Sabtu, 28 Desember 2013

Sumeria (1)

Sumeria adalah Bangsa tertua yang memiliki banyak gedung di sekitarnya
Sumeria (sekitar 3.500 - 2.300 tahun SM) adalah salah satu peradaban kuno di Timur Tengah, terletak di sebelah selatan Mesopotamia (tenggara Irak) dari catatan terawal abad ke-4 SM sampai munculnya Babilonia pada abad ke-3 SM. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Sumeria.
Mereka telah mengenal bercocok tanam dan sudah memiliki sistem pengairan. Bangunan-bangunan mereka dibuat dari lumpur. Mereka menganut agama politheisme.
Bangsa Sumeria merupakan bangsa yang pertamakali mendiami kawasan Mesopotamia, sehingga bangsa Sumeria pantas disebut sebagai penduduk asli Mesopotamia. Bangsa Sumeria datang dari wilayah Asia Kecil sekitar tahun 3.500 tahun SM. Pada awalnya, bangsa Sumeria mengolah lahan pertanian yang subur sebagai mata pencahariannya. Lama kelamaan, bangsa Sumeria dapat membangun sistem pengairan untuk menanggulangi banjir dan menyalurkan air ke lahan-lahan pertanian, seperti sistem irigasi dan kanal. Dengan hasil pertanian yang melimpah, bangsa Sumeria sekitar tahun 3.000 tahun SM membangun 12 kota-kota besar, di antaranya kota Ur, Uruk, Lagash, dan Nippur.
Pada awalnya, kota-kota tersebut merupakan kota-kota yang berdiri sendiri, sehingga disebut negara kota. Kemudian terjadilah peperangan di antara kota-kota tersebut dan yang kalah akan menjadi bawahan kota yang menang yang lama kelamaan memunculkan sistem pemerintahan kerajaan. Bangsa Sumeria mencapai mansa kejayaannya saat dipimpin oleh Raja Ur-Nammu. Namun, sekitar tahun 2.300 SM, bangsa Sumeria dapat ditaklukkan oleh bangsa Akkadia di bawah pimpinan Raja Sargon.
Sumber

1. Bahasa Sumeria

Bahasa Sumeria adalah bahasa yang digunakan di Mesopotamia selatan dari abad ke-4 SM. Bahasa ini kemudian digantikan oleh bahasa Akadia sebagai bahasa lisan pada awal abad ke-2 SM, namun tetap digunakan dalam upacara keagamaan, tulisan, dan ilmu pengetahuan sampai abad ke-1 SM. Kemudian bahasa ini terlupakan sampai abad ke-19. Bahasa Sumeria berbeda dari bahasa-bahasa kuno Mesopotamia lain seperti bahasa Akadia (yang terdiri dari bahasa Babilonia dan bahasa Asiria), bahasa Aram, dan bahasa Elam.
Bahasa Sumeria tulis dapat dibagi menjadi beberapa periode:
  • Bahasa Sumerian kuno — 3100–2600/2500 SM
  • Bahasa Sumerian klasik — 2600/2500–2300/2200 SM
  • Bahasa Sumeria Baru — 2300/2200 – 2000 SM
  • Bahasa Sumeria Akhir — 2000 – 1800/1700 SM
  • Bahasa Pasca-Sumerian - 1800/1700 - 100 SM
Sumber

2. Kota Ur
Ur (bahasa Ibrani: אוּר - secara harafiah berarti "api" atau "lidah api"; disebut juga "Ur-Kasdim" (bahasa Ibrani: אוּר כַּשְׂדִים, 'Ur Kasy·dim; bahasa Inggris: "Ur of the Chaldees") adalah sebuah kota kuno di daerah orang Kasdim (atau Babilonia) bagian selatan.[1] Menurut Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, kota ini merupakan tempat asal Terah, ayah Abraham, dari mana Abraham kemudian berangkat ke tanah Kanaan atas perintah Allah.[2] Diduga merupakan pusat penyembahan dewa bulan, Sin. Kota itu mempunyai dua buah pelabuhan yang dihubungkan pada teluk Persia oleh sungai Efrat, sehingga kota ini mempunyai kebudayaan tinggi dan sejarah yang makmur.

Lokasi di Irak Koordinat: 30°57′45″LU 46°06′11″BT
A. Sejarah
Ur menjadi kaya berkat perdagangannya dengan luar negeri. Sejak sekitar tahun 4300 SM, kota Ur sudah dihuni orang. Dalam saat berikutnya (sampai sekitar tahun 3400) bagian-bagian kota itu rusak karena air bah yang berlangsung selama waktu yang panjang ("lapisan air bah"). Daftar raja-raja Babilon kuno menghitung adanya tiga buah dinasti yang berkuasa. Dinasti ketiga (sekitar 2047-1939) termasuk yang paling penting: Ur mengambil-alih pimpinan politik di Mesopotamia selatan (dengan pimpinan pemerintahan pusat, puncak perkembangan literatur Sumer, bangunan-bangunan ibadat). Imigrasi bangsa Amori dan serangan pasukan Elam yang dahsyat membuat Ur tidak bernilai lagi.

Mesopotamia pada milenia ke-3 SM.

