksaan-Nya.” Qorun tertawa mengejek, ia menolak bertobat kepada Allah. Sebagian besar Bani Israel telah menjauh dari Qorun, hanya beberapa orang saja yang enggan menjauh. Nabi Musa as segera memberi perintah kepada bumi. “Hai, bumi, telanlah Qorun!” perintah nabi Musa as kepada bumi. Tiba-tiba bumi membelah dan segera menelan tubuh Qorun dan para pengikutnya sampai batas lutut. “Segeralah mohon ampun, Qorun. Sebelum Allah memberimu siksa.” kata nabi Musa as memperingatkan Qorun. “Tidak, aku tidak akan mohon ampun. Aku pasti bisa melepaskan diri dari sihirmu.” kata Qorun tegas. “Hai, bumi, telanlah Qorun!” perintah nabi Musa as kepada bumi.
Maka seketika itu pula seluruh tubuh Qorun dan para pengikutnya ditelan bumi. Mereka tewas. Khawatir terhadap fitnah, karena sebagian Bani Israel berbisik-bisik bahwa nabi Musa as menghukum Qorun karena berniat hendak memiliki seluruh harta kekayaan Qorun, maka nabi Musa as segera memerintahkan bumi agar menelan seluruh harta Qorun. Dengan demikian beliau telah terbebas dari fitnah yang hendak dilontarkan orang-orang yang ingkar kepada Allah.
Kisah ini diabadikan Al Qur'an dalam surat Al Qoshosh ayat 81. Begitulah balasan orang yang sombong dengan kekayaannya..
Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). (QS 28:81)
Danau Qorun
Danau di dekat gudang2 kekayaan qorun menjadi tambah lebar dan luas, akibat terbelahnya bumi tadi, maka terkenallah sekarang dengan sebutan Danau Qorun.
Danau Qorun sekarang berada pada 45 meter dibawah permukaan laut dan mempunyai panjang sekitar 42 km, dan lebar 9 km dengan kedalaman maksimumnya diatas 8 meter. Pernah dikabarkan ada peneliti yang menyelam ke dalam danau ini, dan melihat ada retakan yang sangat lebar, bekas terjadinya gempa yang sangat hebat.
Semoga kita tidak menjadi Qorun – qorun yang baru…ketika diberi harta oleh Allah lakukan hak Kewajiban atas Harta itu sesuai dengan amanat yang Allah SWT berikan.. Amiin
Wallahu 'alam bissawab..
Sumber
Kuil Firaun (2-Habis)
Posted By:
Unknown
on 12.45
Temple of Hatshepsut
The Mortuary temple of Hatshepsut, who ruled Egypt from around 1479 BC until her death in 1458 BC, is situated on the west bank of the Nile. It is a colonnaded structure, which was designed and implemented by Senemut, the royal architect of Hatshepsut, to serve for her posthumous worship and to honor the glory of Amun. The temple is built into a cliff face that rises sharply above it and consists of three layered terraces reaching 30 meters (97 ft ) in height. These terraces are connected by long ramps which were once surrounded by gardens.
Luxor Temple
The Luxor Temple is located on the east bank of the River Nile in the ancient city of Thebes and was founded in 1400 BC during the New Kingdom. The temple was dedicated to the three Egyptian gods Amun, Mut, and Chons. The temple was the center of the festival of Opet, Thebes’ most important festival. During the annual festival the statues of the three Gods were escorted from the temple of Amun in Karnak to the temple of Luxor along the avenue of sphinxes that connect the 2 temples.
Abu Simbel
The twin temples of Abu Simbel were carved out of the mountainside during the reign of Pharaoh Ramesses The Great in the 13th century BC, as a lasting monument to himself and his queen Nefertari. The complex was relocated in its entirety in the 1960s to avoid their being submerged during the creation of Lake Nasser, the massive artificial water reservoir formed after the building of a dam on the Nile. Abu Simbel remains one of Egypt’s top tourist attractions.
Karnak
Although badly ruined, few sites in Egypt are more impressive than Karnak. It is the largest ancient religious site in the world, and represents the combined achievement of many generations of Egyptian builders. The Temple of Karnak actually consists of three main temples, smaller enclosed temples, and several outer temples located about 2.5 kilometers north of Luxor. It took millennia to build and enhance the massive Karnak Temple. However, most of the work on Karnak was done by the pharaohs of the New Kingdom (1570-1100 BC). One of most famous structures of Karnak is the Hypostyle Hall, a hall area of 5,000 m2 (50,000 sq ft) with 134 massive columns arranged in 16 rows.
(Tamat)
Sumber
Kuil Firaun (1)
Posted By:
Unknown
on 12.36
Kuil mesir yg tertua yg ditemukan
dibangun sekitar 4 ribu tahun sebelum masehi, sedangkan kuil yg paling
baru adalah sekitar abad ke 6 masehi. Jadi tidaklah mengherankan kalau
kuil2 di mesir ini mengandung berbagai macam struktur dan corak yang
berbeda yg berevolusi selama rentang waktu yg cukup panjang.
Located on the West Bank of Luxor, Medinet Habu is the Arabic name for a huge temple complex second only to Karnak in size and better preserved. Pharaohs Hatshepsut and Tutmosis III built a small temple dedicated to Amun on the site. Next to their temple, Ramesses III built his mortuary temple, Medinet Habu’s largest standing monument. Ramesses III then enclosed both structures within a massive mud-brick wall that included storehouses, workshops, and residences.