 


 Peta Kerajaan Ur dinasti ketiga

B. Catatan Alkitab

Ur disebutkan 4 kali di dalam Alkitab Ibrani, dengan tambahan keterangan "Kasdim". Orang Kasdim sudah tinggal di daerah itu sebelum 850 SM, tetapi baru menjadi penguasa Ur sampai akhir abad ke-7 SM. Nama ini ditemukan di Kejadian 11:28, Kejadian 11:31, dan Kejadian 15:7. Dalam Kitab Nehemia pasal 9:7, sebuah kalimat menyinggung nama Ur merupakan pengulangan dari catatan Kitab Kejadian.[3]
Terjemahan Baru: Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah Haran di negeri kelahirannya, di Ur-Kasdim.
Bahasa Inggris (KJV): And Haran died before his father Terah in the land of his nativity, in Ur of the Chaldees.
Bahasa Ibrani: וַיָּמָת הָרָן עַל־פְּנֵי תֶּרַח אָבִיו בְּאֶרֶץ מֹולַדְתֹּו בְּאוּר כַּשְׂדִּים׃
Transliterasi Ibrani: wa·ya·math ha·ran 'al-pe·ney te·rakh 'a·bi·o be'e·retz mo·lad·to be'ur kasy·dim

C. Penelitian

Kota kuno ini sudah mengalami penggalian yang teliti dan terbukti bahwa nama Ur-Kasdim (Kejadian 11:28) adalah suatu anakronisme dari zaman penjajahan Babel (Kasdim) sekitar abad ke-7 SM. Rumah Abraham ada di sini, sebelum ia pindah ke tanah Kanaan. Ia meninggalkan kenikmatan kota ini, untuk menjalani kehidupan nomad yang berbahaya dan keras. Di zaman modern banyak pula orang yang melakukan hal yang sama.

Referensi

Sumber

3. Ur Kaśdim

Ur Kaśdim atau Ur-Kasdim (אוּר כַּשְׂדִים) adalah nama tempat yang disebut sebagai kota asal Abraham dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, khususnya pada Kitab Kejadian. Banyak perdebatan dalam penafsiran tempat ini sebagai kota kelahiran Abraham, termasuk identifikasi lokasi sebenarnya.

A. Identifikasi Ur Kasdim

Pada tahun 1927 Leonard Woolley mengidentifikasikan Ur-Kasdim dengan kota kuno Sumeria, Ur, di selatan Mesopotamia, di mana orang-orang Kasdim telah berdiam pada sekitar abad ke-9 SM,[1] Ur terletak di dalam wilayah yang disebut Kaldu (bahasa Inggris: Chaldea, "Kaldea", dalam bahasa Ibrani: Kaśdim, "Kasydim") pada milenium pertama SM. Merupakan suatu kota suci bagi dewa bulan yang bernama "Camarina", diduga berkaitan dengan kata Arab untuk "bulan" yaitu "qamar". Identifikasi dengan Ur-Kasdim sesuai pandangan bahwa leluhur Abraham mungkin termasuk penyembah dewa bulan, ide yang didasarkan pada kemungkinan bahwa nama ayah Abraham, Terah berhubungan dengan akar kata Ibrani untuk bulan (y-r-h). Dalam Kitab Yosua tertulis: Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain."[2]
Salah satu situs tradisional tempat kelahiran Abraham adalah di sekitar Edessa. Baik tradisi Islam maupun Yahudi, seperti Maimonides dan Flavius Yosefus, menempatkan Ur Kasdim di berbagai situs di bagian utara Mesopotamia antara lain: Urkesh, Urartu, Urfa, atau Kutha.

B. Tradisi Yahudi

Ur-Kasdim disebutkan empat kali dalam Tanakh, dengan perbedaan "Kasdim" biasanya diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai "of Chaldees" ("dari orang Kasdim"). Dalam kitab Kejadian, nama ini ditemukan dalam Kejadian 11:28,31; 15:7. Meski tidak secara eksplisit dinyatakan dalam Tanakh, umumnya dipahami sebagai tempat kelahiran Abraham. Pada Kejadian 11:27-28 nama ini disebut sebagai tempat kelahiran kakak Abraham, Haran, dan titik keberangkatan Terah dan keluarganya, termasuk anaknya Abram (yang kelak diganti namanya oleh Allah sebagai Abraham.
Dalam Kejadian 12:1, setelah Abram dan ayahnya Terah meninggalkan Ur-Kasdim, mereka tinggal di kota "Haran" di Aram-Mesopotamia. Di sinilah Allah memerintahkan Abram untuk meninggalkan tanah asalnya (bahasa Ibrani: mowledeth). Dalam pemahaman Yahudi tradisional kata "mowledeth" diartikan "tempat kelahiran" (misalnya dalam terjemahan Judaica Press). Demikian pula, dalam Kejadian 24:4-10, Abraham memerintahkan hambanya untuk membawa istri bagi Ishak dari "mowledeth"-nya, dan hamba itu berangkat ke Aram-Mesopotamia (Padan-Aram). Oleh karena itu, para rabbi Yahudi hampir satu suara dalam mengidentifikasi tempat kelahiran Abraham di daerah Aram-Mesopotamia. Pandangan ini terutama dicatat oleh Nahmanides (Ramban).[3] Namun demikian, interpretasi "mowledeth" sebagai "tempat kelahiran" tidaklah diterima semua orang. Banyak terjemahan Taurat dari Septuaginta dan beberapa versi bahasa Inggris modern, menafsirkan mowledeth sebagai "sanak" atau "keluarga". Namun, beberapa rujukan kepada "erets moladet" dalam Kejadian 24 di dalam perintah Abraham terhadap hamba tertua di rumahnya untuk mengambil seorang istri bagi anaknya Ishak, tampaknya memperkuat pemahaman tradisional Yahudi.
Talmud (Yoma 10a) mengidentifikasi kota Erekh yang disebut dalam Alkitab sebagai tempat yang disebut "Urikhus". (Lihat latar belakang Yoma 10.) T.G. Pinches dalam The Old Testament in the Light of the Historical Records and Legends of Assyria and Babylonia karya A.T. Clay, menulis pada artikel di International Standard Bible Encyclopedia pada tahun 1915 dengan judul Ur of the Chaldees, memahami nama ini sebagai suatu identifikasi untuk "Uruk" (atau Erekh di Alkitab) dengan Ur-Kasdim. Namun, tidak ada tradisi yang menyamakan Kasdim Ur dengan Urichus atau Erech / Uruk.

C. Kitab Yobel

Kitab Yobel menyatakan bahwa Ur Kaśdim didirikan pada tahun 1687 Anno Mundi oleh "'Ur, putra Keśed", kemungkinan adalah keturunan Arpakhsad, dengan tambahan bahwa peperangan dimulai di muka bumi pada tahun yang sama.
"'Ur bin Keśed membangun kota 'Ara-Kasdim, dan menamai kota itu menurut namanya sendiri dan nama ayahnya." (Kitab Yobel 11:3)
Kitab Yobel juga mencatat bahwa leluhur langsung Abraham berdiam di Ur Kaśdim, mulai dari kakek buyutnya, Serug.

D. Tradisi Islam

Situs tradisional kelahiran Abraham menurut tradisi Islam adalah sebuah gua di sekitar kota kuno Seleukus, Edessa, sekarang disebut Şanlıurfa. Gua ini terletak di dekat pusat kota Şanlıurfa dan merupakan situs sebuah masjid bernama "Masjid Ibrahim". Nama Turki untuk kota ini, Urfa, berasal dari nama bahasa Suryani sebelumnya ܐܘܪܗܝ (Orhāy) dan bahasa Yunani: Ορρα (Orrha). Tradisi menghubungkan Ur-Kasdim dengan Urfa tidak eksklusif untuk Islam. Antropolog abad ke-18, Richard Pococke mencatat dalam bukunya Description of the East bahwa identifikasi tradisional Ur-Kasdim dengan Urfa merupakan pendapat universal dalam Yudaisme kontemporer.
Para sarjana yang skeptik terhadap identifikasi Ur-Kasdim dengan Urfa berpendapat bahwa asal nama Yunani dan Siria kota ini tidak pasti, dan nampaknya berasal dari kata asli, Osroe, nama dari seorang pendiri kota legendaris, bentuk kata Armenia dari nama Persia, Khosrau. Kemiripan dengan nama "Ur" jadinya kebetulan saja.

E. Pandangan klasik

Ammianus Marcellinus dalam bukunya Rerum Gestarum Libri (bab VIII) menyebutkan sebuah kastil atau kota benteng bernama "Ur" yang terletak antara "Hatra" dan "Nisibis". A.T. Clay memahaminya sebagai sebuah identifikasi Ur-Kasdim meskipun Marcellinus tidak menyebutkan secara eksplisit. Dalam tulisannya Travels ("Perjalanan"; Bab XX), petualang Egeria, menyebutkan "Hur" terletak sejauh lima stasiun (tempat pemberhentian) dari "Nisibis" dalam perjalanan ke Persia, rupanya merujuk kepada lokasi yang sama, dan dia tidak mengidentifikasikannya Ur-Kasdim. Namun, benteng tersebut hanya didirikan pada masa Kekaisaran Persia kedua (dinasti Sassanid).
Eusebius dalam tulisannya, Preparation for the Gospel (bab XVII), mengutip sebuah fragmen dari tulisan Concerning the Jews yang ditulis pada abad ke-1 SM oleh sejarawan Alexander Polyhistor, yang menyadur satu bagian dalam Concerning the Jews of Assyria karya sejarawan Eupolemus dari abad ke-2 SM , yang mengklaim bahwa Abraham lahir di kota Camarina, dalam wilayah Babel, yang menurut catatannya juga disebut "Uria". Situs ini dikenal dengan kota Sumeria "Ur" yang terletak di "Tell el-Mukayyar", yang dalam teks-teks kuno dinamakan "Uriwa" atau "Urima".