Situated on a high dune overlooking the Nile, The Temple of Kom Ombo is an unusual double temple built during the Ptolemaic dynasty. The actual temple was started by Ptolemy VI Philometor in the early second century BC. The Temple of Kom Ombo is actually two temples and everything is duplicated along the main axis. There are two entrances, two courts, two colonades, two hypostyle halls and two sanctuaries.
Built around 1350 BC, The Colossi of Memnon are two massive stone statues depicting Pharaoh Amenhotep III in a seated position. The original function of the Colossi was to stand guard at the entrance to the Amenhotep’s mortuary temple where he was worshipped both before and after his departure from this world. Once the largest temples of ancient Egypt it is today almost completely disappeared except for the two statues. Both statues are quite damaged though, with the features above the waist virtually unrecognizable.
The island of Philae was the center of the cult of the goddess Isis. The first temple on the island was built by native pharaohs of the 30th dynasty. The temple construction continued over a three century period by the Greek Ptolemaic dynasty and the Roman rulers. The Roman Emperor Trajan built the Trajan’s Kiosk in 100 AD which probably served as a river entrance into the larger temple of Isis. In the 1960s the temple and other monuments on the island were transported to the island of Agilika by UNESCO to save it from being submerged by the rising waters of the Nile due to the construction of the Aswan High Dam. The island of Philae is now buried beneath Lake Nasser.
The Temple of Edfu, dedicated to the falcon god Horus, is the second largest Egyptian temple after Karnak and one of the best preserved. The construction of this temple began in 237 BC during the reign of Ptolemy III, and completed almost two centuries later in 57 BC by Ptolemy XII, the father of the famous Cleopatra. This temple consists of traditional elements of Egyptian Temples of the New Kingdom, together with a few Greek elements such as the house of birth (the Mammisi).
The Temple of Seti I is the mortuary temple of Pharaoh Seti I on the west bank of the Nile in Abydos. The ancient temple was constructed towards the end of the reign of Seti, and may have been completed by his son Ramesses the Great after his death in 1279 BC. The temple contains the Abydos King List. It is a chronological list of many dynastic pharaohs of Egypt from Menes, the Egyptian king credited with founding the First dynasty, until Ramesses I, Seti’s father.
(Bersambung)
Medinet Habu
Located on the West Bank of Luxor, Medinet Habu is the Arabic name for a huge temple complex second only to Karnak in size and better preserved. Pharaohs Hatshepsut and Tutmosis III built a small temple dedicated to Amun on the site. Next to their temple, Ramesses III built his mortuary temple, Medinet Habu’s largest standing monument. Ramesses III then enclosed both structures within a massive mud-brick wall that included storehouses, workshops, and residences.
Temple of Kom Ombo
Situated on a high dune overlooking the Nile, The Temple of Kom Ombo is an unusual double temple built during the Ptolemaic dynasty. The actual temple was started by Ptolemy VI Philometor in the early second century BC. The Temple of Kom Ombo is actually two temples and everything is duplicated along the main axis. There are two entrances, two courts, two colonades, two hypostyle halls and two sanctuaries.
Colossi of Memnon
Built around 1350 BC, The Colossi of Memnon are two massive stone statues depicting Pharaoh Amenhotep III in a seated position. The original function of the Colossi was to stand guard at the entrance to the Amenhotep’s mortuary temple where he was worshipped both before and after his departure from this world. Once the largest temples of ancient Egypt it is today almost completely disappeared except for the two statues. Both statues are quite damaged though, with the features above the waist virtually unrecognizable.
Philae Temples
The island of Philae was the center of the cult of the goddess Isis. The first temple on the island was built by native pharaohs of the 30th dynasty. The temple construction continued over a three century period by the Greek Ptolemaic dynasty and the Roman rulers. The Roman Emperor Trajan built the Trajan’s Kiosk in 100 AD which probably served as a river entrance into the larger temple of Isis. In the 1960s the temple and other monuments on the island were transported to the island of Agilika by UNESCO to save it from being submerged by the rising waters of the Nile due to the construction of the Aswan High Dam. The island of Philae is now buried beneath Lake Nasser.
Temple of Edfu
The Temple of Edfu, dedicated to the falcon god Horus, is the second largest Egyptian temple after Karnak and one of the best preserved. The construction of this temple began in 237 BC during the reign of Ptolemy III, and completed almost two centuries later in 57 BC by Ptolemy XII, the father of the famous Cleopatra. This temple consists of traditional elements of Egyptian Temples of the New Kingdom, together with a few Greek elements such as the house of birth (the Mammisi).
Temple of Seti I
The Temple of Seti I is the mortuary temple of Pharaoh Seti I on the west bank of the Nile in Abydos. The ancient temple was constructed towards the end of the reign of Seti, and may have been completed by his son Ramesses the Great after his death in 1279 BC. The temple contains the Abydos King List. It is a chronological list of many dynastic pharaohs of Egypt from Menes, the Egyptian king credited with founding the First dynasty, until Ramesses I, Seti’s father.
(Bersambung)
Langganan:
Postingan (Atom)






