Referensi

  1. ^ Arnold, Bill T. (2005). Who Were the Babylonians?. Brill. hlm. 87. ISBN 978-90-04-13071-5.
  2. ^ Yosua 24:2
  3. ^ Lihat Ramban mengenai Lech Lecha



Sumber
(Bersambung)

Mesoamerika (6-Habis)

4. Aztek

Kaum Aztek atau Aztec adalah orang Amerika Tengah dari sentral Meksiko yang kaya dengan warisan mitologi dan kebudayaan. Dalam bahasa Nahuatl, bahasa suku Aztek, "Aztek" berarti seseorang yang berasal dari Aztlán". Kaum Aztek juga menyebut diri mereka sebagai Mehika atau Meshika atau Mexica, asal nama Stocking "Meksiko". Penggunaan nama Aztek sebagai istilah yang merujuk kepada mereka yang mempunyai ekonomi, adat, agama, dan bahasa Mexica diawali oleh Alexander von Humboldt.

Pengorbanan manusia pada zaman Aztec, dari Codex Magliabechiano

A. Legenda

Aztek merupakan satu dari beberapa kebudayaan, yang disebut secara umum sebagai "nahuas" mengikut bahasa mereka. Ketika kaum Aztek sampai ke lembah Anahuac, mereka dianggap oleh nahuas lain sebagai yang paling tidak berperadaban, jadi mereka memutuskan untuk belajar, dan mengambil dari kaum- kaum lain, mereka banyak belajar dari Toltec tua (yang sering dikelirukan dengan kebudayaan Teotihuacan yang lebih tua. Kaum Aztek menggabungkan beberapa tradisi dicampurkan dengan tradisi mereka sendiri. Karena itu mereka mempunyai beberapa mitos penciptaan, satu darinya menggambarkan empat era sebelum dunia sekarang, kesemuanya berakhir dengan malapetaka. Era kelima akan kekal disebabkan pengorbanan hero kepada matahari. Dongeng ini dikaitkan dengan kota tua Teotihuacan, yang telah musnah ketika kaum Aztek tiba. Mitos yang lain menggambarkan dunia sebagai ciptaan dewa kembar, Tezcatlipoca dan Quetzalcoatl. Tezcatlipoca kehilangan kakinya dalam proses ciptaan dunia dan semua gambaran dewa ini menggambarkan Tezcatlipoca tanpa kaki dan menampakkan tulang. Quetzalcoatl juga dikenali sebagai Tezcatlipoca Putih.
Menurut legenda, mereka mengembara ke Lago de Texcoco di Meksiko Tengah dari suatu tempat di utara yang dikenali sebagai Aztlán. Mereka dipandu oleh dewa mereka Huitzilopochtli. Ketika mereka tiba di sebuah pulau di tengah danau, mereka melihat burung elang memakan seekor ular ketika bertengger di atas kaktus nopal, gambaran yang sesuai dengan ramalan yang menyuruh mereka membuat pemukiman baru di situ. Kaum Aztek membuat kota mereka yang dikenal sebagai Tenochtitlan. Tempat tersebut, pada masa sekarang merupakan pusat kota Meksiko. Burung Elang legendaris itu pun juga terdapat dalam bendera Meksiko.

Sumber

B. Kalendar Aztek

Kalender Aztec merupakan kalender tua dengan dua sistem. 11 Januari 1325, Mexico City yang kini menjadi ibukota Meksiko, dibangun oleh raja terakhir Dinasti Aztec. Aztec adalah salah satu di antara suku-suku bangsa kulit merah Amerika Selatan yang datang ke Meksiko pada abad ke-12. Kehidupan bangsa Aztec berpusat pada pertanian. Namun pada abad ke-16, bangsa Spanyol datang ke Meksiko untuk menancapkan imperialismenya di kawasan itu. Bangsa Aztec melakukan perlawanan dan terjadilah pertempuran di antara keduanya yang dimenangkan oleh Spanyol. Sejak saat itu, jutaan orang Spanyol berdatangan ke Meksiko dan tinggal di sana, sementara bangsa Aztec tersingkir dan akhirnya punah.
Namun, bangsa aztec tidak punah tanpa jejak. banyak peninggalan yang menakjubkan yang lahir di zaman peradaban bangsa aztec, salah satunya yaitu suatu sistem kalender bangsa Aztec, kalender tua dengan dua sistem.
Kalender batu Aztec, di ukir dari potongan batu gunung dengan berat lebih dari 22 metric tons, gambaran dewa matahari di bagian tengahnya menggambarkan masa lalu dan masa kini.
Para dewa matahari di kelilingi oleh beberapa bagian cincin, beberapa di antaranya berhias tulisan yang menunjukkan bagian dari perputaran waktu bangsa Aztec.
Kalender Aztec, sistem pengukuran waktu yang digunakan bangsa Aztec yang menguasai daerah tengah sampai selatan Meksiko pada abad 15 sampai awal abad 16. Kalender bagi bangsa Aztec merupakan pusat dari sistem yang rumit untuk acara keagamaan dan acara lainnya termasuk untuk ritual perang dan pengorbanan manusia. Sebagai masyarakat agraris, mereka percaya bahwa ritual dan acara keagamaan dapat memastikan tetap langgengnya proses alam yang berujung pada suburnya tanah pertanian mereka, karena adanya matahari yang bersinar tiap hari dan kembalinya musim hujan.
Masyarakat Aztec menggunakan dua macam sistem kalender, satu kalender dengan putaran waktu 260 hari dan satu kalender lainnya dengan 365 hari.
Kalender 260 hari, di kenal sebagai tonalpohualli (menghitung hari), adalah penanggalan keramat yang biasanya digunakan oleh para pendeta untuk memprediksikan masa depan. Kalender ini terbagi menjadi 20 periode, masing-masing periode terdiri dari 13 hari. Tiap periode memiliki nama sendiri.
Pada tulisan Aztec (hieroglyphs), tiap periode di tandai dengan sebuah simbol seperti air, kelinci atau pisau batu. Untuk menghitung hari pada tiap periode, mereka mencatatnya dengan menambahkan titik pada hieroglyph untuk tiap hari yang lewat.
Pada kalender dengan sistem 365 hari, merujuk pada waktu yang butuhkan oleh bumi untuk sekali mengitari matahari. Di kenal sebagai xiuhpohualli (untuk menghitung hari dan bulan) atau xihuitl (untuk menghitung tahun), sistem ini digunakan untuk kepeluan upacara keagamaan yang penting dan kepentingan pertanian seperti waktu tepat bercocok tanam atau saat untuk menuai. Tiap tahun terbagi atas 18 periode, tiap periode terdiri dari 20 hari 5 hari terakhir di anggap sebagai hari yang berbahaya atau hari yang tidak baik. Tiap periode memiliki festival dan perayaan sendiri, biasanya berdekatan dengan acara tahunan yang terkait dengan pertanian. Seperti halnya sistem kalender 260 hari, tanggal di beri tanda dengan huruf dan titik.
Tahun di tandai dengan gambar sepasang tanda dari 4 simbol—kelinci, bambu, rumah dan pisau batu—dengan 1 sampai 13 titik. Untuk menghindari kebingungan antara hari dan tahun, simbol untuk tahun di lingkari dengan tanda bujur sangkar, sementara untuk hari di biarkan tetap terbuka. Dengan sistem ini, bangsa Aztecs memiliki 52 nama untuk tahun yang berbeda. Tiap 52 tahun berakhirnya kedua sistem kalender tersebut di samakan ulang dan menandai berakhirnya 1 abad bagi bangsa Aztec.

Sumber

5. Peradaban Zapotek

Peradaban Zapotek adalah peradaban pra-Colombus yang berkembang di Lembah Oaxaca, benua Amerika. Bukti arkeologis menunjukan bahwa peradaban mereka dapat ditilik kembali ke 2500 tahun yang lalu. Mereka meninggalkan bukti arkeologis di kota kuno Monte Albán.
Bahasa yang dituturkan oleh peradaban ini adalah bahasa Zapotek.


 Wilayah Peradaban Zapotek

 Sumber 

Mesoamerika (5)

3). 13 Siklus Baktun

13 Siklus Baktun membentuk sebuah Siklus Besar berdasarkan Kalender Hitung Panjang (Long Count) yang oleh Suku Maya disebut sebagai Siklus Penyelarasan Galaksi (Galactic Synchonization Beam Cycle) yang mana didalamnya terjadi tahap-tahap evolusi kebudayaan manusia berdasarkan fakta sejarah. [2]

Ilustrasi 13 Siklus Baktun yang menggambarkan sejarah evolusi peradaban umat manusia. [1]

Kejadian-kejadian penting pada Siklus Besar

Berbagai peristiwa penting tersebut adalah: [1]

Baktun 0, Baktun of the Star Planting, 3113 SM s.d. 2718 SM, Tanggal 0

Baktun 1, Baktun of the Pyramids, 2718 SM s.d. 2324 SM, 1.0.0.0.0

Baktun 2, Baktun of the Wheel, 2324 SM s.d. 1930 SM, 2.0.0.0.0

  • Roda ditemukan sebagai media untuk mempermudah transportasi.
  • Hukum-hukum tertulis mulai dibuat.
  • Imperium Babilonia pertama dimulai.
  • Peradaban Minoa dan Crete dimulai.

Baktun 3, Baktun of the Sacred Mountain, 1930 SM s.d. 1536 SM, 3.0.0.0.0

  • Era kerajaan baru di Mesir.
  • Kerajaan di Mesir mengabadikan mengenai kekuasaan keturunan raja dan memperkuat pola defensif teritorial sebagai norma untuk kehidupan yang beradab.
  • Hancurnya perdaban Minoa (Indus) oleh bangsa Arya.

Baktun 4, Baktun of the Shang, 1536 SM s.d. 1141 SM, 4.0.0.0.0

Baktun 5, Baktun of the Imperial Seal, 1141 SM s.d. 747 SM, 5.0.0.0.0

Baktun 6, Baktun of the Mind Teachings, 747 SM s.d. 353 SM, 6.0.0.0.0

Baktun 7, Baktun of the Annoited One, 353 SM s.d. 41 M, 7.0.0.0.0

Baktun 8, Baktun of the Lord of Red and Black, 41 s.d. 435, 8.0.0.0.0

Baktun 9, Baktun of the Maya, 435 s.d. 830, 9.0.0.0.0

Baktun 10, Baktun of the Holy Wars, 830 s.d. 1224, 10.0.0.0.0

Baktun 11, Baktun of the Hidden Seed, 1224 s.d. 1618, 11.0.0.0.0

  • Penyebaran pengaruh Islam ke India, Asia Tenggara dan Afrika Barat.
  • Kejayaan peradaban Turki.
  • Puncak perkembangan Kristen di Eropa.
  • Peradaban Eropa berhasil menaklukkan Bangsa Inca dan Aztec.

Baktun 12, Baktun of the Transformation of Matter, 1618 s.d. 2012, 12.0.0.0.0

Referensi

  1. ^ a b Dr. Jose Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology, Bear & Company, 1973
  2. ^ Abu Fatiah Al-Adnani, Kiamat 2012: Antara Ramalan, Sains dan Tinjauan Nubuat Akhir Zaman, Granada Mediatama, 2009, ISBN 978-979-18040-4-2

Sumber
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

J. Rumpun bahasa Maya

Bahasa Maya merupakan suatu rumpun bahasa yang digunakan di Mesoamerika dan Amerika Tengah bagian utara. Bahasa ini digunakan paling tidak oleh 5 juta penduduk asli Maya, terutama di Guatemala, Meksiko, dan Belize. Pada tahun 1996, Guatemala secara formal mengakui 21 nama jenis bahasa Maya [1] dan Meksiko mengakui delapan jenis lainnya.

Lokasi populasi berbahasa Maya.

Catatan kaki

  1. ^ Spence, et al. (1998)

Sumber
(Bersambung)




Mesoamerika (4)



















H. Kalender Maya

Gambar La Mojarra Stela 1, kolom paling kiri menunjukkan penanggalan sistem panjang yang berarti tahun 8.5.16.9.7 atau 156 Sebelum Masehi [1]

Kalender Maya merupakan sistem kalender yang disusun oleh sebuah peradaban yang dikenal dengan nama Maya. Kalender ini diciptakan pada masa Baktun ke-6 (sekitar tahun 747-353 SM)[2]. Puncak kejayaan peradaban Suku Maya terjadi sekitar tahun 250-900 M. Suku Maya menjadikan kalendernya sebagai acuan dan ukuran dalam menentukan hampir setiap kejadian yang mereka alami. Mereka juga memandang kalendernya sebagai bentuk visual terhadap perjalanan waktu yang menggambarkan bagaimana kehidupan itu berlangsung.[3]

I. Jenis-jenis Kalender Maya

Hingga saat ini setidaknya ada 20 sistem penanggalan Suku Maya dan 15 sistem telah disebarkan ke berbagai tempat untuk dipelajari, sementara 5 sistem lagi masih dirahasiakan oleh para pemangku adat Suku Maya. Ke-15 macam sistem kalender tersebut mencatat pergerakan matahari, bulan, planet-planet yang terlihat, masa panen, dan bahkan siklus kehidupan serangga. [3]
Penanggalan Suku Maya yang cukup terkenal adalah Kalender Tzolkin (Tzolk'in) yang berumur 260 hari dan Kalender Haab (Ha’ab) yang berumur 365 hari. Gabungan dari 2 penanggalan ini akan berakhir setelah 52 Haab atau sekitar 52 tahun Kalender Gregorian. [3]
Selain itu ada Kalender Hitung Panjang (Long Count) yang berumur 13 Baktun (siklus) atau jika dihitung menurut Kalender Gregorian lebih dari 5.126 tahun, yaitu dimulai pada tanggal 11 Agustus 3114 Sebelum Masehi (Kalender Gregorian) atau 6 September 3113 Sebelum Masehi (Kalender Julian)[4] hingga berakhir pada tanggal 21 Desember 2012 Masehi (Kalender Gregorian). [3] Sistem Perhitungan Panjang ini menggunakan basis perhitungan 20, sedangkan kalender modern saat ini menggunakan basis perhitungan 10. Adapun lama waktu 1 Baktun adalah 144.000 hari.[3]
Tabel Perhitungan Panjang [5]
Lama Hari Periode Masa
1 = 1 Kin -
20 = 20 Kin = 1 Uinal
360 = 18 Uinal = 1 Tun
7.200 = 20 Tun = 1 Katun
144.000 = 20 Katun = 1 Baktun
Sebagai contoh, untuk hari pertama berdasarkan sistem Perhitungan Panjang akan ditulis 0.0.0.0.1 dan pada hari ke-19 akan menjadi 0.0.0.0.19. Karena basis perhitungannya didasarkan pada angka 20, maka penulisan hari yang ke-20 menjadi 0.0.0.1.0. Untuk setahun perhitungan akan ditulis 0.0.1.0.0 dan 20 tahun menjadi 0.1.0.0.0, sedangkan untuk kisaran waktu 400 tahun akan ditulis menjadi 1.0.0.0.0 dan inilah lama 1 Baktun (siklus). Jika pada sistem kalender ini tertulis 2.10.12.7.1 maka hal ini melambangkan penanggalan untuk hari ke-1, bulan ke-7 dan tahun ke-1012. [3]

Referensi

  1. ^ http://www.en.wikipedia.org, diakses tanggal 2 Oktober 2010
  2. ^ Dr. Jose Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology, Bear & Company, 1973
  3. ^ a b c d e f Abu Fatiah Al-Adnani, Kiamat 2012: Antara Ramalan, Sains dan Tinjauan Nubuat Akhir Zaman, Granada Mediatama, 2009, ISBN 978-979-18040-4-2
  4. ^ Vincent H. Malmstrom, Cycles of the Sun, Mysteries of the Moon: The Calendar in Mesoamerican Civilization. Chapter 6: The Long Count: The Astronomical Precision, University of Texas Press, 1997, ISBN 0-292-75197-4
  5. ^ Dr. Erich von Daniken, Chariots of the Gods, 1977


Sumber
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------Kalender 1). Kalender Haab

2).  Kalender Hitung Panjang 
 Kalender Hitung Panjang (disingkat KHP) adalah kalender ciptaan Bangsa Maya yang berada di Tanjung Yucatan, perbatasan Meksiko-Guatemala-Honduras di Amerika Tengah.

 Kalender Hitung Panjang Bangsa Maya

a. Perhitungan

Satu putaran KHP berlangsung selama 1.872.000 hari, ekuivalen dengan 1 matahari, setara dengan 5.200 tahun Surya Maya. Jika disamakan dengan kalender Masehi, maka 1 putaran KHP sama dengan sekitar 5.125,37 tahun, dengan asumsi 1 tahun Masehi =365,2422 hari (365 hari 5 jam 48 menit 46 detik). Sedangkan 1 tahun Surya Maya =360 hari.

b. Unit waktu

Unit Hari ekuivalen
Kin 1
Uinal 20
Tun 360
Katun 7.200
Baktun 144.000
Piktun 2.880.000
Kalabtun 57.600.000
Kinchiltun 1.152.000.000
Alautun 23.040.000.000
Keterangan:
  • Untuk saat ini, unit waktu terbesar yang dipergunakan adalah baktun.
  • Piktun, kalabtun, kinchiltun, dan alautun belum terjangkau.
  • Angka uinal akan kembali ke 0 setelah 17 (mencapai 18), sedangkan unit lainnya akan kembali ke 0 setelah 19 (mencapai 20).

c. Penulisan

  • Tanggal ditulis dengan urutan sebagai berikut: baktun. katun. tun. uinal. kin.
  • Unit yang lebih besar ditulis lebih dulu daripada unit yang lebih kecil. Contohnya: 12.19.18.17.16 artinya 12 baktun 19 katun 18 tun 17 uinal 16 kin atau hari ke-1.871.636 sejak "tanggal 0" (0.0.0.0.0 atau 13.0.0.0.0).

d. Siklus Matahari

Putaran Dimulai Berakhir
I 12 Juli 18490 SM 20 November 13365 SM
II 21 November 13365 SM 1 April 8239 SM
III 2 April 8239 SM 11 Agustus 3114 SM
IV 12 Agustus 3114 SM 21 Desember 2012
V 22 Desember 2012 3 Mei 7138

e. Kontroversi

Putaran ke-4 KHP Bangsa Maya yang akan berakhir pada hari Jumat, tanggal 21 Desember 2012, telah mengasumsikan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Prediksi itu dilandaskan pada keyakinan bahwa pada 21 Desember 2012 (13.0.0.0.0, 4 Ahau, 3 Kankin), posisi Bumi, Matahari, dan pusat Galaksi Bimasakti akan membentuk 1 garis lurus sehingga energi yang terpancar dari pusat Bimasakti ke Bumi terhalang oleh Matahari, sehingga pada saat itu daya magnet Bumi =0 (tidak memiliki pengaruh apapun) dan masalah besar akan terjadi, apalagi saat itu terjadi perbalikan orbit 11 tahunan kutub Matahari (konon peristiwa ini terjadi sekali dalam 26.000 tahun). Lalu sebagian orang lainnya menyatakan tanggal 21 Desember 2012 adalah awal zaman baru yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan zaman sekarang alias bukan kiamat. Mereka yang menyatakan 21 Desember 2012 adalah transisi dari zaman lama ke zaman baru melandaskan opininya karena Bangsa Maya modern menyatakan tidak tahu sama sekali tentang prediksi kiamat 21 Desember 2012.
Akhirnya, pada November 2012, NASA untuk pertama kalinya mengeluarkan pernyataan kepada ramalan Suku Maya bahwa tidak ada kiamat pada 21 Desember 2012, dan para astronot dari negara lain juga menyatakan hal yang serupa.[rujukan?]


Sumber 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3). Kalender Tzolkin

Kalender Tzolkin (Tzolk'in) adalah salah satu jenis kalender ciptaan Suku Maya yang cukup terkenal. Satu siklus dalam perhitungan kalender ini memiliki lama waktu 260 hari.[1] yang terbagi dalam 13 trecena dan lama waktu setiap trecena adalah 20 hari. [2] Meskipun tidak ada kepastian kapan awal hari dari 20 penanggalan tersebut, namun pada buku Chilam Balam diperoleh referensi bahwa hari pertama adalah Imix. [3]

Nama-nama hari pada Kalender Tzolkin

Tabel dibawah ini menyajikan nama-nama hari pada Kalender Tzolkin dan dilengkapi dengan huruf-huruf Hieroglyph.
Nama-nama hari pada pada Kalender Tzolkin[4] [5]
Urutan
hari ke 1
Nama hari
(ejaan lama) 2
Jenis inskripsi
Hieroglyphs 3
Jenis kode
Hieroglyphs 4
Nama hari
(ejaan baru) 5
01 Imix' MAYA-g-log-cal-D01-Imix.png MAYA-g-log-cal-D01-Imix-cdxW.png Imix
02 Ik' MAYA-g-log-cal-D02-Ik.png MAYA-g-log-cal-D02-Ik-cdxW.png Ik
03 Ak'b'al MAYA-g-log-cal-D03-Akbal.png MAYA-g-log-cal-D03-Akbal-cdxW.png Akbal
04 K'an MAYA-g-log-cal-D04-Kan.png MAYA-g-log-cal-D04-Kan-cdxW.png Kan
05 Chikchan MAYA-g-log-cal-D05-Chikchan.png MAYA-g-log-cal-D05-Chikchan-cdxW.png Chicchan
06 Kimi MAYA-g-log-cal-D06-Kimi.png MAYA-g-log-cal-D06-Kimi-cdxW.png Cimi
07 Manik' MAYA-g-log-cal-D07-Manik.png MAYA-g-log-cal-D07-Manik-cdxW.png Manik
08 Lamat MAYA-g-log-cal-D08-Lamat.png MAYA-g-log-cal-D08-Lamat-cdxW.png Lamat
09 Muluk MAYA-g-log-cal-D09-Muluk.png MAYA-g-log-cal-D09-Muluk-cdxW.png Muluc
10 Ok MAYA-g-log-cal-D10-Ok.png MAYA-g-log-cal-D10-Ok-cdxW.png Oc
11 Chuwen MAYA-g-log-cal-D11-Chuwen.png MAYA-g-log-cal-D11-Chuwen-cdxW.png Chuen
12 Eb' MAYA-g-log-cal-D12-Eb.png MAYA-g-log-cal-D12-Eb-cdxW.png Eb
13 B'en MAYA-g-log-cal-D13-Ben.png MAYA-g-log-cal-D13-Ben-cdxW.png Ben
14 Ix MAYA-g-log-cal-D14-Ix.png MAYA-g-log-cal-D14-Ix-cdxW.png Ix
15 Men MAYA-g-log-cal-D15-Men.png MAYA-g-log-cal-D15-Men-cdxW.png Men
16 Kib' MAYA-g-log-cal-D16-Kib.png MAYA-g-log-cal-D16-Kib-cdxW.png Cib
17 Kab'an MAYA-g-log-cal-D17-Kaban.png MAYA-g-log-cal-D17-Kaban-cdxW.png Caban
18 Etz'nab' MAYA-g-log-cal-D18-Etznab.png MAYA-g-log-cal-D18-Etznab-cdxW.png Etznab
19 Kawak MAYA-g-log-cal-D19-Kawak.png MAYA-g-log-cal-D19-Kawak-cdxW.png Cauac
20 Ajaw MAYA-g-log-cal-D20-Ajaw.png MAYA-g-log-cal-D20-Ajaw-cdxW.png Ahau

Arti dan makna masing-masing hari

Semua hari dalam Kalender Tzolkin memilik arti dan makna yang berbeda-beda. Berikut ini adalah arti dan makna dimaksud: [6]
  1. IMIX : Buaya, bermakna bumi atau dunia
  2. IK : Angin, bermakna napas atau kehidupan yang berarti kekuatan
  3. AKBAL : Malam atau kegelapan, bermakna saat-saat sulit atau di masa susah
  4. KAN : Maize
  5. CHICCHAN : Ular
  6. CIMI : Kematian
  7. MANIK : Rusa
  8. LAMAT : Kelinci
  9. MULUC : Air
  10. OC : Anjing
  11. CHUEN : Monyet
  12. EB : Rumput atau titik
  13. BEN : Tangkai
  14. IX : Jaguar
  15. MEN : Burung elang
  16. CIB : Pemangsa
  17. CABAN : Gempa bumi
  18. ETZNAB : Pisau
  19. CAUAC : Hujan atau badai
  20. AHAU : Pangeran

Referensi

  1. ^ Abu Fatiah Al-Adnani, Kiamat 2012: Antara Ramalan, Sains dan Tinjauan Nubuat Akhir Zaman, Granada Mediatama, 2009, ISBN 978-979-18040-4-2
  2. ^ http://www.en.wikipedia.org, diakses tanggal 20 Oktober 2010.
  3. ^ Ronald Wright, Time Among the Maya: Travels in Belize, Guatemala, and Mexico, Abacus, London, 1989, ISBN 0-349-10892-7.
  4. ^ Harri Kettunen and Christophe Helmke, Introduction to Maya Hieroglyphs, Wayeb and Leiden University, 2005.
  5. ^ Mary Miller and Karl Taube, The Gods and Symbols of Ancient Mexico and the Maya: An Illustrated Dictionary of Mesoamerican Religion, Thames & Hudson,London, 1993, ISBN 0-500-05068-6.
  6. ^ Ronald Wright, Time Among the Maya: Travels in Belize, Guatemala, and Mexico, Abacus, London, 1989, ISBN 0-349-10892-7.

Sumber 
(Bersambung)

Copyright @ 2013 PEJUANG ISLAM.